Emas Global Bertahan di Bawah Level USD1.200
Selasa, 25 November 2014 - 10:01 WIB
Emas Global Bertahan di Bawah Level USD1.200
A
A
A
SINGAPURA - Emas diperdagangkan bertahan di bawah level tertinggi dalam tiga pekan karena akan naiknya suku bunga Amerika Serikat (Fed rate).
Logam mulia untuk pengiriman segera diperdagangkan pada USD1.197,99 per ons pada pukul 09.39 di Singapura dari sebelumnya USD1.197,14.
Emas naik pada 21 November ke harga USD1.207,93, tertinggi sejak 30 Oktober 2014 didorong bergabunganya China dengan Jepang dan Eropa untuk meningkatkan stimulus demi mendongkrak pertumbuhan ekonomi.
Emas berada di jalur penurunan tahunan pertama sejak 2000 karena Federal Reserve akan menaikkan suku bunga, sedangkan bank sentral lainnya justru meningkatkan pelonggaran moneter.
China pekan lalu memangkas suku bunga untuk kali pertama sejak 2012 setelah Bank Sentral Jepang meningkatkan setimulusnya. Sejak bulan Juni, Bank Sentral Eropa telah memangkas suku bunga, menawarkan pinjaman jangka panjang kepada bank dan membeli obligasi tertutup dan efek beragun aset.
"Perbedaan fundamental ekonomi di AS, Eropa, Jepang dan China menyebabkan perbedaan kebijakan, situasi yang kita lihat berlanjut dalam jangka menengah," kata analis Yongan Futures Co Yang Xi seperti dilansir dari Bloomberg, Selasa (25/11/2014).
Menurut dia, kebijakan sejumlah negara non-AS yang meningkatkan stimulus moneternya akan mendorong harga emas, namun menguatnya USD akan membatasi kenaikan.
Emas di Comex New York untuk pengiriman Desember diperdagangkan pada harga USD1.198,10 per ons dari sebelumnya USD1.196,60. Sementara USD diperdagangkan mendekati level tertinggi lima tahun menjelang rilis harga rumah dan kepercayaan konsumen AS.
Perak untuk pengiriman segera naik 0,2% menjadi USD16,5255 per ons, naik untuk hari keempat dan merupakan jangka terpanjang sejak Juni. Spot platinum naik 0,6% menjadi USD1.211,38 per ons setelah jatuh 1,9%, kemarin. Palladium sedikit berubah menjadi USD792,25 per ons.
Logam mulia untuk pengiriman segera diperdagangkan pada USD1.197,99 per ons pada pukul 09.39 di Singapura dari sebelumnya USD1.197,14.
Emas naik pada 21 November ke harga USD1.207,93, tertinggi sejak 30 Oktober 2014 didorong bergabunganya China dengan Jepang dan Eropa untuk meningkatkan stimulus demi mendongkrak pertumbuhan ekonomi.
Emas berada di jalur penurunan tahunan pertama sejak 2000 karena Federal Reserve akan menaikkan suku bunga, sedangkan bank sentral lainnya justru meningkatkan pelonggaran moneter.
China pekan lalu memangkas suku bunga untuk kali pertama sejak 2012 setelah Bank Sentral Jepang meningkatkan setimulusnya. Sejak bulan Juni, Bank Sentral Eropa telah memangkas suku bunga, menawarkan pinjaman jangka panjang kepada bank dan membeli obligasi tertutup dan efek beragun aset.
"Perbedaan fundamental ekonomi di AS, Eropa, Jepang dan China menyebabkan perbedaan kebijakan, situasi yang kita lihat berlanjut dalam jangka menengah," kata analis Yongan Futures Co Yang Xi seperti dilansir dari Bloomberg, Selasa (25/11/2014).
Menurut dia, kebijakan sejumlah negara non-AS yang meningkatkan stimulus moneternya akan mendorong harga emas, namun menguatnya USD akan membatasi kenaikan.
Emas di Comex New York untuk pengiriman Desember diperdagangkan pada harga USD1.198,10 per ons dari sebelumnya USD1.196,60. Sementara USD diperdagangkan mendekati level tertinggi lima tahun menjelang rilis harga rumah dan kepercayaan konsumen AS.
Perak untuk pengiriman segera naik 0,2% menjadi USD16,5255 per ons, naik untuk hari keempat dan merupakan jangka terpanjang sejak Juni. Spot platinum naik 0,6% menjadi USD1.211,38 per ons setelah jatuh 1,9%, kemarin. Palladium sedikit berubah menjadi USD792,25 per ons.
(rna)
Lihat Juga :