Trimegah Prediksi IHSG Tahun Depan di 5.634
Senin, 15 Desember 2014 - 15:49 WIB
Trimegah Prediksi IHSG Tahun Depan di 5.634
A
A
A
JAKARTA - PT Trimegah Securities memprediksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada 2015 naik menuju level 5.634 dari target posisi akhir tahun ini di kisaran 5.488.
Analis Teknikal PT Trimegah Securities Gina Nasution mengatakan, ada beberapa faktor yang mempengaruhi pasar saham pada tahun depan, diantaranya kenaikan suku bunga Federal Reserve (Fed rate) menjadi 1,125% dari 0,25% dan melemahnya harga minyak dunia yang masih akan berlanjut.
"Untuk setiap penurunan USD1 per barel, akan ada saving budget pemerintah sebesar Rp1,8 triliun dengan asumsi APBN harga minyak USD105 per barel," ujarnya di Jakarta, Senin (15/12/2014).
Proyeksi laju IHSG tahun depan, menurut dia, juga akan didukung kondisi politik dan makro ekonomi tahun depan mulai mereda. Inflasi diperkirakan di level 5%, rupiah diperkirakan menguat ke Rp12.150 dengan risiko jangka panjang Rp13.000 seiring penguatan USD terhadap seluruh mata uang.
Sementara BI rate diperkirakan naik 25 basis poin ke 8% seiring kenaikan suku bunga the Fed.
Sementara saham sektor yang berpotensi positif pada tahun depan masih didominasi saham sektor konstruksi dan infrastruktur sejalan dengan komitmen Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk meggenjot sektor tersebut.
Adapun, sejumlah saham top pick pada tahun depan, diantaranya PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (BJTM), PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG), PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP), PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI), PT Adhi Karya Tbk (ADHI), PT Waskita Karya Tbk (WSKT), PT Summarecon Agung Tbk (SMRA), dan PT Soechi Lines Tbk (SOCI).
"Kinerja mereka telah terbukti out perform IHSG sebesar 14% sejak diluncurkan pada Desember 2013 lalu," jelasnya.
Analis Teknikal PT Trimegah Securities Gina Nasution mengatakan, ada beberapa faktor yang mempengaruhi pasar saham pada tahun depan, diantaranya kenaikan suku bunga Federal Reserve (Fed rate) menjadi 1,125% dari 0,25% dan melemahnya harga minyak dunia yang masih akan berlanjut.
"Untuk setiap penurunan USD1 per barel, akan ada saving budget pemerintah sebesar Rp1,8 triliun dengan asumsi APBN harga minyak USD105 per barel," ujarnya di Jakarta, Senin (15/12/2014).
Proyeksi laju IHSG tahun depan, menurut dia, juga akan didukung kondisi politik dan makro ekonomi tahun depan mulai mereda. Inflasi diperkirakan di level 5%, rupiah diperkirakan menguat ke Rp12.150 dengan risiko jangka panjang Rp13.000 seiring penguatan USD terhadap seluruh mata uang.
Sementara BI rate diperkirakan naik 25 basis poin ke 8% seiring kenaikan suku bunga the Fed.
Sementara saham sektor yang berpotensi positif pada tahun depan masih didominasi saham sektor konstruksi dan infrastruktur sejalan dengan komitmen Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk meggenjot sektor tersebut.
Adapun, sejumlah saham top pick pada tahun depan, diantaranya PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (BJTM), PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG), PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP), PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI), PT Adhi Karya Tbk (ADHI), PT Waskita Karya Tbk (WSKT), PT Summarecon Agung Tbk (SMRA), dan PT Soechi Lines Tbk (SOCI).
"Kinerja mereka telah terbukti out perform IHSG sebesar 14% sejak diluncurkan pada Desember 2013 lalu," jelasnya.
(rna)
Lihat Juga :