Pengamat: Tax Amnesty Perlu Dilakukan

Rabu, 17 Desember 2014 - 13:30 WIB
Pengamat: Tax Amnesty...
Pengamat: Tax Amnesty Perlu Dilakukan
A A A
JAKARTA - Pengamat Perpajakan Universitas Indonesia (UI) Darussalam menilai, pengampunan pajak (tax amnesty) perlu dilakukan demi konsolidasi nasional.

Wacana untuk mengeluarkan kebijakan tax amnesty memang menjadi polemik, karena diberlakukan bagi penggelap pajak yang dinilai tidak adil.

"Masa lalu yang hitam dihapus, kita menuju masa depan yang putih, lupakan masa lalu, mari kita bangun masa depan. Dengan melakukan konsolidasi nasional ini, maka diharapkan penerimaan pajak akan meningkat," katanya dalam Kongres Nasional XII Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) di Balai Kartini, Jakarta, Rabu (17/12/2014).

Saat ini, terdapat Rp3.000 triliun aset Indonesia di Singapura. Dari sebagian jumlah tersebut, sekitar Rp2.000 triliun berupa dana. Besar nya jumlah dana ini berpotensi merugikan keuangan negara akibat minimnya valuta asing yang masuk ke Indonesia.

Atas pembentukan ‎tax amnesty, maka dana-dana yang berada di luar negeri dapat ditarik kembali ke Indonesia.

Meski demikian, lanjut Darussalam, jika negara ingin melakukan tax amnesty, maka harus memperkuat ditjen pajak. Ini perlu dilakukan demi mendukung program pemerintah terkait rencana reformasi sistem perpajakan.

"Saat ini momen yang tepat, sehubungan dengan momentum reformasi Ditjen Pajak," tegasnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Ditjen Pajak Ungkap...
Ditjen Pajak Ungkap 59,3 Juta Wajib Pajak Sudah Padankan NIK Menjadi NPWP
Korupsi Ditjen Pajak,...
Korupsi Ditjen Pajak, Menkeu Bebas Tugaskan Pejabat Ditjen Pajak
Tiba di KPK, Kepala...
Tiba di KPK, Kepala Kantor Pajak Madya Jaktim Wahono Saputro Bungkam
Kasus Suap Pajak, Ditjen...
Kasus Suap Pajak, Ditjen Imigrasi Cegah 2 ASN Ditjen Pajak
Kanwil DJP Sulselbartra...
Kanwil DJP Sulselbartra Masifkan Kampanye Simpatik PPS
20 Tahun Tak Pernah...
20 Tahun Tak Pernah Naik, Bea Meterai Jadi 10 Ribu
Berita Terkini
Harga Minyak Mendidih...
Harga Minyak Mendidih 1% saat Houthi Blokade Arab Saudi, Bakal Tembus USD100 per Barel?
1 jam yang lalu
IHSG Masih Perkasa,...
IHSG Masih Perkasa, Hari Ini Dibuka Menanjak Naik 0,67% ke level 6.273.
2 jam yang lalu
Bappenas Petakan Kekayaan...
Bappenas Petakan Kekayaan Hayati Indonesia untuk Pembangunan Berkelanjuran
2 jam yang lalu
Kilau Emas Meredup,...
Kilau Emas Meredup, Turun 9 Ribu Sentuh Level Rp2.601.000/Gram
2 jam yang lalu
Tabungan Kelas Menengah...
Tabungan Kelas Menengah Melambat, LPS Menyoroti Anomali Melejitnya Simpanan di Atas Rp5 Miliar
3 jam yang lalu
AS Kembali Picu Perang...
AS Kembali Picu Perang Dagang, Kali Ini Kanada Bakal Dihantam Tarif 50%
4 jam yang lalu
Infografis
Virus Hanta Merebak!...
Virus Hanta Merebak! Ini 5 Gejalanya yang Perlu Diwaspadai
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved