Harga Minyak Dunia Terendah dalam Lima Tahun

Rabu, 10 Desember 2014 - 16:09 WIB
Harga Minyak Dunia Terendah...
Harga Minyak Dunia Terendah dalam Lima Tahun
A A A
LONDON - Harga minyak dunia turun ke level terendah dalam lima tahun, kemarin. Penurunan harga minyak terjadi seiring meningkatnya kekhawatiran investor terhadap pertumbuhan global dan melimpahnya pasokan minyak di pasar.

Analis memperkirakan, penurunan harga masih akan berlanjut seiring lemahnya permintaan, melimpahnya pasokan, dan sedikitnya penghentian produksi. Harga minyak yang menjadi patokan pasar AS, West Texas Intermediate (WTI), pada pengiriman bulan Januari turun USD52 sen ke level USD62,53 per barel, sementara minyak Brent yang menjadi patokan Eropa pada periode pengiriman yang sama bertengger di level USD65,5 per barel.

Harga WTI di New York telah tergerus USD2,79 ke level terendahnya sejak akhir Juli 2009, sedangkan Brent di pasar London terpangkashinggaUSD2,88kelevel terendah sejak September 2009. “Tren penurunan harga minyak secara global saat ini diyakini masih berlanjut. Pasar mengakui bahwa tidak akan ada penyeimbangan kembali dalam jangka pendek,” ujar analis dari Citi Futures Tim Evans yang dikutip AFP , kemarin.

Sementara, riset Capital Economics menyebutkan bahwa dalam jangka panjang harga minyak yang rendah berdampak positif bagi ekonomi global, termasuk negara ekonomi berkembang utama seperti China dan India. Namun, hal itu berdampak buruk bagi perekonomian negara produsen seperti Rusia yang memiliki arti penting secara geopolitik.

Lembaga riset yang berbasis di London itu juga menyebutkan bahwa harga minyak masih akan mengalami tekanan ke bawah tahun depan, dengan adanya kemungkinan kembalinya ekspor Iran yang kini masih terkena sanksi, juga menguatnya nilai tukar dolar AS. Dalam jangka yang lebih panjang, harga minyak juga rentan akan penurunan lebih lanjut intensitas minyak dari aktivitas ekonomi di seluruh dunia.

Saham-saham di Eropa juga melemah, setelah anjloknya saham di Asia dan Wall Street pada Senin (8/12). Indeks Eurofirst 300 yang terdiri atas saham-saham Eropa turun 1,3%, tertekan oleh saham-saham energi dan setelah perusahaan grosir Inggris, Tesco, memangkas proyeksi laba tahunan hingga hampir sepertiga. Sejumlah perusahaan energi seperti BP, Tullow Oil, Statoil, dan Repsol, sahamnya turun antara 2% hingga 3,2%.

“Saham-saham Eropa diperdagangkan lebih rendah dan setelah penurunan di Wall Street, saat hanya minyak terus berada di bawah tekanan. Para investor khawatir tidak ada lagi ruang untuk penurunan harga minyak,” ungkap Naeem Aslam, analis Avatrade, dikutip kantor berita Reuters . Indeks saham Gas dan Minyak STOXX Europe 600 mengalami penurunan sektoral terbesar, turun 2,5% setelah minyak Brent turun di bawah USD66 per barel.

“Biasanya, penurunan harga minyak bagus untuk ekonomi dunia dan beberapa sektor dan perusahaan. Meski demikian, penurunan tajam menciptakan kekhawatiran dan guncangan,” ungkap Philippe Gijsels, kepala riset BNP Paribas Fortis Global Markets di Brussels. “Turunnya harga minyak dan harga komoditas secara umum mungkin menunjukkan bahwa pemulihan ekonomi global masih lemah.”

Christian Stocker, strategis di UniCredit di Munich berpendapat, rendahnya harga energi akan mendorong permintaan konsumen dan menguatnya dolar akan meningkatkan dampak positif pada ekspor Eropa. “Proyeksi pendapatan dari sektor yang berorientasi konsumen akan membaik dalam lingkungan ini,” tuturnya.

“Tapi, sektor komoditas seperti sumber daya dasar, minyak, dan gas, tetap dalam tekanan sehingga berdampak pada suplai bahan baku industri penting yakni logam dan minyak.” Indeks saham Nikkei, Tokyo, turun 0,7%, melemah dari level tertinggi dalam tujuh setengah tahun, saat penguatan yen membuat para investor mengambil profit untuk para eksportir.

DiAmerikaSerikat(AS) indeks S&P 500 mengalami hari terburuk sejak 22 Oktober saat penurunan harga minyak memukul saham-saham energi. Saham- saham di bursa Shanghai anjlok lebih dari 5%, dipicu oleh penurunan sektor properti dan keuangan. Ini merupakan penurunan terbesar dalam satu hari sejak Agustus 2009. Dolar turun 0,9% menjadi 119,62 yen, setelah beradapadaleveltertinggidalam tujuh tahun sebesar 121,86.

Yen menguat 1,1% terhadap dolar Australia yang terkait komoditas, setelah berada dalam level terendah dalam empat tahun terhadap dolar AS. “Orang-orang memangkas mata uang dengan yield lebih tinggi yang mereka danai melalui yen yang melemah dan posisi itu kini terbalik,” ungkap Neil Jones, kepala perusahaan lindung nilai FX di bank Mizuho, London.

Dolar menguat setelah laporan Wall Street Journal bahwa para pejabat Bank Sentral AS (Federal Reserve/Fed) mempertimbangkan mencabut jaminan bahwa suku bunga jangka pendek akan tetap mendekati nol untuk waktu tertentu saat rapat kebijakan pada 16-17 Desember mendatang.

Mata uang euro menguat 0,3% menjadi USD1,2354 saat dolar AS melemah terhadap sejumlah mata uang. Yield obligasi pemerintah Jerman 10 tahun, yang menjadi acuan zona euro, turun 2,4 basis poin menjadi 0,70%, jauh di atas rekor terendah. Dolar yang melemah membuat harga emas berada di atas USD1.200 per ons, setelah terakhir naik 0,3% menjadi USD1.206,10.

Adapun, saham-saham di Yunani turun 6,6%, sehari setelah pemerintah mengumumkan akan menggelar pemilu presiden. Saham perbankan Yunani turun tajam, dengan National Bank of Greece turun 8,8% dan Alpha Bank turun 7,9%.

Syarifudin
(ars)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BCA Kolaborasi Jurnalis...
BCA Kolaborasi Jurnalis Ekobis Makassar Kirim Bantuan ke Sulbar
Berita Terkini
PLN Rombak Jajaran Direksi,...
PLN Rombak Jajaran Direksi, Darmawan Masih Dirut dan Tambah Posisi Wadirut
1 jam yang lalu
Akuisisi Aster Jadi...
Akuisisi Aster Jadi Titik Balik Chandra Asri Group, Diversifikasi Bisnis Mulai Dongkrak Kinerja
1 jam yang lalu
62 Juta Barel Minyak...
62 Juta Barel Minyak dari Selat Hormuz Siap Banjiri Kilang Asia
2 jam yang lalu
Menkeu Purbaya: Panda...
Menkeu Purbaya: Panda Bond Indonesia Dapat Dukungan Penuh Bank Sentral China
11 jam yang lalu
Menghadapi Tekanan Ekonomi,...
Menghadapi Tekanan Ekonomi, Agen Asuransi Jiwa Terus Tingkatkan Kapasitas lewat MDRT Day 2026
11 jam yang lalu
7 BUMN Kolaborasi Gelar...
7 BUMN Kolaborasi Gelar Blue Impact, Lestarikan Terumbu Karang dan Berdayakan Masyarakat Pesisir
12 jam yang lalu
Infografis
10 Negara Penguasa Cadangan...
10 Negara Penguasa Cadangan Logam Tanah Jarang Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved