Ini Kekhawatiran Nelayan pada Pemerintahan Jokowi

Rabu, 26 November 2014 - 12:44 WIB
Ini Kekhawatiran Nelayan...
Ini Kekhawatiran Nelayan pada Pemerintahan Jokowi
A A A
JAKARTA - Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Karawang, Sahari mengungkapkan, ada beberapa kekhawatiran yang dialami nelayan pada pemerintahan Joko Widodo (Jokowi).

Pasalnya, bahan bakar solar yang saat ini digunakan untuk bahan bakar melaut, sulit didapat nelayan.

Selain soal pasokan solar yang sulit, masyarakat nelayan di pasir putih menghawatirkan dengan rencana dibangunnya pelabuhan ekspor impor manufaktur.

"Beberapa hal yang dikhawatirkan, pertama terganggunya ekologi laut karena pencemaran kapal-kapal besar, tentu hal ini akan mengurangi ekosisitem laut," ujar dia dalam rilisnya di Jakarta, Rabu (26/11/2014).

Kedua, terganggunya areal tangkap ikan nelayan, mengingat kapasitas kapal nelayan pasir putih di bawah 3 gross ton (GT).

Sedangkan berdasarkan peraturan kapal dengan kapasitas di bawah 3 GT hanya boleh berlayar dan menangkap ikan 20 mil dari bibir pantai.

"Kapal kami kecil-kecil. Kalau ada pelabuhan manufaktur, kami enggak bisa ke tengah laut, karena takut ditabrak kapal gede. Area tangkapan juga berkurang. Padahal di sini ada 3000 KK yang 70 persennya nelayan. Seharusnya Bu Susi Pudjiastuti (Menteri Kelautan dan Perikanan) tahu soal ini," jelasnya.

Dia mengungkapkan, pelabuhan manufaktur berkelas internasional yang akan dibangun di Karawang, setidaknya membutuhkan lahan seluas 3 km persegi di perairan Pantura.

Selain itu, juga dipastikan bakal mengganggu kawasan tambak yang ada di sepanjang pesisir Karawang.

Pelabuhan tersebut panjangnya di tengah laut sekitar 2 km, dan area tangkapan ikan nelayan pun tidak bisa jauh dari 2 km.

Menurutnya, jika ada kapal besar lewat, nelayan mengaku panik. Pihaknya sudah menyampaika hal ini ke pemerintah Karawang.

"Tapi kelihatannya diabaikan. Sebagai rakyat kecil kami enggak bisa ngomong, demo juga malah babak belur nanti. Nelayan cuma nunggu nasib. Pelabuhan internasional itu cuma nguntungin investor doang," pungkasnya.

(Baca: HNSI Pertanyakan Komitmen Pemerintah terhadap Nelayan)
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kepemimpinan Ganda HNSI...
Kepemimpinan Ganda HNSI Pusat Bikin Bingung Nelayan se-Indonesia
HNSI Apresiasi Komitmen...
HNSI Apresiasi Komitmen Prabowo Tingkatkan Kesejahteraan Nelayan
HNSI Yakin Koperasi...
HNSI Yakin Koperasi Desa Merah Putih Momen Tingkatkan Taraf Hidup Nelayan
HNSI Dorong Pemerintah...
HNSI Dorong Pemerintah Pakai Teknologi Alternatif Bantu Nelayan
HNSI Optimistis UU Cipta...
HNSI Optimistis UU Cipta Kerja Bangkitkan Kesejahteraan Nelayan
Pidato Presiden Prabowo...
Pidato Presiden Prabowo Diapresiasi, HNSI Dukung Percepatan 1.100 Desa Nelayan
Berita Terkini
IHSG Makin Parah, Hari...
IHSG Makin Parah, Hari Ini Ditutup Ambles 4,20 Persen ke 5.594
26 menit yang lalu
AHY Jadi Ketua Komite...
AHY Jadi Ketua Komite Kereta Cepat Jakarta-Bandung Geser Luhut, Perpres Baru Diteken Prabowo
35 menit yang lalu
APHI dan New Forests...
APHI dan New Forests Dukung Investasi Pengelolaan Hutan Berkelanjutan
51 menit yang lalu
Rupiah Hari Ini Berakhir...
Rupiah Hari Ini Berakhir Merayap ke Rp18.036 per Dolar AS, Berikut Sebabnya
53 menit yang lalu
5 Hal Yang Wajib Anda...
5 Hal Yang Wajib Anda Ketahui Sebelum Datang ke Tempat Gestun Terdekat
1 jam yang lalu
Defisit APBN Mei 2026...
Defisit APBN Mei 2026 Tembus Rp180,4 Triliun, Purbaya: Sangat Aman
1 jam yang lalu
Infografis
6 Jenderal Bintang 4...
6 Jenderal Bintang 4 AS Ini Pernah Peringatkan Trump soal Risiko Perang Melawan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved