Tim Reformasi Tata Kelola Migas Jangan Jadi Pemanis

Rabu, 19 November 2014 - 12:32 WIB
Tim Reformasi Tata Kelola...
Tim Reformasi Tata Kelola Migas Jangan Jadi Pemanis
A A A
JAKARTA - Politisi Partai Gerindra Ramson Siagian meminta Komite Reformasi Tata Kelola Minyak dan Gas Bumi (migas) jangan hanya jadi pemanis kenaikan harga BBM.

Pihaknya juga meminta pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) harus memberikan wewenang besar bagi Komite Reformasi Tata Kelola migas.

Dia menilai, jika tim yang dipimpin ekonom Faisal Basri ini tidak diberikan kewenangan menindak segala penyimpangan distribusi BBM di lapangan, maka sama saja tim ini hanya pemanis Jokowi di tengah kenaikan harga BBM bersubsidi.

"Tim ini harus bisa menindak setiap unit atau yang terkait dengan kecurangan distribusi BBM. Kalau tim ini tak diberikan otoritas, kewenangan, maka ini hanya pemanis saja saat menaikkan BBM," katanya di DPR, Senayan, Jakarta Selatan, Rabu (19/11/2014).

Anggota Komisi VII itu menilai, Presiden Jokowi memiliki taktik berbeda dalam menaikkan harga BBM bersubsidi kali ini.

Dia menilai, dengan membentuk Komite Reformasi Tata Kelola Migas, pemerintah memberi kesan ada musuh-musuh yang harus diperangi di saat menaikkan harga BBM.

"Saya lihat pemerintah naikkan harga BBM taktiknya beda. Dia ada musuh," kata Ramson.

"Tujuannya saya hawatir hanya pencitraan. Tugas pemerintah harus memberi otoritas kepada komite ini, jangan sampai seperti LSM, beri rekomendasi saja. Sebaik apa pun orangnya, kalau enggak punya otoritas ya sama saja, seperti kertas rekomendasi saja," jelasnya.

Seperti diketahui, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) membentuk Komite Reformasi Tata Kelola Minyak dan Gas Bumi. Ekonom Faisal Basri ditunjuk sebagai pemimpin tim tersebut dengan anggota gabungan perwakilan pemerintahan dan masyarakat.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
10 Produsen Migas Terbesar...
10 Produsen Migas Terbesar yang Berada di Indonesia
Urgensi Revisi UU Migas...
Urgensi Revisi UU Migas No. 22/2001: Langkah Strategis Menuju Ketahanan Energi Nasional
Realisasi Produksi Migas...
Realisasi Produksi Migas PHE ONWJ
SKK Migas Gelar Supply...
SKK Migas Gelar Supply Chain & National Capacity Summit 2024
ENRG Tegaskan Komitmen...
ENRG Tegaskan Komitmen Transparansi, Kinerja Investasi, dan Prospek Bisnis Berkelanjutan
28 Kesepakatan Migas...
28 Kesepakatan Migas Berpotensi Datangkan Penerimaan Rp35 Triliun
Berita Terkini
Galon Guna Ulang Berizin...
Galon Guna Ulang Berizin Edar BPOM dan Ber-SNI Dipastikan Aman Dipakai
3 jam yang lalu
Transisi Net Zero Ubah...
Transisi Net Zero Ubah Peran CFO Menjadi Penggerak Transformasi Bisnis
3 jam yang lalu
Jalur Hormuz Mulai Stabil,...
Jalur Hormuz Mulai Stabil, Saudi Aramco Kembali Ekspor Minyak setelah Mandek 4 Bulan
4 jam yang lalu
MEKAR Kembangkan Ekosistem...
MEKAR Kembangkan Ekosistem Pembiayaan Produktif
5 jam yang lalu
Raih Penghargaan Infobank,...
Raih Penghargaan Infobank, MNC Guna Usaha Indonesia Catat Kinerja Unggul Selama 10 Tahun Berturut-turut
5 jam yang lalu
Raih Penghargaan Infobank,...
Raih Penghargaan Infobank, MNC Finance Catat Kinerja Terbaik Selama Lima Tahun Berturut-turut
5 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved