Harga Minyak Brent Lanjutkan Penurunan

Selasa, 25 November 2014 - 10:33 WIB
Harga Minyak Brent Lanjutkan...
Harga Minyak Brent Lanjutkan Penurunan
A A A
MELBOURNE - Minyak mentah brent melanjutkan penurunan untuk hari kedua karena Organisasi Negara-negara Pengeskpor Minyak (OPEC) dianggap membebaskan tiga anggota dari pemangkasan produksi ketika bertemu pekan ini. Kontrak berjangka (futures) turun sebanyak 0,4% di London.

Menurut sumber, Irak, Iran dan Libya tidak perlu memangkas pasokan jika OPEC setuju untuk mengurangi produksinya. Menteri Perminyakan Arab Saudi Ali al-Naimi mengatakan di Wina kemarin, jika pasar kelebihan pasokan, itu bukan merupakan pertama kalinya.

Data Bloomberg menunjukkan, ketiga negara tersebut menghasilkan hampir 7 juta barel per hari pada bulan lalu. Sementara puncak produksi tertinggi terjadi pada 1970, yakni mencapai lebih dari 10 juta.

Minyak telah menuju ke tren penurunan di tengah laju tercepat produksi Amerika Serikat (AS) dalam lebih dari tiga dekade, bahkan saat melambatnya pertumbuhan ekonomi global mengindikasikan melemahnya permintaan.

OPEC, yang memproduksi sekitar 40% minyak mentah dunia telah mempertahankan kuota resminya sebanyak 30 juta barel per hari sejak Januari 2012. Data Bloomberg menujukan, OPEC memproduksi 30,97 juta barel per hari pada bulan Oktober, melampaui target produksi kolektif untuk bulan kelima berturut-turut.

Menteri Perminyakan Irak Adel Abdul Mahdi menuturkan, diperlukan upaya untuk meningkatkan harga karena harga saat ini tidak bisa diterima.

"Kami sebelumnya telah melihat kelebihan pasokan, tetapi AS berbeda. Kita harus melihat pemangkasan hingga di bawah 30 juta barel untuk meningkatkan harga," kata analis di Fat Prophets David Lennox seperti dilansir dari Bloomberg, Selasa (25/11/2014).

Brent di Loncon ICE Futures Europe Exchange untuk pengiriman Januari turun 30 sen menjadi USD79,38 per barel dan berada di USD79,46 pada pukul 12.58 siang waktu Sydney.

Kontrak turun 68 sen menjadi USD79,68, kemarin. Premi minyak mentah patokan Eropa ini terhadap WTI diperdagangkan sebesar USD3,75.

Sementara minyak West Texas Intermediate (WYI) stabil di New York. WTI di New York Mercantile Exchange untuk pengiriman Januari turun 5 sen menjadi USD75,73 per barel dibanding kemarin sebesar USD75,78.

Semua volume berjangka yang diperdagangkan adalah sekitar 48% di bawah rata-rata 100-hari. Harga telah turun 23% sepanjang tahun ini.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Stok Seret Bikin Harga...
Stok Seret Bikin Harga Minyak Mentah Dunia Terkerek Naik
Amerika Buka Pembatasan,...
Amerika Buka Pembatasan, Harga Minyak Akan Terus Naik
Harga Minyak Mentah...
Harga Minyak Mentah Dunia Melayang Dekati Posisi USD70 Per Barel
Harga Minyak Ambrol...
Harga Minyak Ambrol 9% dalam Sepekan, Minggu Depan Gimana?
OPEC Bakal Jaga Harga...
OPEC Bakal Jaga Harga Minyak Mentah Dunia di Posisi USD70 per Barel
Harga Minyak Mentah...
Harga Minyak Mentah Turun Saat Badai Musim Dingin Bekukan Kilang AS
Berita Terkini
Dirut BRI Hery Gunardi:...
Dirut BRI Hery Gunardi: Adopsi AI Jadi Kunci Perbankan Pertahankan Nasabah
14 menit yang lalu
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
1 jam yang lalu
Saatnya Bayar Tagihan...
Saatnya Bayar Tagihan PBB-P2, Ada Diskon 7,5% hingga 31 Juli 2026
1 jam yang lalu
Barat Remehkan Blokade...
Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
2 jam yang lalu
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
5 jam yang lalu
Cargo Murah Kian Dibutuhkan...
Cargo Murah Kian Dibutuhkan di Tengah Meningkatnya Aktivitas Pengiriman Barang
11 jam yang lalu
Infografis
Harga Emas Diramal akan...
Harga Emas Diramal akan Tembus Rp2,1 Juta per Gram
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved