Distribusi Elpiji 3 Kg Dinilai Tak Tepat Sasaran

Selasa, 25 November 2014 - 13:05 WIB
Distribusi Elpiji 3...
Distribusi Elpiji 3 Kg Dinilai Tak Tepat Sasaran
A A A
JAKARTA - Kalangan pengamat menilai penggunaan elpiji 3 kg tidak tepat sasaran, yakni digunakan untuk usaha mikro dan rumah tangga sesuai dengan Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) No 26/2009 Pasal 20 ayat (2).

Direktur Pusat Studi Kebijakan Publik (Puskepi) Sofyano Zakaria mengatakan, penggunaan elpiji 3 kg tidak sesuai dengan apa yang diamanatkan dalam aturan tersebut.

Dia menjelaskan, elpiji subsidi 3 kg digunakan untuk mengeringkan tembakau di sejumlah daerah dan digunakan untuk mesin diesel alat-alat pertanian.

"Tidak hanya itu, elpiji 3 kg juga telah digunakan untuk usaha restoran kelas menengah untuk kegiatan bisnis. Bahkan kapal-kapal penangkap ikan 30 GT," kata dia di Jakarta, Selasa (25/11/2014).

Menurutnya, penggunaan yang tidak tepat sasaran akan menjadi bom waktu karena kerugian yang di derita Pertamina.

Sofyano meminta pemerintah melakukan pengawasan secara ketat distribusi elpiji 3 kg.

"Pemerintah juga sebaiknya sudah mensosialisasikan pengurangan subsidi elpiji 3 kg," ujarnya.

Menurutnya, subsidi yang terus diberikan dengan tidak tepat sasaran akan melahirkan persoalan bagi pemerintah dan Pertamina. Lantaran kuota elpiji 3 kg selalu over kuota.

"Cepat atau lambat akan menjadi bumerang bagi pemerintah," ucao dia.

Sofyano mengatakan, pemerintah perlu menetapkan UU agar distribusi subsido elpiji 3 kg. Tanpa aturan tegas dan mengikat maka hanya sebagai kertas biasa karena tidak ada aturan mengikat.

"Perlu ada aturan tegas dan jelas karena hanya dengan aturan tersebut pemerintah ternyata tidak mampu menegakan aturannya sendiri," jelasnya.

Subsidi elpiji tabung 3 kg ternyata terus meningkat tiap tahun. Untuk 2014 , subsidi untuk elpiji tabung 3 kg sudah mencapai sekitar Rp55 triliun.

Subsidi yang diberikan pemerintah terhadap elpiji 3 kg dinilai tergolong luar biasa besarnya. Dengan harga keekonomian elpiji yang saat ini sekitar Rp12.000 per kg subsidi untuk elpiji 3 kg sekitar Rp8.500 per kg.

"Ini harusnya dijelaskan secara transparan ke masyarakat dan juga perlu pengawasan ketat," pungkasnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Tips Menghemat LPG,...
Tips Menghemat LPG, Dijamin Awet Meski Masak Setiap Hari
31 Mei 2024, Akhir Pendaftaran...
31 Mei 2024, Akhir Pendaftaran Beli LPG 3 Kg Pakai KTP
Harga Gas Elpiji Non...
Harga Gas Elpiji Non Subsidi di Maros Naik Rp15 Ribu
Kecanduan LPG, Impor...
Kecanduan LPG, Impor 2021 Naik Jadi 7,2 Juta Ton
Harga Elpiji Non-Subsidi...
Harga Elpiji Non-Subsidi 2 Kali Naik, Siap-siap Gas Melon Jadi Langka
Istana Pastikan Warung...
Istana Pastikan Warung Kelontong Bisa Kembali Jual Gas LPG 3 Kg Hari Ini
Berita Terkini
Sensus Ekonomi 2026...
Sensus Ekonomi 2026 Resmi Dimulai Besok 15 Juni 2026, Usaha Nasional Didata Tanpa Terkecuali
1 jam yang lalu
Prabowo Perintahkan...
Prabowo Perintahkan Rosan Jelaskan Kondisi Investasi RI di Istana Merdeka Besok
1 jam yang lalu
Mengapa Harga Pertamax...
Mengapa Harga Pertamax Naik? Kemkomdigi: Karena Indonesia Tak Hidup Sendirian
2 jam yang lalu
Siap-siap! Harga Rumah...
Siap-siap! Harga Rumah Subsidi Bakal Naik, Ini Penyebabnya
5 jam yang lalu
Dorong Penguatan Pendidikan...
Dorong Penguatan Pendidikan Vokasi Ganda, Endress+Hauser Gelar Education Forum 2026
5 jam yang lalu
IHSG Besok Berpeluang...
IHSG Besok Berpeluang Lanjut Reli ke Level 6.100, Intip Faktor Pendongkraknya
6 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved