Kenaikan BBM Dorong Kredit Macet Nasabah Mikro

Sabtu, 29 November 2014 - 14:55 WIB
Kenaikan BBM Dorong...
Kenaikan BBM Dorong Kredit Macet Nasabah Mikro
A A A
JAKARTA - Dampak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) diperkirakan akan segera berdampak pada peningkatan kredit macet segmen mikro.

Perbankan Indonesia diprediksi akan memasuki masa stagnasi yang disulut kenaikan inflasi.

Pengamat ekonomi Eko B Supriyanto mengatakan, terdapat potensi non performing loan (NPL) yang naik di sektor mikro.

Menurutnya, angsuran kartu kredit juga turut terkena dalam segmen masyarakat pendapatan tetap.

"Masyarakat kelas bawah akan melakukan efisiensi dengan menahan angsuran kreditnya. Terbukti beberapa bank menutup bisnis mikro karena tidak cukup pengalaman. Hanya BTPN yang cukup bertahan dalam segmen ini," katanya di Bali, Jumat (28/11/2014).

Dia mengatakan, hal ini diperkirakan akibat kenaikan harga sejumlah komoditas pangan dan peningkatan inflasi akibat kenaikan harga BBM bersubsidi.

"Dalam jangka pendek, kredit perbankan khususnya kredit usaha menengah kecil akan mendapatkan tekanan. Jadi bank harus mengantisipasi penurunan ekonomi, jangan sampai terjebak kredit macet," ujarnya.

Perbankan pun harus bersiap merasakan akibat kenaikan harga BBM dan inflasi karena Bank Indonesia (BI) langsung turut menaikkan BI Rate untuk meredam inflasi yang diprediksi mencapai 7,6%.

Kenaikan BI Rate, kata Eko, akan mendorong kenaikan suku bunga simpanan maupun pinjaman bank. Hal itu akan memengaruhi sektor riil yang pada akhirnya akan berimbas ke kinerja sektor perbankan.

"Industri perbankan juga menghadapi risiko stagnasi dari sisi pertumbuhan kredit empat tahun ke depan," kata dia.

Eko mengatakan, keputusan pemerintah menaikkan harga BBM di tengah harga minyak dunia yang turun masih mendapatkan penentangan dari sejumlah kalangan.

Pihaknya menilai jika hal tersebut tidak dilakukan maka akan menyebabkan kerusakan seluruh elemen terutama inflasi yang tinggi, dan nilai tukar rupiah cenderung lemah.

"Kalau tidak dinaikkan yang terjadi adalah kerusakan seluruh elemen. Inflasi dan nilai tukar rupiah bakal turun jauh," ujarnya.

Menurutnya, setelah Juni tahun depan akan terlihat hasil positif dari kenaikan harga BBM bersubsidi. "Setelah Juni, kita akan menikmati hasil dari kenaikan BBM. APBN akan terserap ke sektor yang lebih produktif," pungkas Eko.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Harga BBM Pertamina...
Harga BBM Pertamina Naik Mulai Maret 2026, Ini Daftar Terbarunya
3 Jenis BBM Pertamina...
3 Jenis BBM Pertamina Naik, Intip Perbandingan Harga dengan Shell, Vivo dan BP
BBM Nonsubsidi Naik...
BBM Nonsubsidi Naik Drastis per 18 April 2026, Mobil Premium dan Pajero-Fortuner Paling Boncos!
Pemanfaatan BBM Subsidi...
Pemanfaatan BBM Subsidi Selama Ini Dinilai Salahi Prinsip Keadilan
Harga BBM Naik, Isi...
Harga BBM Naik, Isi Tangki Full City Car Honda Brio Butuh Setengah Juta Rupiah
Kenaikan BBM Mendadak,...
Kenaikan BBM Mendadak, SPBU di Gunungkidul Pilih Tutup hingga Mesin Disesuaikan Harga
Berita Terkini
Contek Dubai, Airlangga...
Contek Dubai, Airlangga Sebut Pusat Financial Berada di Zona Ekonomi Khusus
24 menit yang lalu
Italia Boncos, Bayar...
Italia Boncos, Bayar Rp500 Juta per Hari Cuma Buat Parkir Superyacht Sitaan Milik Miliarder Rusia
1 jam yang lalu
ADVAN Universe 2026...
ADVAN Universe 2026 Digelar di Bandung, Perkuat Ekosistem Talenta Digital
1 jam yang lalu
Obat Generik Bebas Tarif...
Obat Generik Bebas Tarif 2 Tahun, Lalu Melonjak Jadi 200%
3 jam yang lalu
Jasaraharja Putera Raih...
Jasaraharja Putera Raih Pertumbuhan Berkelanjutan dan RBC Capai 371,90%
3 jam yang lalu
Pelabuhan Patimban Resmi...
Pelabuhan Patimban Resmi Layani Impor Perdana, Komponen Mobil Listrik BYD Lanjut ke Pabrik Subang
4 jam yang lalu
Infografis
3 Alasan Komisi Eropa...
3 Alasan Komisi Eropa Dorong UE Miliki Blok Pertahanan Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved