Data Tenaga Kerja AS Positif, Emas Global Turun

Senin, 08 Desember 2014 - 09:46 WIB
Data Tenaga Kerja AS...
Data Tenaga Kerja AS Positif, Emas Global Turun
A A A
SINGAPURA - Emas global turun untuk hari ketiga berturut-turut dipicu data tenaga kerja Amerika Serikat (AS) di atas estimasi, sehingga mendorong penguatan dolar AS (USD).

Logam mulia untuk pengiriman segera turun 0,4% menjadi USD1.187,27 per ons, dan diperdagangkan di USD1.189,84 pada pukul 08.49 di Singapura. Logam ini pada 1 Desember merosot ke harga terendah tiga pekan menjadi USD1.142,88 seiring merosotnya harga minyak.

USD menuju penutupan tertinggi sejak 2009 menjelang data kepercayaan konsumen AS pada pekan ini, yang diperkirakan naik ke level tertinggi tujuh tahun. Pada 5 Desember lalu, laporan menunjukkan bahwa jumlah tenaga kerja bertambah 321 ribu pada bulan lalu, yang mendukung Federal Reserve akan menaikkan suku bunga di tengah kebijakan Eropa, Jepang dan China meningkatkan stimulus untuk memacu pertumbuhan.

"Kami menduga bahwa emas kemungkinan mengalami kondisi paling rentan selama tiga sampai enam bulan ke depan, yaitu ketika kita melihat kemungkinan kenaikan suku bunga tertinggi menyapu kenaikan USD," kata analis INTL FCStone Inc Edward Meir seperti dilansir dari Bloomberg, Senin (8/12/2014).

Menurut dia, terkoreksinya harga energi akan menurunkan ekspektasi inflasi dan meningkatkan suku bunga riil, sehingga akan menyebabkan investor berhati-hati terhadap potensi kenaikan harga emas.

Emas telah turun lebih dari 1% sepanjang tahun ini karena The Fed mengakhiri program pembelian aset. Harga minyak mentah di New York dan London berada di posisi terendah lima tahun lantaran produksi minyak Amerika Serikat mengalami laju tertinggi dan Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak OPEC) tidak mengambil tindakan untuk mengurangi kelebihan pasokan.

Kontrak berjangka di Comex New York untuk pengiriman Februari berada di USD1.189,50 per ons dari posisi pada 5 Desember di USD1.190,40.

Sementara harga perak untuk pengiriman segera turun 0,8% menjadi USD16,1567 per ons, level terendah sejak 2 Desember di USD16,2342. Spot platinum diperdagangkan pada USD1.224,13 per ons dari posisi akhir pekan lalu USD1.223, dan paladium naik 0,3% menjadi USD804,13 per ons.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
10 Negara Penghasil...
10 Negara Penghasil Emas Terbesar di Dunia, Termasuk Indonesia
Negara-Negara Penghasil...
Negara-Negara Penghasil Harta Karun Emas Terbesar di Dunia
Harga Emas Diramal akan...
Harga Emas Diramal akan Tembus Rp2,1 Juta per Gram
Jeblok Lagi, Harga Emas...
Jeblok Lagi, Harga Emas Antam Turun Rp4.000 per Gram
Awal Pekan Harga Si...
Awal Pekan Harga Si Kuning Mager dari Level Rp929.000 per Gram
Naik Rp3.000, Harga...
Naik Rp3.000, Harga Emas Nangkring di Level Rp932.000 per Gram
Berita Terkini
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
8 jam yang lalu
PLN EPI Targetkan Pengembangan...
PLN EPI Targetkan Pengembangan Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Dukung Transisi Energi
9 jam yang lalu
IHSG dan Rupiah Tertekan,...
IHSG dan Rupiah Tertekan, Pasar Uji Kredibilitas Sistem Keuangan Indonesia
9 jam yang lalu
Redam Sentimen Sell...
Redam Sentimen 'Sell Indonesia', Ini Saran dari Ekonom
10 jam yang lalu
Soroti Pelemahan Rupiah,...
Soroti Pelemahan Rupiah, BADKO HMI Jatim Dorong Evaluasi Kebijakan Moneter
11 jam yang lalu
Kanda Dukung Afi Trending...
'Kanda Dukung Afi' Trending Global Jelang Pemilihan Ketum Hipmi
11 jam yang lalu
Infografis
Terinspirasi Perang...
Terinspirasi Perang Revolusi AS, Ribuan Demonstran Turun ke Jalanan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved