Industri Reksa Dana Akhir Tahun Masih Menguat
Jum'at, 05 Desember 2014 - 10:39 WIB
Industri Reksa Dana Akhir Tahun Masih Menguat
A
A
A
JAKARTA - PT Infovesta Utama Optimistis bahwa industri reksa dana di akhir tahun ini masih dapat menguat dibanding akhir November.
Riset analis PT Infovesta Utama Yosua Zisokhi mengatakan, penguatan tersebut terutama terjadi di pasar saham karena didorong oleh aksi window dressing.
"Namun memang pasar reksa dana, baik saham, campuran maupun pendapatan tetap memiliki tantangan dari kenaikan inflasi akibat imbas pengurangan subsidi BBM (bahan bakar minyak)," kata dia kepada Sindonews, Jumat (5/12/2014).
Menurut dia, jika inflasi kembali meningkat dan Bank Indonesia (BI) kembali mengerek tingkat suku bunga (BI rate), maka ada peluang terjadi koreksi dari ketiga jenis reksa dana tersebut.
Kendati demikian, aksi window dressing di akhir tahun dapat mendorong pasar saham untuk kembali menguat. Sentimen-sentimen tersebut juga akan mempengaruhi kinerja reksa dana.
Infovesta memproyeksikan imbal hasil (return) reksa dana hingga akhir tahun ini untuk reksa dana saham sekitar 22,8%-25,8%, reksa dana campuran sekitar 15,4%-18%, dan reksa dana pendapatan tetap sekitar 5,8%-8,3%.
Sementara untuk Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih memiliki potensi untuk menyentuh level 5.340 pada penghujung tahun ini seiring membaiknya kondisi ekonomi dan politik di Tanah Air.
"Potensi tersebut terkait sentimen mulai kembali masuknya dana asing ke pasar saham dan obligasi Indonesia yang mengisyaratkan kondisi ekonomi-politik negeri ini mulai stabil," ujar dia.
Riset analis PT Infovesta Utama Yosua Zisokhi mengatakan, penguatan tersebut terutama terjadi di pasar saham karena didorong oleh aksi window dressing.
"Namun memang pasar reksa dana, baik saham, campuran maupun pendapatan tetap memiliki tantangan dari kenaikan inflasi akibat imbas pengurangan subsidi BBM (bahan bakar minyak)," kata dia kepada Sindonews, Jumat (5/12/2014).
Menurut dia, jika inflasi kembali meningkat dan Bank Indonesia (BI) kembali mengerek tingkat suku bunga (BI rate), maka ada peluang terjadi koreksi dari ketiga jenis reksa dana tersebut.
Kendati demikian, aksi window dressing di akhir tahun dapat mendorong pasar saham untuk kembali menguat. Sentimen-sentimen tersebut juga akan mempengaruhi kinerja reksa dana.
Infovesta memproyeksikan imbal hasil (return) reksa dana hingga akhir tahun ini untuk reksa dana saham sekitar 22,8%-25,8%, reksa dana campuran sekitar 15,4%-18%, dan reksa dana pendapatan tetap sekitar 5,8%-8,3%.
Sementara untuk Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih memiliki potensi untuk menyentuh level 5.340 pada penghujung tahun ini seiring membaiknya kondisi ekonomi dan politik di Tanah Air.
"Potensi tersebut terkait sentimen mulai kembali masuknya dana asing ke pasar saham dan obligasi Indonesia yang mengisyaratkan kondisi ekonomi-politik negeri ini mulai stabil," ujar dia.
(izz)
Lihat Juga :