IHSG Diprediksi Variatif Cenderung Melemah
Selasa, 09 Desember 2014 - 08:25 WIB
IHSG Diprediksi Variatif Cenderung Melemah
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari kedua pekan ini diprediksi akan bergerak variatif (mixed) dengan kecenderungan melemah.
"Indeks akan bergerak di rentang support 5.071 dan resistance 5.215," kata analis teknikal Mandiri Sekuritas Ayyi Achmad Hidayah, Selasa (9/12/2014).
Menurut dia, IHSG diperdagangkan di atas MA 200 harian. Pada perdagangan kemarin, IHSG ditutup terkoreksi ke level 5.144. Pasar saham Amerika Serikat (AS) mendukung pelemahan IHSG.
Pasar saham AS ditutup terkoreksi seiring pelemahan saham-saham di sektor energi. Indeks Dow Jones Industrial Avg tercatat turun 0,59%. Sementara indeks S&P500 melemah sebesar 0,73% pada penutupan perdagangan semalam.
Dari pasar Asia, pergerakan indeks-indeks utama dibuka melemah. Indeks Nikkei 225 di Jepang tercatat turun 0,54%. Sedangkan indeks KOSPI Composite di Korea Selatan terkoreksi 0,43% pada perdagangan pagi ini.
Sementara harga kontrak berjangka (futures) komoditas bergerak mixed. Harga minyak mentah WTI turun 0,29% ke level USD62,87 per barel. Sedangkan harga emas Comex terapresiasi 0,57% ke posisi USD1.201,70 per troi ons.
Dari dalam negeri, Direktorat Jenderal Perbendaharaan Kementerian Keuangan (Kemkeu) mencatat realisasi anggaran subsidi bahan bakar minyak (BBM) hingga akhir Oktober 2014 mencapai Rp228,6
triliun atau 92,7% dari target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2014sebesar Rp246,49 triliun.
Ini artinya, dalam dua bulan terakhir anggaran subsidi BBM yang tersisa tinggal 7,3% atau sekitar Rp18 triliun. Di sisi lain, rendahnya realisasi subsidi BBM akan membantu pemerintah menjaga defisit anggaran.
Per akhir Oktober 2014, defisit anggaran Indonesia mencapai Rp194,1 triliun atau baru sekitar 1,9% dari produk domestik bruto (PDB). Sementara target defisit di APBN-P 2014 mencapai Rp241,5
triliun atau 2,4% dari PDB.
"Indeks akan bergerak di rentang support 5.071 dan resistance 5.215," kata analis teknikal Mandiri Sekuritas Ayyi Achmad Hidayah, Selasa (9/12/2014).
Menurut dia, IHSG diperdagangkan di atas MA 200 harian. Pada perdagangan kemarin, IHSG ditutup terkoreksi ke level 5.144. Pasar saham Amerika Serikat (AS) mendukung pelemahan IHSG.
Pasar saham AS ditutup terkoreksi seiring pelemahan saham-saham di sektor energi. Indeks Dow Jones Industrial Avg tercatat turun 0,59%. Sementara indeks S&P500 melemah sebesar 0,73% pada penutupan perdagangan semalam.
Dari pasar Asia, pergerakan indeks-indeks utama dibuka melemah. Indeks Nikkei 225 di Jepang tercatat turun 0,54%. Sedangkan indeks KOSPI Composite di Korea Selatan terkoreksi 0,43% pada perdagangan pagi ini.
Sementara harga kontrak berjangka (futures) komoditas bergerak mixed. Harga minyak mentah WTI turun 0,29% ke level USD62,87 per barel. Sedangkan harga emas Comex terapresiasi 0,57% ke posisi USD1.201,70 per troi ons.
Dari dalam negeri, Direktorat Jenderal Perbendaharaan Kementerian Keuangan (Kemkeu) mencatat realisasi anggaran subsidi bahan bakar minyak (BBM) hingga akhir Oktober 2014 mencapai Rp228,6
triliun atau 92,7% dari target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2014sebesar Rp246,49 triliun.
Ini artinya, dalam dua bulan terakhir anggaran subsidi BBM yang tersisa tinggal 7,3% atau sekitar Rp18 triliun. Di sisi lain, rendahnya realisasi subsidi BBM akan membantu pemerintah menjaga defisit anggaran.
Per akhir Oktober 2014, defisit anggaran Indonesia mencapai Rp194,1 triliun atau baru sekitar 1,9% dari produk domestik bruto (PDB). Sementara target defisit di APBN-P 2014 mencapai Rp241,5
triliun atau 2,4% dari PDB.
(rna)
Lihat Juga :