Emas Global Kembali Melemah Dipicu Harga Minyak
Jum'at, 28 November 2014 - 09:54 WIB
Emas Global Kembali Melemah Dipicu Harga Minyak
A
A
A
SINGAPURA - Harga emas melemah untuk hari ketiga menuju penurunan mingguan pertama dalam sebulan terakhir seiring turunnya harga minyak mentah ke level terendah dalam empat tahun.
Logam mulia untuk pengiriman segera turun 0,4% menjadi USD1.187,40 per ons, dan diperdagangkan di USD1.187,70 pada pukul 08.38 di Singapura setelah meluncur ke harga terendah satu pekan di USD 1.185,82.
Emas telah terkoreksi 1,1% sepanjang pekan ini, memperpanjang penurunan dari level tertinggi tiga pekan di USD1.207,93 pada 21 November 2014.
Emas menuju penurunan tahunan kedua karena Federal Reserve (the Fed) mengakhiri program stimulusnya dan akan menaikkan suku bunga acuan di tengah langkan bank sentral di seluruh dunia, yang justru menambah stimulus.
Adapun harga minyak mentah merosot ke level terendah sejak 2010 karena Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) tidak mengambil tindakan untuk mengurangi kelebihan pasokan.
Sementara Swiss akan melakukan jajak pendapat pada 30 November 2014 mengenai rencana yang mengharuskan bank sentral menahan setidaknya 20% dari aset dalam bentuk emas dari posisi saat ini hanya 8%. Semua aset tersebut harus disimpan di dalam negeri, dan tidak boleh dijual.
"Harga minyak mentah mempengaruhi ekspektasi inflasi dan pertumbuhan ekonomi global, yang mempengaruhi harga emas," kata analis di Nanhua Futures Co Xia Yingying seperti dilansir dari Bloomberg, Jumat (28/11/2014).
Sementara referendum di Swiss mengenai emas, menurut dia, tidak akan menawarkan banyak dukungan.
Emas di Comex New York untuk pengiriman Februari turun 0,9% menjadi USD1.187,20 per ons. Sementara bursa New York ditutup karena merayakan Thanksgiving.
Adapun USD naik 0,3% kemarin karena mata uang negara-negara penghasil minyak melemah setelah OPEC tidak mengubah target produksinya di tengah produksi minyak di Amerika Serikat (AS) yang melaju pada tingkat tertinggi dalam tiga dekade dan tanda-tanda melambatnya permintaan global.
Perak untuk pengiriman segera turun 0,5% menjadi USD16,1713 per ons. Spot platinum turun 0,3% menjadi USD1.213,88 per ons dan palladium susut 0,2% menjadi USD803,75 per ons.
Logam mulia untuk pengiriman segera turun 0,4% menjadi USD1.187,40 per ons, dan diperdagangkan di USD1.187,70 pada pukul 08.38 di Singapura setelah meluncur ke harga terendah satu pekan di USD 1.185,82.
Emas telah terkoreksi 1,1% sepanjang pekan ini, memperpanjang penurunan dari level tertinggi tiga pekan di USD1.207,93 pada 21 November 2014.
Emas menuju penurunan tahunan kedua karena Federal Reserve (the Fed) mengakhiri program stimulusnya dan akan menaikkan suku bunga acuan di tengah langkan bank sentral di seluruh dunia, yang justru menambah stimulus.
Adapun harga minyak mentah merosot ke level terendah sejak 2010 karena Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) tidak mengambil tindakan untuk mengurangi kelebihan pasokan.
Sementara Swiss akan melakukan jajak pendapat pada 30 November 2014 mengenai rencana yang mengharuskan bank sentral menahan setidaknya 20% dari aset dalam bentuk emas dari posisi saat ini hanya 8%. Semua aset tersebut harus disimpan di dalam negeri, dan tidak boleh dijual.
"Harga minyak mentah mempengaruhi ekspektasi inflasi dan pertumbuhan ekonomi global, yang mempengaruhi harga emas," kata analis di Nanhua Futures Co Xia Yingying seperti dilansir dari Bloomberg, Jumat (28/11/2014).
Sementara referendum di Swiss mengenai emas, menurut dia, tidak akan menawarkan banyak dukungan.
Emas di Comex New York untuk pengiriman Februari turun 0,9% menjadi USD1.187,20 per ons. Sementara bursa New York ditutup karena merayakan Thanksgiving.
Adapun USD naik 0,3% kemarin karena mata uang negara-negara penghasil minyak melemah setelah OPEC tidak mengubah target produksinya di tengah produksi minyak di Amerika Serikat (AS) yang melaju pada tingkat tertinggi dalam tiga dekade dan tanda-tanda melambatnya permintaan global.
Perak untuk pengiriman segera turun 0,5% menjadi USD16,1713 per ons. Spot platinum turun 0,3% menjadi USD1.213,88 per ons dan palladium susut 0,2% menjadi USD803,75 per ons.
(rna)
Lihat Juga :