Saudi Pertanyakan Pemangkasan Produksi, Harga Minyak Naik

Kamis, 11 Desember 2014 - 10:33 WIB
Saudi Pertanyakan Pemangkasan...
Saudi Pertanyakan Pemangkasan Produksi, Harga Minyak Naik
A A A
MELBOURNE - Harga minyak mentah global jenis brent dan West Texas Intermediate (WTI) naik pasca terkoreksi terendah sejak Juli 2009.

Hal itu terjadi setelah Arab Saudi mempertanyakan perlunya pemangkasan produksi, sehingga memperkuat spekulasi bahwa produsen terbesar di Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) tersebut akan mempertahankan pangsa pasar.

OPEC memprediksi, permintaan global minyak mentah dari OPEC akan jatuh sekitar 300 ribu barel per hari (bph) menjadi 28,9 juta pada tahun depan.

Masuknya minyak ke dalam tren penurunan karenan tiga anggota terbesar OPEC menawarkan diskon ekspor ke Asia. Kelompok, yang memasok sekitar 40% dari minyak mentah dunia tersebut memutuskan mengurangi kuota produksi pada pertemuan bulan lalu, termasuk Amerika Serikat yang memproduksi minyak pada laju tercepat dalam lebih dari tiga dekade terakhir.

Brent berjangka naik 1,1% di London, sedangkan WTI di New York meningkat 1,2%.

"Harga minyak mentah akan terus diperdagangkan pada posisi terendah. Ada masalah dengan pasokan dan OPEC tidak akan memangkas, sedangkan AS akan terus memproduksi minyak," kata Kepala Investasi di Ayers Alliance Securities Jonathan Barratt seperti dilansir Bloomberg, Kamis (11/12/2014).

Brent di London ICE Futures Europe Exchange untuk pengiriman Januari naik 71 sen menjadi USD64,95 per barel dan berada di USD64,78 pada pukul 13.26 siang waktu Sydney. harga itu turun USD2,60 dibanding kemarin USD64,24.

Premi minyak mentah patokan Eropa ini terhadap WTI diperdagangkan sebesar USD3,32. Harga brent telah turun 42% sepanjang tahun ini.

Sementara WTI di New York Mercantile Exchange untuk pengiriman Januari naik 72 sen menjadi USD61,66 per barel dibanding kemarin USD60,94. Total volume sekitar 8% di bawah rata-rata 100-hari. Harga WTI telah turun 38% sepanjang tahun ini.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Stok Seret Bikin Harga...
Stok Seret Bikin Harga Minyak Mentah Dunia Terkerek Naik
Amerika Buka Pembatasan,...
Amerika Buka Pembatasan, Harga Minyak Akan Terus Naik
Harga Minyak Ambrol...
Harga Minyak Ambrol 9% dalam Sepekan, Minggu Depan Gimana?
Harga Minyak Mentah...
Harga Minyak Mentah Dunia Melayang Dekati Posisi USD70 Per Barel
OPEC Bakal Jaga Harga...
OPEC Bakal Jaga Harga Minyak Mentah Dunia di Posisi USD70 per Barel
Tumbuh 173%, Komoditas...
Tumbuh 173%, Komoditas Minyak Mentah Jadi Primadona di 2021
Berita Terkini
Harga Emas Dibuka Naik...
Harga Emas Dibuka Naik Rp5 Ribu ke Rp2.743.000 per Gram, Intip Rinciannya
27 menit yang lalu
Marketplace kian Sesak,...
Marketplace kian Sesak, Momentum Baru bagi Pertumbuhan Bisnis Mandiri
58 menit yang lalu
IHSG Hari Ini Dibuka...
IHSG Hari Ini Dibuka Makin Terkapar di Posisi 5.486, Ada 515 Saham Melemah
1 jam yang lalu
Perbandingan Harga BBM...
Perbandingan Harga BBM Pertamina, Shell, Vivo dan BP di Awal Juni 2026
2 jam yang lalu
Libur Sekolah 2026,...
Libur Sekolah 2026, Tarif Angkutan Penyeberangan Diskon Sekitar 21,9%
3 jam yang lalu
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
4 jam yang lalu
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved