Ini Sebab Harga Gas LNG Lebih Tinggi

Jum'at, 05 Desember 2014 - 18:49 WIB
Ini Sebab Harga Gas...
Ini Sebab Harga Gas LNG Lebih Tinggi
A A A
JAKARTA - Senior Executive Officer (SEO) PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGAS) Ridha Ababil mengatakan, untuk bisnis transportasi yang paling menguntungkan adalah dengan menggunakan Liquid Natural Gas (LNG). Akan tetapi biaya produksi LNG tersebut masih tinggi dibandingkan gas bumi.

"LNG karena jaraknya jauh jadi biaya transportasi besar, ada biaya dari gas bumi dicairkan, lalu diangkut dulu ke LNG carier, masuk ke regasifikasi ada biaya, masuk ke pipa ada biaya lagi untuk biaya transportasi ke distribusi. Harga gas LNG hampir dua kali lipat dari harga gas bumi yang biasa kita jual," ujarnya dalam acara Sarasehan Wartawan Pasar Modal di Bandung, Jawa Barat, Jumat (5/12/2014).

Dia mengungkapkan, pasokan gas yang ada di Pulau Jawa dan Sumatera tidak mencukupi karena ketersediaan gas yang semakin menipis. Oleh karena itu harus ada sumber gas bumi lain.

"Peningkatan konsumsi gas bumi mau tidak mau harus melibatkan sumber gas yang ada di timur Indonesia karena kondisi Pulau Jawa dan Sumatera sudah mengalami penurunan, dalam 5-6 tahun kedepan jangka kontrak kami habis," katanya.

Dia menambahkan, saat ini pasokan gas tidak cukup sedangkan kebutuhan gas meningkat. "Pasokam gas tidak cukup, kebutuhan gas meningkat. Sulit dapatkan sampai saat ini belum pernah 100-200 juta kubik perhari. Di Indonesia timur harga cukup untuk potensi pasokan gas namun karena jarak jauh kita tidak bisa bangun pipa, 2.000-3.000 km masih bisa pakai pipa gas, lebih dari itu LNG," pungkasnya.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Gandeng Badak LNG, PGN...
Gandeng Badak LNG, PGN Kerja Sama Kembangkan Bisnis LNG
Teken PJB, Kayan LNG...
Teken PJB, Kayan LNG Bakal Pasok LNG untuk PGN
Amankan Pasokan LNG,...
Amankan Pasokan LNG, PGN Sepakati Kontrak dengan Donggi-Senoro LNG
Dukung Transisi Energi,...
Dukung Transisi Energi, Pertagas Niaga dan Reethau Kerjasama Regasifikasi LNG di Kaltim
Sidang Fakta Perkara...
Sidang Fakta Perkara Impor LNG Tegaskan Hari Karyuliarto Tidak Terlibat Keputusan yang Dipersoalkan
Respons Diskusi KPK,...
Respons Diskusi KPK, Kuasa Hukum Hari Karyuliarto Tolak Narasi Kasus LNG.
Berita Terkini
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
3 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
3 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
3 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
4 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
5 jam yang lalu
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
5 jam yang lalu
Infografis
Virus Hanta Merebak!...
Virus Hanta Merebak! Ini 5 Gejalanya yang Perlu Diwaspadai
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved