Efek Kenaikan BBM, Cabai dan Beras di Blitar Meroket
Selasa, 18 November 2014 - 20:57 WIB
Efek Kenaikan BBM, Cabai dan Beras di Blitar Meroket
A
A
A
BLITAR - Harga kebutuhan pokok di sejumlah pasar tradisional Kabupaten Blitar langsung meroket mengikuti kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).
Cabai rawit yang sebelumnya Rp45 ribu per kilogram berubah menjadi Rp47 ribu. Dua pekan sebelumnya, harga cabai hanya Rp35 ribu. Dalam setiap hari harga cabe bertambah Rp2 ribu hingga Rp5 ribu.
"Yang paling kentara memang cabai. Harganya terus naik," ujar Wiwik, salah satu pedagang sayuran di Pasar Kademangan Kabupaten Blitar, Selasa (18/11/2014).
Selain cabai, efek karambol kenaikan harga bensin dari Rp6.500 per liter menjadi Rp8.500 juga melanda bahan pangan beras. Dari sebelumnya Rp7.800 per kilogram menjadi Rp8.500. Sedangkan minyak goreng curah dari Rp9.900 menjadi Rp10.000, dan gula merah Rp11.000 menjadi Rp12.000.
"Sementara bawang merah dan putih tetap stabil di kisaran angka Rp10 ribu. Namun diperkirakan dalam waktu dekat semuanya bakal ikut naik," terangnya.
Sementara bensin eceran dari sebelumnya Rp7.000 per liter menjad Rp9.000 per liter. Menurut Romi, salah satu pedagang bensin eceran di Kecamatan Srengat, sebagian besar bensin yang dijual berasal dari pembelian harga baru.
"Sebab tidak semua pedagang tahu premium akan naik secara mendadak. Tahunya naiknya akhir bulan, tapi ternyata dimajukan," jelasnya.
Menanggapi efek domino kenaikan harga BBM, anggota DPRD Kabupaten Blitar Wasis Kuntoadmojo berharap pemerintah segera melakukan langkah-langkah pemulihan ekonomi. "Sebab yang paling terasa akan kenaikan ini adalah masyarakat kecil," ujarnya.
Cabai rawit yang sebelumnya Rp45 ribu per kilogram berubah menjadi Rp47 ribu. Dua pekan sebelumnya, harga cabai hanya Rp35 ribu. Dalam setiap hari harga cabe bertambah Rp2 ribu hingga Rp5 ribu.
"Yang paling kentara memang cabai. Harganya terus naik," ujar Wiwik, salah satu pedagang sayuran di Pasar Kademangan Kabupaten Blitar, Selasa (18/11/2014).
Selain cabai, efek karambol kenaikan harga bensin dari Rp6.500 per liter menjadi Rp8.500 juga melanda bahan pangan beras. Dari sebelumnya Rp7.800 per kilogram menjadi Rp8.500. Sedangkan minyak goreng curah dari Rp9.900 menjadi Rp10.000, dan gula merah Rp11.000 menjadi Rp12.000.
"Sementara bawang merah dan putih tetap stabil di kisaran angka Rp10 ribu. Namun diperkirakan dalam waktu dekat semuanya bakal ikut naik," terangnya.
Sementara bensin eceran dari sebelumnya Rp7.000 per liter menjad Rp9.000 per liter. Menurut Romi, salah satu pedagang bensin eceran di Kecamatan Srengat, sebagian besar bensin yang dijual berasal dari pembelian harga baru.
"Sebab tidak semua pedagang tahu premium akan naik secara mendadak. Tahunya naiknya akhir bulan, tapi ternyata dimajukan," jelasnya.
Menanggapi efek domino kenaikan harga BBM, anggota DPRD Kabupaten Blitar Wasis Kuntoadmojo berharap pemerintah segera melakukan langkah-langkah pemulihan ekonomi. "Sebab yang paling terasa akan kenaikan ini adalah masyarakat kecil," ujarnya.
(gpr)
Lihat Juga :