Ini Kata Apindo soal Tax Amnesty

Rabu, 17 Desember 2014 - 14:46 WIB
Ini Kata Apindo soal...
Ini Kata Apindo soal Tax Amnesty
A A A
JAKARTA - Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi B Sukamdani menjelaskan, bahwa tax amnesty atau pengampunan pajak perlu dilakukan untuk menguatkan fundamental pendanaan nasional.

"‎Menurut kami perlu, dari sudut pandang pemerintah mungkin isunya tax compliance. Kalau kami tidak. Kita butuh fundamental pendaanaan. Alangkah konyolnya bagaimana uang kita di luar dipakai di negara lain. Padahal kan duitnya duit orang kita," terangnya dalam Kongres XII Ikatan Akuntan Indonesia (AIA) di Balai Kartini, Jakarta, Rabu (17/12/2014).

‎Dia menerangikan, ‎dana yang diparkir di Singapura sangat besar. "Kata Pak Kristianto Wibisono, ada lembaga riset Singapura yang menyatakan bahwa 41% Asian Currency Unit di sana milik orang Indonesia atau kira-kira Rp4.800 triliun," tuturnya.

Untuk merealisasikan program ini, pihaknya menegaskan perlu adanya ‎rekonsiliasi seperti diusulkan oleh Pengamat Perpajakan Universitas Indonesia (UI) Darussalam.

‎"Yang sudah bikin masalah di masa lalu, ya sudahlah.‎ Orang pasti punya masa lalu yang enggak baik, jadi kita maafkan. Bukan malah mengangkat isu ketidakadilan dan lain-lain," jelas dia.

Hariyadi menuturkan jika diperlukan tax amnesty, semua yang berkaitan dengan korupsi di shut down. Namun sistem negara Indonesia tidak memungkinkan untuk melaksanakan hal seperti itu.

"Tapi kan enggak bisa kayak gitu.‎ Selama ini yang ditakutkan pengemplang pajak adalah proses tindak pidana, makanya kalau ada tax amnesty mereka akan lebih patuh," katanya.

Lebih lanjut, dia mencontohkan kondisi di Afrika selatan, di mana kasus saling bunuh saja bisa dimaafkan. Apalagi jika hanya terkait keuangan seperti tax amnesty.

"Ini pengampunan sekali seumur hidup, ya sudahlah, teman-teman yang dikasih pengampunan juga pasti jadi tertib," pungkas Hariyadi.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Ditjen Pajak Ungkap...
Ditjen Pajak Ungkap 59,3 Juta Wajib Pajak Sudah Padankan NIK Menjadi NPWP
Korupsi Ditjen Pajak,...
Korupsi Ditjen Pajak, Menkeu Bebas Tugaskan Pejabat Ditjen Pajak
Tiba di KPK, Kepala...
Tiba di KPK, Kepala Kantor Pajak Madya Jaktim Wahono Saputro Bungkam
Kasus Suap Pajak, Ditjen...
Kasus Suap Pajak, Ditjen Imigrasi Cegah 2 ASN Ditjen Pajak
Kanwil DJP Sulselbartra...
Kanwil DJP Sulselbartra Masifkan Kampanye Simpatik PPS
20 Tahun Tak Pernah...
20 Tahun Tak Pernah Naik, Bea Meterai Jadi 10 Ribu
Berita Terkini
Harga Minyak Mendidih...
Harga Minyak Mendidih 1% saat Houthi Blokade Arab Saudi, Bakal Tembus USD100 per Barel?
1 jam yang lalu
IHSG Masih Perkasa,...
IHSG Masih Perkasa, Hari Ini Dibuka Menanjak Naik 0,67% ke level 6.273.
2 jam yang lalu
Bappenas Petakan Kekayaan...
Bappenas Petakan Kekayaan Hayati Indonesia untuk Pembangunan Berkelanjuran
2 jam yang lalu
Kilau Emas Meredup,...
Kilau Emas Meredup, Turun 9 Ribu Sentuh Level Rp2.601.000/Gram
2 jam yang lalu
Tabungan Kelas Menengah...
Tabungan Kelas Menengah Melambat, LPS Menyoroti Anomali Melejitnya Simpanan di Atas Rp5 Miliar
3 jam yang lalu
AS Kembali Picu Perang...
AS Kembali Picu Perang Dagang, Kali Ini Kanada Bakal Dihantam Tarif 50%
4 jam yang lalu
Infografis
Pemprov DKI Jakarta...
Pemprov DKI Jakarta Bakal Bangun 11 Rusun Baru, Ini Lokasinya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved