Pemerintah Tak Tegas Perusahaan Wajib Bersertifikat ISPO

Jum'at, 12 Desember 2014 - 12:27 WIB
Pemerintah Tak Tegas...
Pemerintah Tak Tegas Perusahaan Wajib Bersertifikat ISPO
A A A
JAKARTA - Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) bidang Lingkungan Hidup dan Perubahan Iklim Shinta Widjaja Kamdani mengatakan, perusahaan yang sampai saat ini belum memiliki sertifikat Indonesian Sustainable Palm Oil System (ISPO) karena pemerintah belum cukup tegas soal itu.

Saat ini, ungkap Shinta, pemerintah sedang menggodok soal ketegasan ISPO untuk perusahaan yang bergerak di bidang perkebunan sawit.

"Jadi, sebenarnya mereka (perusahaan-perusahaan minyak sawit) bukan malas untuk ISPO ya, tapi yang pertama karena awalnya pemerintah belum tegas bahwa harus ada standar. Sekarang mau dibuat ketegasan itu lewat peraturan," ujar Shinta di Jakarta, Jumat (12/12/2014)

Dengan dibuatnya peraturan khusus, menurut dia, perusahaan-perusahaan tersebut nantinya akan wajib untuk memiliki sertifikasi ISPO.

"Jadi mereka akan berpikir bahwa standarisasi ISPO itu harus dijalankan. Maka itu saya katakan, untuk perusahaan yang sudah siap, harus ditegaskan dan peraturan ini siap untuk diimplementasikan, dan bagi mereka yang tidak ikut aturan harus di berikan sanksi," ujarnya.

Kendati demikian, Shinta tak menampik bahwa perusahaan-perusahaan tersebut juga harus diberi dukungan untuk memperoleh sertifikasi tersebut.

Sebagai informasi, ISPO adalah suatu kebijakan yang diambil oleh Kementrian Pertanian dengan tujuan untuk meningkatkan daya saing minyak sawit Indonesia di pasar dunia dan ikut berpartisipasi dalam rangka memenuhi komitmen presiden untuk mengurangi gas rumah kaca serta memberi perhatian terhadap masalah lingkungan.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kebijakan FKPM: Masyarakat...
Kebijakan FKPM: Masyarakat Dilarang Serobot Kebun Inti Perusahaan
Capai 86.832 Hektar,...
Capai 86.832 Hektar, Jawa Barat Provinsi dengan Perkebunan Teh Terluas di Indonesia
Sambut Gelaran Munas...
Sambut Gelaran Munas Kadin, Kendari Siap Perketat Prokes
Bandel Munas Kadin Tetap...
Bandel Munas Kadin Tetap Digelar, Awas Kena Covid!
Akomodir Kepentingan...
Akomodir Kepentingan Daerah, Kadin Jabar Dukung Arsjad Rasjid
Arsyad Rasyid: UMKM...
Arsyad Rasyid: UMKM Lokal Kunci Pembangunan Ekonomi Daerah
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
3 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
4 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
4 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
4 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
5 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
5 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved