RI Kurang Dana untuk Bangun Listrik 35.000 MW

Senin, 24 November 2014 - 12:56 WIB
RI Kurang Dana untuk...
RI Kurang Dana untuk Bangun Listrik 35.000 MW
A A A
JAKARTA - Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Suryo Bambang Sulisto mengungkapkan, Indonesia butuh listrik 35.000 MW dalam lima tahun. Namun hingga saat ini, Indonesia masih kekurangan dana.

Hal tersebut diungkapkannya saat melakukan pertemuan dengan Menteri Perdagangan dan Industri (Menperindag) Singapura, Teo Ser Luck dan beberapa perwakilan industri dari Singapura.

"Kita saat ini butuh 35.000 MW listrik untuk lima tahun mendatang. Selain itu kita juga akan melakukan distribusi penduduk, yang saat ini masih berpusat di Jawa. Namun tantangannya adalah keuangan," ujarnya di Menara Kadin, Jakarta, Senin (24/11/2015).

Dia mengatakan, alasan kurangnya dana tersebut yang juga menjadikan alasan mengapa Presiden Joko Widodo (Jokowi) akhirnya memangkas subsidi untuk bahan bakar minyak (BBM).

Pihaknya berharap agar Singapura dapat berpartisipasi dalam proyek infrastruktur tersebut.

"Kita juga punya harapan besar dengan pemerintahan baru, bahwa mereka akan sangat pro terhadap industri. I am very pelased that Singapore has come to us," tuturnya.

Suryo juga mengungkapkan, pemerintahan Jokowi telah merealisasikan ucapannya untuk menyederhanakan perizinan, dengan membuat program one stop service di Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).

"Langkah yang harus dilakukan pemerintah dan sudah dilakukan pemerintah adalah merealisasikan untuk menyederhanakan perizinan. BKPM juga telah membuat one stop services. Anda bisa datang ke BKPM untuk memastikannya," tandas dia.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pemerintah Perpanjang...
Pemerintah Perpanjang Pemberian Diskon Tagihan Listrik
Pemerintah Tahan Kenaikan...
Pemerintah Tahan Kenaikan Tarif Listrik untuk Menjaga Daya Beli Masyarakat
Kebutuhan Investasi...
Kebutuhan Investasi Ketenagalistrikan Nasional
Subsidi Listrik Diperpanjang...
Subsidi Listrik Diperpanjang Hingga Maret 2021
Schneider Electric Kampanyekan...
Schneider Electric Kampanyekan Rumah Nyaman, Listrik Aman
MCB RXE, Si Kecil yang...
MCB RXE, Si Kecil yang Bikin Rumah Aman dari Kebakaran
Berita Terkini
Krisis Selat Hormuz,...
Krisis Selat Hormuz, Bos IEA Wanti-wanti Ekonomi Global dalam Bahaya
22 menit yang lalu
Percepat Terbentuknya...
Percepat Terbentuknya Ekosistem Pasar Karbon Nasional yang Kredibel, Transparan, dan Berdaya Saing
10 jam yang lalu
Bio Farma Luncurkan...
Bio Farma Luncurkan Bio-TCV, Perkuat Kedaulatan Vaksin Lewat Kolaborasi Akademisi dan Industri
10 jam yang lalu
Kucuran Investasi Rp1.010,6...
Kucuran Investasi Rp1.010,6 Triliun di Paruh Pertama 2026 Serap 1,4 Juta Tenaga Kerja
10 jam yang lalu
Gerak Cepat, BRI Insurance...
Gerak Cepat, BRI Insurance Serahkan Klaim Asuransi Alat Berat Rp322 Juta ke Nasabah Pangkal Pinang
11 jam yang lalu
Pegadaian Perluas Program...
Pegadaian Perluas Program Pande Emas Perkuat Ekosistem Bullion Services
11 jam yang lalu
Infografis
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved