IHSG Diproyeksi pada Kisaran 5.071-5.149
Rabu, 10 Desember 2014 - 08:46 WIB
IHSG Diproyeksi pada Kisaran 5.071-5.149
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ketiga pekan ini diproyeksi masih akan bergerak melemah dan berada pada kisaran support 5.071 dan resistance 5.149.
"IHSG akan bergerak mixed (variatif) dengan kecenderungan melemah," kata analis PT Mandiri Sekuritas Ayyi Achmad Hidayah, Rabu (10/12/2014).
Dia mengatakan, IHSG diperdagangkan di atas MA 200 harian. Pada perdagangan kemarin, IHSG ditutup terkoreksi ke level 5.122. Sementara sentimen dari bursa Amerika Serikat (AS) kembali akan menekan IHSG.
Pasar saham AS ditutup melanjutkan pelemahannya, seperti yang ditunjukkan oleh indeks Dow Jones Industrial Avg dan indeks S&P500 yang masing-masing terkoreksi 0,29% dan 0,02% pada penutupan perdagangan semalam.
Dari pasar Asia, pergerakan pasar saham dipengaruhi pernyataan pemerintah China yang mengatakan pemberian bunga rendah atas obligasi tidak dapat lagi digunakan sebagai jaminan untuk
pinjaman jangka pendek.
Sentimen tersebut membuat indeks Nikkei 225 di Jepang dan indeks KOSPI Composite di Korea Selatan terkoreksi 1,64% serta 0,54% pada perdagangan pagi ini.
Sementara harga kontrak berjangka (futures) komoditas juga terkoreksi. Harga minyak mentah WTI turun 0,66% ke level USD63,40 per barel. Sedangkan harga emas Comex melemah 0,15% ke posisi
USD1.229,80 per troi ons.
Dari dalam negeri, pemerintah akan mengajukan revisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2015 pada Januari 2015. Perubahan sejumlah asumsi makro kemungkinan akan mengubah
banyak pos, baik di sisi penerimaan maupun pengeluaran.
Pemerintah mematok pertumbuhan ekonomi tahun depan sebesar 5,8%, dan akan mengandalkan proyek infrastruktur untuk melecutkan targetnya tersebut. Proyek jalan tol laut dan infrastruktur dasar
diharapkan menggerakkan industri lokal sekaligus memicu investor asing masuk Indonesia.
Itu pula yang membuat anggaran proyek infrastruktur naik dua kali lebih besar menjadi Rp400 triliun di 2015.
"IHSG akan bergerak mixed (variatif) dengan kecenderungan melemah," kata analis PT Mandiri Sekuritas Ayyi Achmad Hidayah, Rabu (10/12/2014).
Dia mengatakan, IHSG diperdagangkan di atas MA 200 harian. Pada perdagangan kemarin, IHSG ditutup terkoreksi ke level 5.122. Sementara sentimen dari bursa Amerika Serikat (AS) kembali akan menekan IHSG.
Pasar saham AS ditutup melanjutkan pelemahannya, seperti yang ditunjukkan oleh indeks Dow Jones Industrial Avg dan indeks S&P500 yang masing-masing terkoreksi 0,29% dan 0,02% pada penutupan perdagangan semalam.
Dari pasar Asia, pergerakan pasar saham dipengaruhi pernyataan pemerintah China yang mengatakan pemberian bunga rendah atas obligasi tidak dapat lagi digunakan sebagai jaminan untuk
pinjaman jangka pendek.
Sentimen tersebut membuat indeks Nikkei 225 di Jepang dan indeks KOSPI Composite di Korea Selatan terkoreksi 1,64% serta 0,54% pada perdagangan pagi ini.
Sementara harga kontrak berjangka (futures) komoditas juga terkoreksi. Harga minyak mentah WTI turun 0,66% ke level USD63,40 per barel. Sedangkan harga emas Comex melemah 0,15% ke posisi
USD1.229,80 per troi ons.
Dari dalam negeri, pemerintah akan mengajukan revisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2015 pada Januari 2015. Perubahan sejumlah asumsi makro kemungkinan akan mengubah
banyak pos, baik di sisi penerimaan maupun pengeluaran.
Pemerintah mematok pertumbuhan ekonomi tahun depan sebesar 5,8%, dan akan mengandalkan proyek infrastruktur untuk melecutkan targetnya tersebut. Proyek jalan tol laut dan infrastruktur dasar
diharapkan menggerakkan industri lokal sekaligus memicu investor asing masuk Indonesia.
Itu pula yang membuat anggaran proyek infrastruktur naik dua kali lebih besar menjadi Rp400 triliun di 2015.
(rna)
Lihat Juga :