Dari Terlilit Utang, Kini Sukses Bisnis Rental Mobil Gaul

loading...
Dari Terlilit Utang, Kini Sukses Bisnis Rental Mobil Gaul
Dari Terlilit Utang, Kini Sukses Bisnis Rental Mobil Gaul
Memulai bisnis saat ini bukan lagi soal modal uang, tapi ide dan kreativitas. Ide terbaik yang selalu datang di saat krisis, nampaknya masih terus mendominasi kelahiran entrepreneur baru.

Tersebab kegagalan usaha dan harus melunasi utang sebesar Rp40 juta, justru akhirnya melahirkan bisnis Driver Bdg di Bandung dengan keuntungan rata-rata setiap bulan di kisaran Rp46 juta hingga 78 juta.

“Awalnya usaha ini untuk melunasi utang karena gagal bisnis makanan. Usaha Driver Bdg telah mencetak profit tahun 2013 di angka Rp759 juta,” ujar Aldi Febian Mahabian yang merupakan pemilik dan pendiri jasa Driver Bdg saat dihubungi KORAN SINDO beberapa waktu lalu.

Aldi bercerita pengalaman pahitnya saat mengalami kegagalan bisnis kuliner dan memilih berhenti kuliah untuk melunasi utang. Dengan jujur dia mengisahkan, saat dulu dengan lugunya nekat berhutang kepada beberapa orang dan dikenakan bunga 5% per bulan. Dari uang pinjaman itu, dia pun melakoni berjualan beberapa usaha makanan hanya dalam tempo enam bulan.



”Saya berjualan macam-macam makanan dan hanya bertahan 6 bulan. Bangkrut,” ujar pria 24 tahun yang sempat berkuliah di Universitas Telkom ini. Namun dalam keadaan yang serba terjepit itulah muncul ide bisnisnya yang lain. Tepatnya dia mulai bekerja serabutan sebagai sopir mobil sewaan pada 2011.

Sebagai anak muda yang melek teknologi, maka dia pun mulai menyebarkan kabar pekerjaannya. Hanya dengan bermodalkan jejaring sosial, menyebarlah jasa sewa sopir tampan yang dirintisnya di Bandung.

“Tidak pakai modal, hanya lewat Twitter. Jasa sewa driver yang good looking ,” terangnya. Awal mula rencana bisnisnya ini ketika dia mendengar banyak kritikan masyarakat mengenai kualitas layanan seorang sopir. Berbagai kelemahan sopir mulai dari dandanan kurang rapi hingga lemahnya wawasan selalu menjadi topik bahasan. Dari rasa prihatin tersebut dia melihatnya sebagai peluang usaha.



Dia menekankan layanan yang bersahabat dari seorang sopir sehingga membuat klien nyaman. Komunikasi yang baik dan penampilan sopir yang menarik menjadi salah satu penekanannya. Ternyata pilihan bisnis ini tidak salah karena jumlah wisatawan ke Bandung tidak pernah surut. Bahkan, dari hanya satu orang, usahanya berkembang menjadi jasa penyewaan mobil atau rental.
halaman ke-1 dari 2
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top