Rupiah Melemah Tertekan Menguatnya Ekonomi AS

Selasa, 09 Desember 2014 - 15:36 WIB
Rupiah Melemah Tertekan...
Rupiah Melemah Tertekan Menguatnya Ekonomi AS
A A A
JAKARTA - Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus DW Martowardojo memandang bahwa faktor dominan yang membuat pelemahan rupiah adalah indikator ekonomi Amerika Serikat (AS) yang sudah mulai menunjukan penguatan.

Hal tersebut terlihat dari nilai tukar USD secara global menguat dan membuat mata uang negara lain melemah.

"Jadi faktor itu adalah faktor yang cukup dominan. Kalau faktor dalam negeri yang menjadi perhatian adalah neraca perdagangan. Hal ini karena neraca perdagangan yang sebelumnya defisit mengalami surplus sebesar USD23 juta, " ujar Agus di Jakarta, Selasa (9/12/2014).

Agus berharap, neraca perdagangan ke depan lebih baik daripada kinerja yang telah dicapai saat ini karena neraca perdagangan Indonesia hingga Oktober masih defisit.

"Indonesia harus upayakan agar surplus di perdagangan bisa dipertahankan. Jadi, isu transaksi berjalan yang membaik ini harus dikawal supaya betul-betul ada perbaikan," ujar dia.

Dia melanjutkan, meskipun Indonesia mengalami depresiasi rupiah, namun Indonesia dipandang sebagai negara yang berfundamental baik. Sejak awal tahun hingga 8 Desember 2014, depresiasi rupiah sekitar 1,5%.

Jika dibandingkan negara lain seperti Jepang, selama 11 bulan telah mengalami depresiasi rupiah minimal 11%. Sementara Malaysia sekitar 6,6%, dan Korea sekitar 6,5%.

"Kalau Indonesia masih minimal 1,5%, maka terbilang lebih baik dibandingkan negara lain," ungkap dia.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Rupiah Terlemah Sepanjang...
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp15.526
Wacana Lama Hidup Lagi,...
Wacana Lama Hidup Lagi, Ini Dua Sisi Pentingnya Redenominasi Rupiah
Bikin Gaduh Karena Keliru...
Bikin Gaduh Karena Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Google Harus Tanggung Jawab!
Google Keliru Tampilkan...
Google Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Timbulkan Kegaduhan!
Berita Terkini
Mengulik Alasan di Balik...
Mengulik Alasan di Balik Kenaikan Harga Pertamax: Demi Jaga Investor dan Keuangan
9 menit yang lalu
Tren Paylater Makin...
Tren Paylater Makin Menjangkit, Literasi Keuangan Dinilai Jadi Faktor Penting
58 menit yang lalu
Dikepung Sanksi Barat,...
Dikepung Sanksi Barat, Rusia Malah Cetak Rekor Hampir Semua Warganya Punya Kerjaan!
1 jam yang lalu
Bocoran Isi Kesepakatan...
Bocoran Isi Kesepakatan AS-Iran: Barter Minyak, Aset Triliunan, hingga Senjata Nuklir
4 jam yang lalu
Pendaftaran Program...
Pendaftaran Program Magang ke Jepang Dibuka Kemnaker, Begini Caranya
5 jam yang lalu
Perkuat Rupiah, BI dan...
Perkuat Rupiah, BI dan Bank Sentral China Perdalam Penguatan Transaksi Tanpa Dolar AS
7 jam yang lalu
Infografis
AS Kerahkan 15.000 Prajurit...
AS Kerahkan 15.000 Prajurit dan 100 Jet Tempur Amankan Selat Hormuz
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved