BI: Transaksi Non-Tunai Atasi Persoalan Ekonomi

Jum'at, 21 November 2014 - 14:35 WIB
BI: Transaksi Non-Tunai...
BI: Transaksi Non-Tunai Atasi Persoalan Ekonomi
A A A
JAKARTA - Bank Indonesia (BI)‎ mengklaim, salah satu persoalan yang selama ini membelenggu perekonomian nasional untuk dapat bersaing di era globalisasi adalah fenomena ekonomi biaya tinggi, yang mempengaruhi efisiensi perekonomian.

Hal itu, misalnya praktik pungutan liar, suap, korupsi, dan lemahnya layanan serta tata kelola birokrasi.

Gubernur BI Agus Martowardojo mengatakan, permasalahan ekonomi itu sejatinya dapat diatasi, salah satunya dengan penggunaan transaksi non-tunai, yang memungkinkan keseluruhan transaksi tercatat secara elektronis dan lebih efisien dari sisi waktu, media, dan biaya bertransaksi.

"Sebagai otoritas sistem pembayaran, kami akan memberikan kontribusi terbaik untuk mendorong efisiensi perekonomian nasional melalui perluasan transaksi non-tunai," kata dia di Jakarta, Kamis (20/11/2014) malam.

Bersama dengan pemerintah pusat dan daerah serta industri sistem pembayaran, inisiatif pembayaran non-tunai akan didorong melalui perluasan digital payment.

Oleh karena itu, BI telah mencanangkan Gerakan Nasional Non-Tunai (GNNT) pada 14 Agustus 2014 lalu. Dalam kerangka inklusi keuangan, penggunaan digital payment dalam bentuk uang elektronik teregistrasi akan menjadi batu pijakan pertama untuk menghubungkan masyarakat unbanked dengan sistem keuangan formal.

Menurut dia, hal itu menjadi kritikal untuk membuka akses layanan keuangan formal kepada masyarakat lapisan terbawah, people at the bottom of the pyramid.

"Pada kesempatan ini, perkenankan kami mengapresiasi dimulainya penggunaan mekanisme non-tunai oleh pemerintah, untuk menyalurkan dana bantuan bersyarat kepada masyarakat di awal November 2014 lalu," terangnya.

Kebijakan ini merupakan terobosan besar dalam meningkatkan tata kelola dan efisiensi perekonomian, sekaligus merangkul masyarakat lapisan bawah agar terhubung dengan layanan keuangan formal.

Dia mengungkapkan, BI ke depan akan memfasilitasi dan menyempurnakan infrastruktur dan instrumen non-tunai, sehingga seluruh penyaluran bantuan pemerintah dapat dilakukan secara non-tunai.

"Kami juga akan memperluas akses keuangan bagi masyarakat lapisan bawah dengan memperbanyak agen layanan keuangan digital (LKD) ke seluruh pelosok negeri," ungkap dia.

Dengan berbekal perangkat telekomunikasi bergerak (mobile), masyarakat unbanked akan dengan mudah dan aman terhubung dengan layanan keuangan formal‎.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Uji Kelayakan jadi Deputi...
Uji Kelayakan jadi Deputi Gubernur BI, Ini Jurus Juda Agung Selamatkan Ekonomi RI
Bos BI Ungkap 7 Jurus...
Bos BI Ungkap 7 Jurus Jaga Laju Ekonomi RI, QRIS Jadi Andalan
Ketua DPR Sudah Terima...
Ketua DPR Sudah Terima Surat dari Jokowi Berisi Nama Calon Gubernur BI, Siapa Calon Kuat?
Mata Uang RI Undervalue,...
Mata Uang RI Undervalue, Perry Warjiyo: Fundamental Ekonomi Kuat, Seharusnya Rupiah Stabil
Perry Warjiyo Beberkan...
Perry Warjiyo Beberkan Jurus BI dalam Menjaga Stabilitas dan Mendorong Ekonomi RI
Ekonomi RI Punya Ketahanan...
Ekonomi RI Punya Ketahanan Nasional, Gubernur BI: Tuhan Cinta Sama Kita
Berita Terkini
Bahlil Siap Atur Mekanisme...
Bahlil Siap Atur Mekanisme Izin Tambang Ormas Agama Pascaputusan MK
1 jam yang lalu
RUU PFII Lompatan Strategis...
RUU PFII Lompatan Strategis Kejar Ekonomi RI 8%, Purbaya Ungkap 3 Pilar Penopangnya
1 jam yang lalu
Lionel Express Hadirkan...
Lionel Express Hadirkan Solusi Distribusi Barang B2B ke Seluruh Indonesia
2 jam yang lalu
Perkuat Ekosistem Emas...
Perkuat Ekosistem Emas Nasional, Pegadaian Resmi Jadi Bagian Pendirian Indonesia Bullion Market Association (IBMA)
2 jam yang lalu
Nikmati Pengalaman Nonton...
Nikmati Pengalaman Nonton Terbaik di XXI dengan Penawaran Eksklusif dari BRI
3 jam yang lalu
Harga Minyak Mendidih...
Harga Minyak Mendidih 1% saat Houthi Blokade Arab Saudi, Bakal Tembus USD100 per Barel?
4 jam yang lalu
Infografis
7 Dosa Kebijakan Nicolas...
7 Dosa Kebijakan Nicolas Maduro: Akar Kehancuran Ekonomi dan Sosial Venezuela
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved