IHSG Pekan Depan Diprediksi pada Kisaran 5.095-5.215
Minggu, 14 Desember 2014 - 10:25 WIB
IHSG Pekan Depan Diprediksi pada Kisaran 5.095-5.215
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan pekan depan diprediksi akan berada pada rentang support 5.095-5.140 dan resisten 5.185-5.215.
Kepala Riset PT Woori Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada mengatakan, IHSG membentuk pola belt hold di bawah area upper bollinger band (MBB). MACD tertahan membentuk golden cross dengan histogram negatif yang memanjang. RSI, Stochastic, dan William’s %R gagal melanjutkan pelemahan.
Laju IHSG pada akhir perdagangan pekan ini sempat berada di area target support 5.100-5.150 dan juga sempat berada di area target resisten 5.196-5.215 meski belum dapat menyentuh resisten atas.
Menurut dia, maraknya aksi jual membuat IHSG kehilangan peluang untuk melanjutkan penguatan. Apalagi pelemahan rupiah makin parah, sehingga terus membayangi sentimen negatif di pasar.
“Belum adanya sentimen positif membuat laju IHSG jauh dari zona hijau. Tetap perlu dicermati sentimen-sentimen yang akan datang dan tetap mewaspadai potensi pelemahan lanjutan serta batasi aksi-aksi spekulatif,“ kata dia, Minggu (14/12/2014).
Sementara itu, sejumlah data ekonomi yang patut diperhatikan pada pekan depan dari China, berupa balance of trade, export , import, inflation rate, new yuan loans, industrial production, retail sales, house price index, HSBC manufacturing PMI. Sedangkan dari Australia, RBA meeting’s minutes, Westpac leading index.
Adapun dari Korea Selatan adalah Price Producer Index (PPI), dari Jepang, berupa markit manufacturing PMI, balance of trade, export, import, foreign bond & stock investment, BoJ interest rate. Sementara dari Jerman, markit manufacturing PMI, ZEW economic sentiment index, IFO business climate, IFO current conditions, GFK consumer confidence.
Dari Perancis, data markit manufacturing PMI, business confidence dan Spanyol ada GDP growth rate, inflation, business confidence, markit services PMI, inflation rate. Sedangkan Inggris, ada rilis inflation rate, claimant count change, MPC meeting minutes, retail sales, serta dari Italia, ada balance of trade, industrial orders.
Data dari zona Eropa, yakni balance of trade, ZEW economic sentiment index, inflation rate, construction output, current account. Sementara dari Amerika Serikat (AS), NY Empire state manufacturing index, industrial production, manufacturing production, NAHV housing market index, chain store sales, building permits, housing start, Redbook, MBA mortgage applications, inflation, Fed interest rate decision, initial jobless claims, dan CB leading index.
Adapun saham yang layak dicermati pada perdagangan hari ini, yakni PT Surya Citra Media Tbk (SCMA), PT Express Transindo Utama Tbk (TAXI), PT AKR Corporindo Tbk (AKRA), PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN), PT Central Proteinaprima Tbk (CPRO), PT Visi Media Asia Tbk (VIVA), PT Waskita Karya Tbk (WSKT), PT Pelayaran Tempuran Emas Tbk (TMAS), PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk (ULTJ), PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA), dan PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK).
Kepala Riset PT Woori Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada mengatakan, IHSG membentuk pola belt hold di bawah area upper bollinger band (MBB). MACD tertahan membentuk golden cross dengan histogram negatif yang memanjang. RSI, Stochastic, dan William’s %R gagal melanjutkan pelemahan.
Laju IHSG pada akhir perdagangan pekan ini sempat berada di area target support 5.100-5.150 dan juga sempat berada di area target resisten 5.196-5.215 meski belum dapat menyentuh resisten atas.
Menurut dia, maraknya aksi jual membuat IHSG kehilangan peluang untuk melanjutkan penguatan. Apalagi pelemahan rupiah makin parah, sehingga terus membayangi sentimen negatif di pasar.
“Belum adanya sentimen positif membuat laju IHSG jauh dari zona hijau. Tetap perlu dicermati sentimen-sentimen yang akan datang dan tetap mewaspadai potensi pelemahan lanjutan serta batasi aksi-aksi spekulatif,“ kata dia, Minggu (14/12/2014).
Sementara itu, sejumlah data ekonomi yang patut diperhatikan pada pekan depan dari China, berupa balance of trade, export , import, inflation rate, new yuan loans, industrial production, retail sales, house price index, HSBC manufacturing PMI. Sedangkan dari Australia, RBA meeting’s minutes, Westpac leading index.
Adapun dari Korea Selatan adalah Price Producer Index (PPI), dari Jepang, berupa markit manufacturing PMI, balance of trade, export, import, foreign bond & stock investment, BoJ interest rate. Sementara dari Jerman, markit manufacturing PMI, ZEW economic sentiment index, IFO business climate, IFO current conditions, GFK consumer confidence.
Dari Perancis, data markit manufacturing PMI, business confidence dan Spanyol ada GDP growth rate, inflation, business confidence, markit services PMI, inflation rate. Sedangkan Inggris, ada rilis inflation rate, claimant count change, MPC meeting minutes, retail sales, serta dari Italia, ada balance of trade, industrial orders.
Data dari zona Eropa, yakni balance of trade, ZEW economic sentiment index, inflation rate, construction output, current account. Sementara dari Amerika Serikat (AS), NY Empire state manufacturing index, industrial production, manufacturing production, NAHV housing market index, chain store sales, building permits, housing start, Redbook, MBA mortgage applications, inflation, Fed interest rate decision, initial jobless claims, dan CB leading index.
Adapun saham yang layak dicermati pada perdagangan hari ini, yakni PT Surya Citra Media Tbk (SCMA), PT Express Transindo Utama Tbk (TAXI), PT AKR Corporindo Tbk (AKRA), PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN), PT Central Proteinaprima Tbk (CPRO), PT Visi Media Asia Tbk (VIVA), PT Waskita Karya Tbk (WSKT), PT Pelayaran Tempuran Emas Tbk (TMAS), PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk (ULTJ), PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA), dan PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK).
(rna)
Lihat Juga :