PPATK Minta OJK Batasi Transaksi Tunai

Selasa, 25 November 2014 - 22:33 WIB
PPATK Minta OJK Batasi...
PPATK Minta OJK Batasi Transaksi Tunai
A A A
JAKARTA - Guna mencegah terjadinya korupsi yang kini sudah masif, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) diminta membatasi transaksi tunai.

Permintaan itu dilontarkan Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Muhammad Yusuf dalam diskusi bertajuk 'Peta Korupsi dan Pengawalan Pemerintahan Baru bersama Masyarakat Sipil' di Hotel JS Luwansa Hotel, Jalan HR. Rasuna Said, Jakarta, Selasa (25/11/2014).

Dia mengatakan, OJK harus melakukan hal demikian sebagai bentuk keberanian untuk memberantas korupsi.

Dalam kesempatan itu, dia memberikan contoh Singapura yang berani mencabut pecahan uang SGD10 ribu. Hal demikian karena banyak digunakan sebagai alat suap.

"OJK harus keluarkan aturan tak boleh keluarkan uang ratusan juta cash," ujar Yusuf.

Sebab, kata dia, perlu ada pembatasan jumlah penarikan uang cash dalam Rancangan Undang-Undang (RUU) Transaksi Keuangan.

Dalam RUU itu, diusulkan jika jumlah transaksi tunai Rp50 juta ke atas harus dilaporkan. "Rp50 juta ke atas harus lapor (untuk dianalisa),” katanya.

Lebih lanjut dia mengatakan, hal demikian perlu dilakukan untuk menekan jumlah transaksi. Terlebih, jumlah transaksi tunai bisa melebihi Rp500 juta perhari. Bahkan jika ditotal mencapai Rp2.000 triliun.

"Factor bilingness harus dibangun. Karena uang cash ratusan juta itu keluar tanpa pajak," pungkasnya.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
OECD/INFE - OJK Conference...
OECD/INFE - OJK Conference di Bali
OJK Gelar Edukasi Keuangan...
OJK Gelar Edukasi Keuangan untuk Pelajar
Bikin Cemas Banyak Orang,...
Bikin Cemas Banyak Orang, Ini Detail Aturan Main POJK Stimulus Covid-19
OJK Beri Dua Stimulus...
OJK Beri Dua Stimulus Lanjutan Bagi Sektor Industri Keuangan Non Bank
OJK Pastikan Sektor...
OJK Pastikan Sektor Jasa Keuangan Pada Level Terkendali
OJK Menyadari Pentingnya...
OJK Menyadari Pentingnya GRC Terintegrasi di Sektor Jasa Keuangan
Berita Terkini
Guru Besar IPB: Klaim...
Guru Besar IPB: Klaim Kerugian Rp600 Triliun Akibat Under Invoicing Sawit Harus Diaudit Secara Independen
42 menit yang lalu
Komut Pertamina Salurkan...
Komut Pertamina Salurkan Seragam Sekolah bagi 200 Anak Prasejahtera di Banyuwangi
1 jam yang lalu
Jababeka Infrastruktur...
Jababeka Infrastruktur Raih 6 Penghargaan TJSLP/CSR Awards 2026 dari Pemkab Bekasi
1 jam yang lalu
IHSG Lesu dalam Sepekan,...
IHSG Lesu dalam Sepekan, Cermati Saham-saham yang Cuan dan Boncos
1 jam yang lalu
Pertamina Pastikan Kesiapan...
Pertamina Pastikan Kesiapan Pasokan Energi di Ujung Timur Jawa
2 jam yang lalu
Bittime: Perkembangan...
Bittime: Perkembangan Regulasi Bisa Jadi Penopang Pasar Kripto di Semester II-2026
3 jam yang lalu
Infografis
NASA Minta Penduduk...
NASA Minta Penduduk Bumi Siaga 1, Kondisi Alam Semesta Tak Stabil
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved