Emas Global Turun dari Level Tertinggi Tiga Pekan
Senin, 24 November 2014 - 10:50 WIB
Emas Global Turun dari Level Tertinggi Tiga Pekan
A
A
A
MELBOURNE - Harga emas mengalami penurunan dari level tertinggi dalam tiga pekan karena menguatnya USD di tengah prospek meningkatnya suku bunga AS (Fed rate) setelah China menurunkan suku bunga dan Eropa mengisyaratkan menambah stimulus.
Emas untuk pengiriman segera diperdagangkan pada USD1.200,28 per ons pada pukul 11.14 siang di Singapura dari sebelumnya 1.201,55 pada 21 November. Harga naik ke USD1.207,93 pada 21 November, tertinggi sejak 30 Oktober. Emas di Comex untuk pengiriman Februari naik 0,2% menjadi USD1.201 per ons.
Emas jatuh dalam dua bulan hingga Oktober karena Federal Reserve semakin dekat untuk menaikkan suku bunga. China pada pekan lalu menurunkan suku bunga untuk kali pertama sejak 2012 untuk mendukung perekonomian terbesar kedua di dunia setelah Bank Sentral Jepang meningkatkan stimulus moneter pada bulan Oktober.
Presiden Bank Sentral Eropa Mario Draghi mengatakan, Bank Sentral Eropa pada 21 November harus mendorong inflasi lebih cepat dan akan meningkatkan stimulus jika diperlukan. Sementara USD meningkat dalam lima pekan.
"Ini memberi isyarat dari ruang makro dan faktor-faktor tersebut mempengaruhi harga emas," kata kata analis di Australia & New Zealand Banking Group Ltd Victor Thianpiriya seperti dilansir dari Bloomberg, Senin (24/11/2014).
Menurut risalah The Fed pada Oktober, para pembuat kebijakan The Fed mengatakan bahwa dampak melemahnya pertumbuhan ekonomi di luar negeri kemungkinan sangat terbatas. Prospek meningkatnya suku bunga mengurangi daya tarik logam.
Perak untuk pengiriman segera turun 0,2% menjadi USD16,4115 per ons. Platinum sedikit berubah menjadi 1.226,88 per ons dan paladium turun 0,2% menjadi USD789,90 per ons.
Emas untuk pengiriman segera diperdagangkan pada USD1.200,28 per ons pada pukul 11.14 siang di Singapura dari sebelumnya 1.201,55 pada 21 November. Harga naik ke USD1.207,93 pada 21 November, tertinggi sejak 30 Oktober. Emas di Comex untuk pengiriman Februari naik 0,2% menjadi USD1.201 per ons.
Emas jatuh dalam dua bulan hingga Oktober karena Federal Reserve semakin dekat untuk menaikkan suku bunga. China pada pekan lalu menurunkan suku bunga untuk kali pertama sejak 2012 untuk mendukung perekonomian terbesar kedua di dunia setelah Bank Sentral Jepang meningkatkan stimulus moneter pada bulan Oktober.
Presiden Bank Sentral Eropa Mario Draghi mengatakan, Bank Sentral Eropa pada 21 November harus mendorong inflasi lebih cepat dan akan meningkatkan stimulus jika diperlukan. Sementara USD meningkat dalam lima pekan.
"Ini memberi isyarat dari ruang makro dan faktor-faktor tersebut mempengaruhi harga emas," kata kata analis di Australia & New Zealand Banking Group Ltd Victor Thianpiriya seperti dilansir dari Bloomberg, Senin (24/11/2014).
Menurut risalah The Fed pada Oktober, para pembuat kebijakan The Fed mengatakan bahwa dampak melemahnya pertumbuhan ekonomi di luar negeri kemungkinan sangat terbatas. Prospek meningkatnya suku bunga mengurangi daya tarik logam.
Perak untuk pengiriman segera turun 0,2% menjadi USD16,4115 per ons. Platinum sedikit berubah menjadi 1.226,88 per ons dan paladium turun 0,2% menjadi USD789,90 per ons.
(rna)
Lihat Juga :