Transaksi Saham di Sulsel Capai Rp6,6 Triliun
Kamis, 04 Desember 2014 - 20:35 WIB
Transaksi Saham di Sulsel Capai Rp6,6 Triliun
A
A
A
MAKASSAR - Investasi saham dengan memanfaatkan jasa perusahaan sekuritas terus bertumbuh di Sulawesi Selatan (Sulsel)., seiring dengan gencarnya dilakukan edukasi ke masyarakat akan keuntungan berinvestasi di pasar modal.
Kondisi ini tentunya menjadi hal menggembirakan, apalagi beberapa perusahaan tidak saja skala nasional maupun lokal di Sulsel sudah ikut listing di pasar bursa saham. Sehingga membuka kesempatan bagi warga Sulsel memiliki saham di beberapa perusahana besar, sesuai dengan minat mereka berinvestasi.
Kepala Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Makassar Fahmin Amirullah menjelaskan, dari tahun ke tahun peningkatan jumlah investor pasar modal di Sulsel terus membaik, dimana tahun ini saja hingga Oktober tercatat sekitar 4.329 investor dari total investor sebanyak 446.808 investor secara nasional.
Jumlah tersebut, kata dia, meningkat dibandingkan tahun lalu dengan periode yang sama di kisaran 3.930 investor dengan prediksi kenaikan sekitar 10%.
“Kalau melihat return investasi dari tahun ke tahun meningkat cukup baik, sehingga membuat investor asing melirik pasar modal Indonesia sebagai tempat membiakkan dana mereka,” jelasnya, Kamis (4/12/2014).
Fahmin menuturkan, dari jumlah transaksi sampai dengan November tercatat sekitar Rp6,6 triliun dengan asumsi rata-rata transaksi di kisaran Rp600 miliar perbulan, dimana jumlah ini meningkat dari tahun lalu di kisaran Rp500 miliar.
Saat ini, secara nasional total perusahaan yang melantai di bursa saham mencapai 501 emiten atau perusahaan terbuka (Tbk), khusus di Sulsel sampai saat ini baru ada tiga yang listing yakni, PT Vale, PT Antam Tbk dam PT GMTD.
“Sebenarnya potensi penduduk Sulsel mencapai 8,3 juta cukup besar, dari jumlah itu baru sekitar 1% masyarakat Sul Sel memanfaatkan potensi investasi di pasar Modal sebagai alternatif investasinya,”ujarnya.
Dia menjelaskan, masyarakat Sulsel memang lebih condong ke investasi perdagangan yang sifatnya riil atau jual beli barang fisik.
Disisi lain, terkait kinerja nasional sepanjang 2014 sampai akhir Oktober 2014 ini IHSG sudah mengalami kenaikan sekitar 19,08% dari 4.274,18 poin, dibandingkan akhir Desember 2013 menjadi 5.089,55 per 31 Oktober 2014.
"Peningkatan IHSG kita ini melampaui bursa Singapura yang naik hanya 3,37% atau Malaysia yang hanya naik 0,23%,” katanya.
Atas kondisi itu, baru-baru ini pasar modal mencatatkan dua rekor MURI dengan menciptakan 88.397 investor baru dan rekor mengumpulkan investor baru secara bersama-sama hingga jumlah 5.066 investor baru beberapa waktu lalu.
Kondisi ini tentunya menjadi hal menggembirakan, apalagi beberapa perusahaan tidak saja skala nasional maupun lokal di Sulsel sudah ikut listing di pasar bursa saham. Sehingga membuka kesempatan bagi warga Sulsel memiliki saham di beberapa perusahana besar, sesuai dengan minat mereka berinvestasi.
Kepala Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Makassar Fahmin Amirullah menjelaskan, dari tahun ke tahun peningkatan jumlah investor pasar modal di Sulsel terus membaik, dimana tahun ini saja hingga Oktober tercatat sekitar 4.329 investor dari total investor sebanyak 446.808 investor secara nasional.
Jumlah tersebut, kata dia, meningkat dibandingkan tahun lalu dengan periode yang sama di kisaran 3.930 investor dengan prediksi kenaikan sekitar 10%.
“Kalau melihat return investasi dari tahun ke tahun meningkat cukup baik, sehingga membuat investor asing melirik pasar modal Indonesia sebagai tempat membiakkan dana mereka,” jelasnya, Kamis (4/12/2014).
Fahmin menuturkan, dari jumlah transaksi sampai dengan November tercatat sekitar Rp6,6 triliun dengan asumsi rata-rata transaksi di kisaran Rp600 miliar perbulan, dimana jumlah ini meningkat dari tahun lalu di kisaran Rp500 miliar.
Saat ini, secara nasional total perusahaan yang melantai di bursa saham mencapai 501 emiten atau perusahaan terbuka (Tbk), khusus di Sulsel sampai saat ini baru ada tiga yang listing yakni, PT Vale, PT Antam Tbk dam PT GMTD.
“Sebenarnya potensi penduduk Sulsel mencapai 8,3 juta cukup besar, dari jumlah itu baru sekitar 1% masyarakat Sul Sel memanfaatkan potensi investasi di pasar Modal sebagai alternatif investasinya,”ujarnya.
Dia menjelaskan, masyarakat Sulsel memang lebih condong ke investasi perdagangan yang sifatnya riil atau jual beli barang fisik.
Disisi lain, terkait kinerja nasional sepanjang 2014 sampai akhir Oktober 2014 ini IHSG sudah mengalami kenaikan sekitar 19,08% dari 4.274,18 poin, dibandingkan akhir Desember 2013 menjadi 5.089,55 per 31 Oktober 2014.
"Peningkatan IHSG kita ini melampaui bursa Singapura yang naik hanya 3,37% atau Malaysia yang hanya naik 0,23%,” katanya.
Atas kondisi itu, baru-baru ini pasar modal mencatatkan dua rekor MURI dengan menciptakan 88.397 investor baru dan rekor mengumpulkan investor baru secara bersama-sama hingga jumlah 5.066 investor baru beberapa waktu lalu.
(gpr)
Lihat Juga :