Aviliani: Saat Ini Belum Perlu Naikkan BI Rate
Sabtu, 29 November 2014 - 18:30 WIB
Aviliani: Saat Ini Belum Perlu Naikkan BI Rate
A
A
A
JAKARTA - Pengamat ekonomi dari Institute for Development of Economic and Finance (Indef) Aviliani menegaskan, Bank Indonesia (BI) belum perlu menaikkan suku bunga acuan (BI Rate).
Menurutnya, berdasarkan situasi yang ada justru suku bunga BI sudah masih lebih tinggi dari negara-negara lain.
"Kalau melihat situasinya sekarang suku bunga kita masih lebih tinggi dari negara lain. Sebenarnya tidak perlu dinaikkan apalagi prediksi akhir tahun inflasi hanya tambah 2%," ujarnya kepada Sindonews di Jakarta, Sabtu (29/11/2014).
Kenaikan BI Rate yang dilakukan oleh BI pada bulan ini dikhawatirkan akan terjadi kenaikan lagi seiring kenaikan suku bunga di Amerika Serikat (AS).
"Kalau sekarang naik, nanti saya khawatir harga suku bunga di AS naik (refunding off). Nanti kita naikkan suku bunga lagi," katanya.
Menurutnya, kenaikan suku bunya terus-menerus akan tidak baik dan berdampak ke sektor riil yang mengakibatkan sektor produktif tidak berjalan.
"Kalau naik lagi ke sektor riil tidak bagus, sektor produktif nanti tidak akan jalan. Perlu dicari momentum agar BI Rate ke depannya tidak dinaikkan lagi. Kalau bunga mahal orang tidak mau meminjam kredit," pungkas dia.
Menurutnya, berdasarkan situasi yang ada justru suku bunga BI sudah masih lebih tinggi dari negara-negara lain.
"Kalau melihat situasinya sekarang suku bunga kita masih lebih tinggi dari negara lain. Sebenarnya tidak perlu dinaikkan apalagi prediksi akhir tahun inflasi hanya tambah 2%," ujarnya kepada Sindonews di Jakarta, Sabtu (29/11/2014).
Kenaikan BI Rate yang dilakukan oleh BI pada bulan ini dikhawatirkan akan terjadi kenaikan lagi seiring kenaikan suku bunga di Amerika Serikat (AS).
"Kalau sekarang naik, nanti saya khawatir harga suku bunga di AS naik (refunding off). Nanti kita naikkan suku bunga lagi," katanya.
Menurutnya, kenaikan suku bunya terus-menerus akan tidak baik dan berdampak ke sektor riil yang mengakibatkan sektor produktif tidak berjalan.
"Kalau naik lagi ke sektor riil tidak bagus, sektor produktif nanti tidak akan jalan. Perlu dicari momentum agar BI Rate ke depannya tidak dinaikkan lagi. Kalau bunga mahal orang tidak mau meminjam kredit," pungkas dia.
(izz)
Lihat Juga :