Brent dan WTI Menuju Kenaikan Mingguan Pertama

Jum'at, 21 November 2014 - 09:45 WIB
Brent dan WTI Menuju...
Brent dan WTI Menuju Kenaikan Mingguan Pertama
A A A
MELBOURNE - Minyak mentah brent dan West Texas Intermediate (WTI) menuju kenaikan mingguan pertama sejak September 2014 setelah analis memperkirakan Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) akan memangkas produksi untuk menopang harga yang berada dalam tren penurunan.

Setengah dari 20 analis yang disurvei oleh Bloomberg News pekan ini memperkirakan bahwa OPEC akan memangkas produksi, dan separuh analis lainnya mengharapkan ada perubahan.

Pejabat yang hadir dalam pertemuan tersebut menyebutkan bahwa sebagian dari anggota OPEC memperkirakan bahwa permintaan minyak mentah yang susut pada tahun depan.

Minyak telah turun sekitar 30% dari harga tertinggi pada Juni setelah Amerika Serikat (AS) memproduksi minyak pada laju tercepat dalam lebih dari tiga dekade di tengah tanda-tanda melemahnya permintaan.

Anggota utama OPEC menolak mengurangi pasokan, sementara lainnya, termasuk Venezuela berupaya menaikkan harga sebelum pertemuan 27 November di Wina.

"Hanya tinggal menghitung mundur menuju pertemuan OPEC. Pasti ada pendapat yang berbeda di pertemeuan tersebut, ada yang menginginkan pemangkasan produksi dan ada yang tidak," kata Kepala Investasi di Ayers Alliance Securities Jonathan Barratt seeprti dilansir dari Bloomberg, Jumat (21/11/2014).

Menurut dia, Arab Saudi akan berupaya dan melindungi pangsa pasarnya dengan memberikan diskon penjualan, sehingga akan terjadi perang harga.

Kontrak berjangka (futures) naik 0,8% di London dan 1,3% di New York. Minyak brent di London ICE Futures Europe Exchange untuk pengiriman Januari naik 67 sen menjadi USD80 per barel dan berada di USD79,80 pada pukul 09.46 pagi di Singapura.

Semua volume berjangka yang diperdagangkan sekitar 35% di atas rata-rata 100-hari. Harga minyak brent telah naik 0,5% sepanjang pekan ini.

Sementara minyak mentah WTI di New York Mercantile Exchange untuk pengiriman Januari naik 95 sen menjadi USD76,80 per barel. Kontrak berjangka Desember yang berakhir kemarin naik USD1 menjadi USD75,58.

Premi minyak WTI terhadap brent diperdagangan sebesar USD3,35, turun dibanding 14 November sebesar USD3,59.

Berdasarkan data yang dikumpulkan Bloomberg, OPEC yang memasok sekitar 40% minyak dunia, memproduksi 30,97 juta barel per hari pada Oktober. Volume itu melebihi target produksi kolektif sebanyak 30 juta sehari selama satu bulan dalam lima kali berturut-turut.

Sementara Menteri Perminyakan Bijan Namdar Zanganeh mengatakan, Iran akan melindungi pangsa pasar global dan akan menggandakan ekspor dalam dua bulan jika sanksi dicabut.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Stok Seret Bikin Harga...
Stok Seret Bikin Harga Minyak Mentah Dunia Terkerek Naik
Amerika Buka Pembatasan,...
Amerika Buka Pembatasan, Harga Minyak Akan Terus Naik
Harga Minyak Ambrol...
Harga Minyak Ambrol 9% dalam Sepekan, Minggu Depan Gimana?
Harga Minyak Mentah...
Harga Minyak Mentah Dunia Melayang Dekati Posisi USD70 Per Barel
OPEC Bakal Jaga Harga...
OPEC Bakal Jaga Harga Minyak Mentah Dunia di Posisi USD70 per Barel
Tumbuh 173%, Komoditas...
Tumbuh 173%, Komoditas Minyak Mentah Jadi Primadona di 2021
Berita Terkini
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
51 menit yang lalu
Saatnya Bayar Tagihan...
Saatnya Bayar Tagihan PBB-P2, Ada Diskon 7,5% hingga 31 Juli 2026
1 jam yang lalu
Barat Remehkan Blokade...
Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
1 jam yang lalu
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
4 jam yang lalu
Cargo Murah Kian Dibutuhkan...
Cargo Murah Kian Dibutuhkan di Tengah Meningkatnya Aktivitas Pengiriman Barang
11 jam yang lalu
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
11 jam yang lalu
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved