OJK Dorong Penerbitan Obligasi Daerah

Jum'at, 05 Desember 2014 - 08:48 WIB
OJK Dorong Penerbitan...
OJK Dorong Penerbitan Obligasi Daerah
A A A
JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) menjalin kerja sama strategis untuk mendorong penerbitan obligasi daerah. Pada tahap awal kedua belah pihak sepakat untuk meminimalisasi hambatan penerbitan obligasi daerah.

Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D Hadad mengakui, saat ini masih ada kendala bagi pemerintah daerah dalam menerbitkan obligasi daerah. Di antaranya adalah regulasi pasar modal yang mengharuskan audit oleh auditor publik terdaftar. “Sementara, selama ini keuangan pemda diaudit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Memang masih ada beberapa kendala,” ucap dia kepada wartawan di Jakarta kemarin.

Dia menjelaskan, demi mengatasi kendala-kendala tersebut. Pihaknya akan duduk bersama dengan semua stakeholders. Sehingga dalam waktu dekat sudah ada penyelesaiannya. Sehingga, pemerintah daerah bisa menerbitkan obligasi daerah untuk membiayai pembangunan infrastruktur di daerah masing-masing.

Sebagai tahap awal, pihaknya menggandeng DPD untuk menyosialisasikan manfaat dari penerbitan obligasi daerah. Karena, informasi yang didapatkan oleh pemerintah daerah untuk mengakses pembiayaan swasta masih belum lengkap dan utuh. Khususnya, terkait dengan jenis-jenis pembiayaan alternatif beserta persyaratan dan prosedurnya.

Ketua DPD Irman Gusman mengatakan, akses kota dan kabupaten terhadap pembiayaan infrastruktur masih sangat terbatas. Salah satu alasannya karena pinjaman perbankan untuk pembiayaan infrastruktur di kota/daerah belum mencapai tingkatyangdiharapkan. Sampai saat ini baru Jawa Barat yang siap meluncurkan obligasi daerah untuk membiayai pembangunan bandara internasional.

Dia mengungkapkan, ada beberapa faktor yang menyebabkan sulitnya kota dan kabupaten mengakses pembiayaan infrastruktur. Mulai dari faktor internal seperti kapasitas pengelolaan keuangan kota, desentralisasi fiskal yang masih setengah hati, serta faktor regulasi seperti sulitnya pengadaan lahan dan izin berinvestasi.

Begitu pun faktor eksternal seperti sedikitnya minat pemodal untuk berinvestasi. Irman menambahkan, dari seluruh kota yang ada di 34 Propinsi di Indonesia, sekitar 10 pemerintah daerah telah melakukan proses pemeringkatan status kelayakan kredit. Padahal, status dan peringkat kelayakan kredit merupakan salah satu syarat utama yang diperlukan dalam mengakses pembiayaan dari pihak swasta. Terutama, dalam penerbitanobligasidaerah.

“Saya berharap tahun depan sudah ada daerah yang menerbitkan obligasi daerah,” ucap dia. Apalagi, lebih dari 70% laporan keuangan pemda mendapatkan opini wajar tanpa pengecualian (WTP). Hal itu tentunya menjadi modal bagi pemda dalam menerbitkan obligasi. “Demi mempercepat pertumbuhan ekonomi di daerah. Sehingga, pemerintah daerah tidak lagi hanya mengandalkan kucuran dari pemerintah pusat dalam membiayai pembangunan infrastruktur,” tambah Irman.

Hermansah
(bbg)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BCA Kolaborasi Jurnalis...
BCA Kolaborasi Jurnalis Ekobis Makassar Kirim Bantuan ke Sulbar
Berita Terkini
Perkuat Daya Saing Industri...
Perkuat Daya Saing Industri Wellness dan Beauty Nasional Mendunia, BRI Dukung BWB Expo 2026 di Bali
1 jam yang lalu
Menkeu Purbaya Tegaskan...
Menkeu Purbaya Tegaskan Fiskal Bukan Tumbal Agar Ekonomi RI Tumbuh Cepat
2 jam yang lalu
Bunga Mulai 1,75%! BRI...
Bunga Mulai 1,75%! BRI KPR Hadirkan Solusi Paling Ringan untuk Miliki Rumah Impian
2 jam yang lalu
Danantara Bantah Isu...
Danantara Bantah Isu Pemilik Tabungan Rp3 Miliar Wajib Beli Patriot Bond
2 jam yang lalu
Pertamina Akselerasi...
Pertamina Akselerasi Transisi Energi Melalui Program Dekarbonisasi dan Bisnis Rendah Karbon
3 jam yang lalu
IFG Life Beri Proteksi...
IFG Life Beri Proteksi 10 Ribu Pelari di Ajang Yellow Run 2026
3 jam yang lalu
Infografis
Ragam Tradisi Menyambut...
Ragam Tradisi Menyambut Bulan Ramadan di Berbagai Daerah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved