Bangun Kilang Baru, Kilang LNG Badak Jangan Dilupakan

Rabu, 09 Desember 2020 - 13:00 WIB
loading...
Bangun Kilang Baru,...
Pemerintah diminta meninjau kembali status PT Badak LNG sebagai perusahaan non-profit untuk menjaga kelangsungan hidup Kilang LNG Badak. Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Pemerintah diminta tidak melupakan nasib Kilang LNG Badak di tengah tingginya perhatian untuk mewujudkan lahirnya kilang-kilang baru di Indonesia. Turunnya permintaan gas dunia berpotensi mengancam kelangsungan hidup kilang di Kalimantan Timur yang dibangun tahun 1974 itu.

Pengamat energi Sofyano Zakaria khawatir, luputnya perhatian pemerintah terhadap Kilang LNG Badak dapat menyebabkan tutupnya salah satu kilang LNG terbesar didunia tersebut. Kilang di Kalimantan Timur tersebut menghasilkan 22,5 juta metrik ton LNG per tahun. Kilang LNG Badak adalah kilang milik negara yang pengelolaannya diserahkan kepada PT Badak LNG.

(Baca Juga: Luhut: Masa Depan Bisnis Migas Ada di Kilang & Petrokimia)

Terlepas dari itu, kinerja Kilang LNG Badak tergolong sangat efisien. Kilang LNG badak hanya butuh biaya USD0,35-0,5 sen per MMBTU. Hal ini telah diakui dunia paling efisien dengan harga jual USD6 per MMBTU di dalam negeri.

"Di tengah gencarnya Pemerintahan Joko Widodo membangun kilang BBM baru di negeri ini, nasib Kilang LNG Badak juga tetap harus mendapat perhatian serius dari pemerintah," ujar Sofyano di Jakarta, Rabu (9/12/2020).

Dengan turunnya permintaan gas dunia, kata Direktur Pusat Studi Kebijakan Publik (Puskepi) tersebut, maka sudah saatnya pemerintah memikirkan ulang status PT Badak LNG dari non-profit company menjadi perusahaan yang mengejar laba. Diketahui, PT Badak LNG adalah sebuah perusahaan yang dinyatakan non-profit company atau perusahaan nirlaba.

Harapannya, agar perusahaan ini bisa dan mampu merawat dan menjaga keberlangsungan kilang LNG itu. "Utilisasi kilang ini sudah lama jauh di bawah kapasitasnya. Saat ini hanya sekitar 25% karena demand gas turun. Apalagi dengan telah beroperasinya terminal LNG di Singapura yang lebih efisien, ini sangat besar pengaruhnya bagi keberadaan dan keberlangsungan Kilang LNG Badak," ujarnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Perkuat Ketahanan Energi,...
Perkuat Ketahanan Energi, PLN EPI Teken 4 Perjanjian Jual Beli Gas dan LNG di IPA Convex 2026
Bahlil Pastikan Tak...
Bahlil Pastikan Tak Ada Pemangkasan Kuota Ekspor Gas KKKS
PGN Amankan Kesepakatan...
PGN Amankan Kesepakatan Strategis Pasokan Gas Bumi di IPA Convex 2026
Bangun Kilang dan Storage,...
Bangun Kilang dan Storage, Bahlil Ungkap Skema Investasi dengan Rusia
Setop Impor Solar, RDMP...
Setop Impor Solar, RDMP Kilang Balikpapan Diresmikan Bulan Ini
Ekspor Gas Rusia ke...
Ekspor Gas Rusia ke China Melonjak 25%, Moskow Perkuat Penetrasi Pasar Asia
ENRG Tegaskan Komitmen...
ENRG Tegaskan Komitmen Transparansi, Kinerja Investasi, dan Prospek Bisnis Berkelanjutan
Kebakaran di Kilang...
Kebakaran di Kilang Dumai Berhasil Diatasi, Tidak Ada Korban
Kilang Pertamina di...
Kilang Pertamina di Dumai Meledak dan Terbakar
Rekomendasi
Tarif Transjabodetabek...
Tarif Transjabodetabek Blok M-Bandara Soetta Disesuaikan, Pramono: Naik Transportasi Lain di Atas Rp100 Ribu
Honda Siap Luncurkan...
Honda Siap Luncurkan 2 Motor Listrik Terbaru Lagi
Presiden Prabowo Terima...
Presiden Prabowo Terima 8 Duta Besar Negara Sahabat di Istana Merdeka
Berita Terkini
Implementasi PP TUNAS...
Implementasi PP TUNAS Harus Bisa Jaga Daya Saing Generasi Muda di Ekonomi Digital
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
BKI dan ASDP Perkuat...
BKI dan ASDP Perkuat Sinergi Keselamatan Kerja Melalui Audit SMK3
Silmy Karim Dicopot...
Silmy Karim Dicopot dari Komisaris Telkom usai Tersangka KPK
DPR Ingatkan Potensi...
DPR Ingatkan Potensi Moral Hazard Penambahan Layer Rokok Ilegal
Merger BUMN Karya Mundur...
Merger BUMN Karya Mundur ke Kuartal IV-2026, BP BUMN Ungkap Alasannya
Infografis
Piala Dunia 2026: Panggung...
Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Messi-Ronaldo dan Lahirnya Era Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved