IHSG Berpotensi Meneruskan Pelemahan

Rabu, 17 Desember 2014 - 07:58 WIB
IHSG Berpotensi Meneruskan...
IHSG Berpotensi Meneruskan Pelemahan
A A A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini diperkirakan berpotensi meneruskan pelemahan karena masih berlanjutnya aksi ambil untung (profit taking).

Kepala Riset PT Woori Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada mengatakan IHSG akan membentuk pola hammer berada di area lower bollinger band (LBB). MACD cenderung melemah setelah terbentuk death gross dengan histogram negatif yang memanjang. RSI, Stochastic, dan William’s %R cenderung melemah.

Menurut dia, laju IHSG kembali meninggalkan utang gap di 5.126-5.150. Meski menawarkan peluang investasi menarik, terutama dari posisinya yang berada di level yang cukup rendah, namun belum didukung olah sentimen yang ada dimana rupiah masih melanjutkan terdepresiasi.

"Untuk itu, perlu juga waspada akan terjadinya pelemahan lanjutan seiring masih berlanjutnya potensi profit taking," kata dia, Rabu (17/12/2014).

Dia memperkirakan, IHSG akan berada pada rentang support 5.089-5.099 dan resisten 5.115-5.130. Laju IHSG kemarin gagal mendekati target resisten 5.172-5.183 dan lebih banyak menghabiskan waktu di zona merah dimana target support 5.138-5.152 telah terlewati.

IHSG memperlihatkan pelemahannya setelah sehari sebelumnya di terkam dengan sentimen pelemahan laju bursa saham global yang berimbas pada laju bursa saham Asia, termasuk IHSG. Laju IHSG pun kembali dihadang dengan pelemahan nilai tukar rupiah.

"Pelaku pasar memilih untuk kembali melakukan aksi jual setelah melihat pelemahan Rupiah yang seolah-olah tidak terbendung," ujar dia.

Hampir seluruh sektor emiten mengalami pelemahan. Pelaku pasar juga berpandangan bahwa dengan penguatan USD yang terlalu tajam, di satu sisi dapat positif bagi pendapatan emiten yang menggunakan pembukuan dalam USD.

Namun, di sisi lain negatif bagi beban kinerja para emiten. Apalagi yang memiliki utang dalam bentuk USD, sudah tentu direspon negatif.

"Akan tetapi, bagi Kami melihatnya, pergerakan USD dan pasar komoditas yang terlalu ekstrim tidak lah menguntungkan emiten manapun," ujarnya.

Dengan penguatan USD maka harga komoditas akan cenderung turun. Ditambah lagi dengan harga minyak yang masih dalam tren turun maka akan mengakibatkan pasar komoditas kurang menarik. Di sisi lain, perkembangan ekonomi AS yang bertahap menunjukkan perbaikan dan sentimen akan meningkatnya Fed rate membuat USD kian perkasa.

Di sisi lain, masih berlanjutnya pelemahan sejumlah laju bursa saham Asia dan pembukaan bursa saham Eropa serta rupiah yang masih lebih senang berada di zona merah kembali memerahkan IHSG. Adapun transaksi asing tercatat nett sell dari net sell Rp828,06 miliar menjadi net sell Rp1,25 miliar.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
IHSG Tidak Terbendung,...
IHSG Tidak Terbendung, Pagi Ini Dibuka Terus Menguat ke Level 6.018
Lanjutkan Penguatan...
Lanjutkan Penguatan di Pagi Hari, IHSG Sentuh Level 6.085
Bergerak Dua Arah, IHSG...
Bergerak Dua Arah, IHSG Akhir Pekan Ditutup Melemah ke Level 6.104
IHSG Kehabisan Tenaga,...
IHSG Kehabisan Tenaga, Terkoreksi 2,38 Poin di Akhir Sesi
IHSG Punya Kekuatan...
IHSG Punya Kekuatan Sultan, Mendekati Level 6.200
Suku Bunga Acuan BI...
Suku Bunga Acuan BI Bakal Dirilis, Ramalan IHSG Bergerak Terbatas
Berita Terkini
IHSG Ditutup Melemah...
IHSG Ditutup Melemah ke 6.315, 309 Saham Berakhir di Zona Merah
4 menit yang lalu
AREA Indonesia Siap...
AREA Indonesia Siap Perkuat Kolaborasi Dukung Program 3 Juta Rumah
22 menit yang lalu
EskaIasi Laut Merah...
EskaIasi Laut Merah Tekan Rupiah, Dolar AS Ditutup ke Rp17.936 Sore Ini
35 menit yang lalu
Mahasiswa Universitas...
Mahasiswa Universitas Paramadina Pelajari Investasi Syariah Bersama MNC Sekuritas
54 menit yang lalu
Kerugian Ekonomi Akibat...
Kerugian Ekonomi Akibat Obesitas Anak Capai Rp5.280 Triliun, Novo Nordisk Perluas Program Pencegahan
1 jam yang lalu
MNC Life, INKOPDIT dan...
MNC Life, INKOPDIT dan PANDAI Kolaborasi Perluas Akses Asuransi Jiwa bagi Anggota Koperasi Kredit
1 jam yang lalu
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved