Emas Global Dekati Harga Tertinggi Tiga Pekan

Rabu, 26 November 2014 - 09:49 WIB
Emas Global Dekati Harga...
Emas Global Dekati Harga Tertinggi Tiga Pekan
A A A
SINGAPURA - Emas global diperdagangkan mendekati harga tertinggi dalam tiga pekan karena berlanjutnya program stimulus di sejumlah negara seluruh dunia seiring diakhirinya program stimulus di Amerika Serikat (AS).

Logam mulia untuk pengiriman segera berada di USD1.199,93 per ons pada pukul 09.04 di Singapura dibanding hari sebelumnya USD1.200,98.

Logam naik pada 21 November menjadi USD1.207,93, tertinggi sejak 30 Oktober 2014 setelah China secara tak terduga menurunkan suku untuk kali pertama dalam dua tahun terakhir, mengikuti Jepang dan Eropa yang lebih dahulu melakukannya untuk mendorong pertumbuhan.

Emas sedikit berubah tahun ini setelah turun terendah dalam tiga dekade pada 2013 karena Federal Reserve akan menaikkan suku bunganya sejalan dengan membaiknya perekonomian negara tersebut. Sementara bank sentral lainnya justru menambah stimulus.

Presiden Bank Sentral Eropa (ECB) Mario Draghi mengatakan pekan lalu bahwa ECB akan meningkatkan stimulus jika diperlukan, sedangkan Bank Sentral Jepang pada bulan lalu telah meningkatkan pembelian obligasi.

"Kami berharap perbedaan kebijakan moneter antara AS dan negara-negara lain dipertahankan untuk menjaga penguatan USD, namun membebani emas. Kami melihat sejumlah minat beli di tingkat bawah membantu mendukung pasar," kata analis di Cinda Futures Co Lv Jie seperti dilansir dari Bloomberg, Rabu (26/11/2014).

Menurut Departemen Sensus dan Statistik Hong Kong, di China sebagai konsumen emas terbesar di dunia, impor emas dari Hong Kong naik untuk bulan ketiga pada Oktober. Volume kontrak di Shanghai Gold Exchange berada pada rata-rata harian tahun ini sekitar 14.877 kilogram setiap hari sejak 8 Oktober hingga kemarin.

Sementara USD berada di bawah level tertinggi lima tahun menjelang data pesanan barang tahan lama, setelah laporan kemarin menunjukkan ekonomi AS tumbuh lebih dari perkiraan sebelumnya pada kuartal III, sementara kepercayaan konsumen turun.

Emas di Comex New York untuk pengiriman Februari diperdagangkan pada USD1.198,80 per ons dari sebelumnya USD1.197,80. Kepemilikan emas di SPDR Gold Trust tidak berubah untuk hari keempat, mendekati level terendah sejak September 2008.

Adapun perak untuk pengiriman segera turun 0,3% menjadi USD16,6420 per ons, setelah naik untuk hari keempat kemarin dalam jangka terpanjang sejak Juni. Spot platinum turun 0,2% menjadi USD1.221,75 per ons dan palladium terkoreksi 0,2% menjadi USD791,93 per ons.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
10 Negara Penghasil...
10 Negara Penghasil Emas Terbesar di Dunia, Termasuk Indonesia
Negara-Negara Penghasil...
Negara-Negara Penghasil Harta Karun Emas Terbesar di Dunia
Harga Emas Diramal akan...
Harga Emas Diramal akan Tembus Rp2,1 Juta per Gram
Naik Rp3.000, Harga...
Naik Rp3.000, Harga Emas Nangkring di Level Rp932.000 per Gram
Awal Pekan Harga Si...
Awal Pekan Harga Si Kuning Mager dari Level Rp929.000 per Gram
Harga Emas Masih Bertengger...
Harga Emas Masih Bertengger di Rp932 Ribu per Gram
Berita Terkini
Warga India Gila Emas,...
Warga India 'Gila' Emas, Perusahaan Gadai Rusia Bidik Pasar Rp89.038 Triliun
59 menit yang lalu
Asabri Dorong Transformasi...
Asabri Dorong Transformasi Layanan Berbasis ESG, Kepuasan Peserta Capai 96,03%
3 jam yang lalu
Distribusi BBM di Kota...
Distribusi BBM di Kota Medan Makin Lancar, Antrean di SPBU Mulai Normal
3 jam yang lalu
Jebakan Ilusi PDB, Mantan...
Jebakan Ilusi PDB, Mantan Menkeu Fuad Bawazier Ungkap Fakta di Balik Utang RI Rp8.000 Triliun
4 jam yang lalu
AKPY-BPDP Latih Pekebun...
AKPY-BPDP Latih Pekebun Sawit di Paser Tingkatkan Nilai Jual TBS
4 jam yang lalu
Minat Berkurang, Harga...
Minat Berkurang, Harga Patokan Ekspor Emas Turun di Periode Juli 2026
6 jam yang lalu
Infografis
3 Efek Tarif Impor Donald...
3 Efek Tarif Impor Donald Trump Terhadap Harga Emas Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved