Rupiah Loyo, Ini yang Harus Dilakukan Investor dan Pengusaha
Selasa, 16 Desember 2014 - 13:52 WIB
Rupiah Loyo, Ini yang Harus Dilakukan Investor dan Pengusaha
A
A
A
JAKARTA - Pengamat Pasar Modal William Suryawidjaja mengatakan, banyak investor kaget dan tidak siap dengan pelemahan rupiah yang terjadi saat ini.
Menurutnya, kekhawatiran dan sikap kaget para investor tersebut seharusnya tidak berlebihan. Karena, dia percaya pada tahun depan rupiah akan kembali netral.
"Belum, netral saja sih sebenarnya, enggak perlu berlebihan, toh rupiah juga akan netral lagi," ujarnya kepada Sindonews di Jakarta, Selasa (16/12/2014).
William mengungkapkan, selain para investor, para pengusaha seharusnya sudah mulai ancang-ancang mengambil sikap dalam menghadapi pelemahan rupiah ini.
"Mereka harusnya siap. Caranya mungkin salah satunya begini, jika mereka ada utang yang menggunakan dolar, lebih baik pelan-pelan diatur untuk di switch ke rupiah. Biar enggak kelimpungan saat dolar memuncak," ujarnya.
William mengatakan, salah satu contohnya PT Indosat Tbk (ISAT) yang menerapkan sistem switch utang mereka ke mata uang rupiah.
"Indosat itu setahu saya, tahun depan dia sudah mau pelan-pelan melakukan switch utang dari dolar ke rupiah. Nah ini bisa jadi contoh untuk perusahaan-perusahaan lain, supaya mereka enggak panik ketika dolar naik, sedangkan mereka punya utang atau pajak dalam bentuk dolar," tandasnya.
(Baca: Rupiah Siang Ini di Level Rp12.730/USD)
Menurutnya, kekhawatiran dan sikap kaget para investor tersebut seharusnya tidak berlebihan. Karena, dia percaya pada tahun depan rupiah akan kembali netral.
"Belum, netral saja sih sebenarnya, enggak perlu berlebihan, toh rupiah juga akan netral lagi," ujarnya kepada Sindonews di Jakarta, Selasa (16/12/2014).
William mengungkapkan, selain para investor, para pengusaha seharusnya sudah mulai ancang-ancang mengambil sikap dalam menghadapi pelemahan rupiah ini.
"Mereka harusnya siap. Caranya mungkin salah satunya begini, jika mereka ada utang yang menggunakan dolar, lebih baik pelan-pelan diatur untuk di switch ke rupiah. Biar enggak kelimpungan saat dolar memuncak," ujarnya.
William mengatakan, salah satu contohnya PT Indosat Tbk (ISAT) yang menerapkan sistem switch utang mereka ke mata uang rupiah.
"Indosat itu setahu saya, tahun depan dia sudah mau pelan-pelan melakukan switch utang dari dolar ke rupiah. Nah ini bisa jadi contoh untuk perusahaan-perusahaan lain, supaya mereka enggak panik ketika dolar naik, sedangkan mereka punya utang atau pajak dalam bentuk dolar," tandasnya.
(Baca: Rupiah Siang Ini di Level Rp12.730/USD)
(izz)