Emas Terkoreksi Pasca Menguat Terbesar Satu Hari

Selasa, 02 Desember 2014 - 09:57 WIB
Emas Terkoreksi Pasca...
Emas Terkoreksi Pasca Menguat Terbesar Satu Hari
A A A
SINGAPURA - Harga emas global terkoreksi setelah mencatat kenaikan terbesar satu hari dalam lebih dari satu tahun karena investor menimbang prospek menguatnya USD terhadap naiknya harga minyak. Begitu jugaperak, platinum dan paladium juga turun.

Logam mulia untuk pengiriman segera turun 0,7% menjadi USD1.203,45 per ons, dan diperdagangkan di USD1.205,47 pada pukul 08.55 di Singapura. Logam mulia kemarin menguat ke USD1.221,43, level tertinggi sejak 30 Oktober setelah naik dari koreksi tiga pekan di USD1.142,88 karena sejumlah investor mengakhiri spekulasi pada harga lebih rendah.

Emas naik 3,8% kemarin, terbesar sejak September 2013 karena harga minyak mentah pulih dari level terendah lima tahun dan USD jatuh dari level tertinggi sejak 2009. Indeks USD menguat 8,3% sepanjang tahun ini di tengah harapan bahwa Federal Reserve akan mulai menaikkan suku bunganya pada tahun depan, sehingga melukai daya tarik emas.

Aset emas di SPDR Gold Trust menyusut 10% sepanjang tahun ini ke level terendah dalam enam tahun terakhir.

"USD masih menjadi mata uang yang disukai dan dapat memberikan sentimen terbesar bagi emas. Namun, dalam jangka pendek hanya memberikan sedikit kekuatan," kata analis HSBC Securities (USA) Inc James Steel seperti dilansir dari Bloomberg, Selasa (2/12/2014).

Emas turun untuk bulan ketiga pada November karena Fed makin dekat untuk menaikkan suku bunganya. Sementara bank sentral lain menambah stimulus dan mendorong penguatan USD. Para pembuat kebijakan di Bank Sentral Eropa dan Inggris akan bertemu pada 4 Desember 2014.

Sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) diperdagangkan mendekati USD70 per barel karena investor menimbang keputusan OPEC untuk membiarkan pasar mengekang kelebihan pasokan global.

Emas di Comex New York untuk pengiriman Februari turun 1,2% menjadi USD1.203,90 per ons setelah kemarin naik ke USD1.221, tertinggi sejak 29 Oktober. Kontrak berjangka paling aktif merosot kemarin menuju penurunan tiga pekan di USD1.141,70 setelah para pemilih di Swiss menolak rencana bank sentral mereka untuk meningkatkan aset emas.

Sementara perak untuk pengiriman segera turun 0,8% menjadi USD16,3214 per ons, setelah rebound kemarin dari level terendah lima tahun di USD14,4235, kenaikan terbesar sejak Januari 2012. Spot platinum terkoreksi 1,2% menjadi USD1.224,88 per ons dan palladium turun 0,4% menjadi USD803,25 per ons.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
10 Negara Penghasil...
10 Negara Penghasil Emas Terbesar di Dunia, Termasuk Indonesia
Negara-Negara Penghasil...
Negara-Negara Penghasil Harta Karun Emas Terbesar di Dunia
Harga Emas Diramal akan...
Harga Emas Diramal akan Tembus Rp2,1 Juta per Gram
Jeblok Lagi, Harga Emas...
Jeblok Lagi, Harga Emas Antam Turun Rp4.000 per Gram
Awal Pekan Harga Si...
Awal Pekan Harga Si Kuning Mager dari Level Rp929.000 per Gram
Naik Rp3.000, Harga...
Naik Rp3.000, Harga Emas Nangkring di Level Rp932.000 per Gram
Berita Terkini
Jebakan Ilusi PDB, Mantan...
Jebakan Ilusi PDB, Mantan Menkeu Fuad Bawazier Ungkap Fakta di Balik Utang RI Rp8.000 Triliun
5 menit yang lalu
AKPY-BPDP Latih Pekebun...
AKPY-BPDP Latih Pekebun Sawit di Paser Tingkatkan Nilai Jual TBS
7 menit yang lalu
Minat Berkurang, Harga...
Minat Berkurang, Harga Patokan Ekspor Emas Turun di Periode Juli 2026
2 jam yang lalu
Mendorong Penerapan...
Mendorong Penerapan Ekonomi Sirkular di Industri Sawit
2 jam yang lalu
Marketing CoE Danantara,...
Marketing CoE Danantara, Jasa Marga Jadi Mentor Pengelolaan Command Center
4 jam yang lalu
Kilau Emas Kembali Lagi...
Kilau Emas Kembali Lagi usai Menguat Rp8 Ribu, Buyback Naik Rp16.000 per Gram
4 jam yang lalu
Infografis
Perburuan Sepatu Emas...
Perburuan Sepatu Emas Piala Dunia 2026: Messi Dihantui Haaland dan Mbappe!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved