PGN Dorong Peningkatan Konsumsi Gas Rumah Tangga

Senin, 08 Desember 2014 - 11:01 WIB
PGN Dorong Peningkatan...
PGN Dorong Peningkatan Konsumsi Gas Rumah Tangga
A A A
BANDUNG - PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) akan berupaya mendorong peningkatan konsumsi gas dalam rumah tangga.

Hal itu dilakukan dengan cara meningkatkan konsumsi gas rumah tangga dengan mengaplikasikan gas bumi untuk bahan bakar genset, pemanas air, dan air conditioner (AC). Vice President Corporate Communication Perusahaan Gas Negara (PGN) Ridha Ababil mengatakan, saat ini konsumsi rumah tangga masih kurang dari 2% volume yang terjual ke seluruh pelanggan.

“Karena, konsumsi saat ini masih terbatas dengan konsumsi kebutuhan dapur, dan belum berkembang ke kebutuhan lainnya,” jelasnya saat sarasehan wartawan pasar modal di Bandung akhir pekan lalu. Dia melanjutkan, total biaya rumah tangga tersebut sebesar Rp30.000 dibandingkan dengan harga liquefied petroleum gas (LPG) 12 kilogram yang Rp10.000 per kilogram.

”Harga yang kami tawarkan hanya Rp300 per kilogram LPG,” imbuhnya. Menurutnya, rumah tangga menjadi sasaran perseroan untuk mendekatkan diri kepada masyarakat, agar kegiatan usaha PGN bisa mendapatkan dukungan dari masyarakat. “Kami sadari bahwa perseroan kurang dalam pendekatan masyarakat. Karena, kami terlalu fokus ke industri,” katanya.

Namun, terdapat kendala lain dalam mengembangkan jaringan distribusi tersebut karena keterbatasan pasokan gas dan dalam pengembangan jaringan pipa. Perseroan membutuhkan jaminan pasokan yang mumpuni untuk membiayai pembangunan infrastruktur pipa tersebut.

“Paling jauh yang perseroan alihkan adalah gas dari Sumatera Selatan (Sumsel) kita bawa ke Jawa Barat (Jabar). Tentunya, di sepanjang jalan kita juga memberikan manfaat energi baik bagi masyarakat di wilayah tersebut,” imbuhnya. Selain itu, perseroan mendistribusikan gas dari Gersik ke Singapura dan Gersik ke Kediri.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum Asosiasi Analis Efek Indonesia (AAEI) Haryajid Ramelan mengatakan, harga BBM yang semakin meningkat dan ketersediaan yang semakin menipis harus diantisipasi dengan program dikonversi BBM ke gas. “ini merupakan upaya dalam pencarian alternatif untuk menguntungkan masyarakat, karena melakukan penghematan dari program tersebut,” katanya.

Dia melanjutkan, Indonesia harus memiliki ketahanan energi. Banyak cadangan energi yang sudah dirampas oleh negara lain.

Arsy ani s
(ars)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BCA Kolaborasi Jurnalis...
BCA Kolaborasi Jurnalis Ekobis Makassar Kirim Bantuan ke Sulbar
Berita Terkini
Menhub Dipanggil Menghadap...
Menhub Dipanggil Menghadap Prabowo di Istana, Ada Apa?
1 jam yang lalu
IHSG Ambruk Lagi Sentuh...
IHSG Ambruk Lagi Sentuh Level 5.789 usai Kehilangan 1,91% di Sesi Siang
1 jam yang lalu
Dasco Kasih Bocoran...
Dasco Kasih Bocoran Pemerintah Punya Strategi Khusus Atasi Pelemahan Rupiah
1 jam yang lalu
Saksikan Sore Ini, IG...
Saksikan Sore Ini, IG Live MNC Sekuritas Bersama Danapathi AM: Di Tengah Ketidakpastian, Uang Harus Ke Mana?
3 jam yang lalu
Harga Emas Ambles Rp24...
Harga Emas Ambles Rp24 Ribu Jadi Rp2.689.000 per Gram, Buyback Terjun Bebas Rp92.000
4 jam yang lalu
IHSG Dibuka Terpeselet...
IHSG Dibuka Terpeselet ke Zona Merah, Sentuh 5.899 Ditopang Transaksi Rp1,6 Triliun
5 jam yang lalu
Infografis
Krisis Kepercayaan pada...
Krisis Kepercayaan pada F-35 Dorong Eropa Kembangkan Jet Tempur Gen 6
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved