Pemerintah Tidak Boleh Tunduk Kepentingan Jepang

Kamis, 20 November 2014 - 17:54 WIB
Pemerintah Tidak Boleh...
Pemerintah Tidak Boleh Tunduk Kepentingan Jepang
A A A
JAKARTA - Pemerintah diingatkan tidak boleh tunduk terhadap kepentingan Jepang atas percepatan pembangunan Pelabuhan Cilamaya di Kabupaten Karawang, Jawa Barat.

Pembangunan pelabuhan itu masih memerlukan kajian mendalam. Terlebih, proyek tersebut akan mengganggu produksi minyak dan gas (migas) di Blok Offshore North West Java (ONWJ).

"Makanya, itu harus ada studi analisis. Kalau ada banyak minyak dan gas, berapa cadangannya. Bagaimana keuntungan dan kerugiannya," kata Guru Besar Ekonomi Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM) Yogyakarta, Sri Adiningsih di Jakarta, Kamis (20/11/2014).

Terlebih, lanjut dia, pembangunan pelabuhan tersebut hanya menguntungkan Jepang, yakni demi mempermudah pengapalan hasil industri automotifnya yang berada di wilayah tersebut.

"Saya kira keputusan untuk membangun atau tidak, itu harus didasarkan pada kepentingan nasional Indonesia. Jangan kemudian pertimbangan utamanya adalah kepentingan negara Jepang. Jangan seperti itu," tegasnya.

Dia kembali mewanti-wanti agar pemerintah Jokowi-JK mengutamakan kepentingan Indonesia, terlebih sektor migas merupakan salah satu sektor vital. "Menurut saya, kepentingan Indonesia yang harus diutamakan," ucapnya.

Untuk itu, kata dia, pertimbangan dan kajiannya harus benar-benar komprehensif agar tidak merugikan Indonesia. Tidak boleh hanya mempertimbangkan aspek ekonomi semata, tetapi juga ketahanan energi.

"Makanya itu harus dievaluasi semua. Semua harus ada angka dan datanya, berapa lama cadangan migasnya, berapa kerugian-keuntungan, RTRW, dan sebagainya. Itu tidak bisa langsung mudah ditentukan menguntungkan atau tidak dan langsung bangun pelabuhan. Evaluasi lagi, apapun yang dilakukan harus utamakan kentingan Indonesia," tegasnya.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Baru Diresmikan, Operasional...
Baru Diresmikan, Operasional Pelabuhan Patimban Sudah Mengundang Tanya
Kuasa Politik di Balik...
Kuasa Politik di Balik Proyek Pelabuhan Patimban
Pelabuhan Internasional...
Pelabuhan Internasional Patimban Dijadwalkan Akan Diresmikan Jokowi Hari Ini
Alur Masuk Barang Kawasan...
Alur Masuk Barang Kawasan Pelabuhan Kini Miliki Aturan Baru
SPSL Perkuat Standar...
SPSL Perkuat Standar Keselamatan di Lingkungan Operasional Pelabuhan
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Perkuat Budaya K3L di Layanan Pelabuhan
Berita Terkini
Danantara Buka Pendaftaran...
Danantara Buka Pendaftaran Lenders Panel untuk Pembiayaan PSEL
12 menit yang lalu
Kepercayaan Konsumen...
Kepercayaan Konsumen Antarkan KARA Raih Empat Penghargaan IOB Award 2026
12 menit yang lalu
Kredit Perbankan Juni...
Kredit Perbankan Juni 2026 Tumbuh 12,67%, BI Optimistis Capai Target Tahun Ini
25 menit yang lalu
Tips MotionTrade: Kenali...
Tips MotionTrade: Kenali Risiko Investasi Reksa Dana sebelum Mulai Berinvestasi
38 menit yang lalu
KAI Logistik Kelola...
KAI Logistik Kelola 8,7 Juta Ton Angkutan Barang di Semester I 2026
1 jam yang lalu
Transaksi BI-FAST Capai...
Transaksi BI-FAST Capai 1,53 Miliar di Triwulan II 2026, Nilainya Tembus Rp3.777 Triliun
1 jam yang lalu
Infografis
Perbandingan Jet Tempur...
Perbandingan Jet Tempur J-15 China dan F-15 Jepang, Mana Lebih Hebat?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved