Tekanan USD Berkurang, Rupiah Berakhir di Rp12.667
Rabu, 17 Desember 2014 - 16:35 WIB
Tekanan USD Berkurang, Rupiah Berakhir di Rp12.667
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan hari ini ditutup menguat seiring positifnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
Nilai tukar rupiah berdasarkan data Bloomberg hari ini ditutup pada level Rp12.667 per USD. Posisi tersebut terapresiasi 58 poin dibanding penutupan hari sebelumnya di level Rp12.725 per USD.
Masih berdasarkan data Bloomberg, rupiah pagi tadi dibuka pada level Rp12.700 per USD. Adapun posisi rupiah terkuat di level Rp12.646 per USD dan terlemah di level Rp12.783 per USD.
Data Yahoofinance mencatat mata uang domestik pada level Rp12.690 per USD, dengan kisaran Rp12.605-Rp12.866 per USD. Posisi tersebut positif 40 poin dibanding posisi penutupan hari sebelumnya di Rp12.730 per uSD.
Rupiah berdasarkan data Sindonews bersumber dari Limas pada level Rp12.710 per USD. Posisi itu menguat 15 poin dibanding hari sebelumnya di Rp12.725 per USD.
Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp12.720 per USD. Posisi ini menguat 180 poin dibanding posisi penutupan hari sebelumnya Rp12.900 per USD.
Head of Research & Analysis BNI Nurul Eti Nurbaeti mengatakan, tekanan USD terhadap rupiah berkurang karena sentimen dari memburuknya data perumahan dan manufaktur di Amerika Serikat (AS).
"Sentimen itu berdampak pada berkurangnya tekanan USD terhadap rupiah di tengah fokus perhatian pelaku pasar terhadap hasil dari pertemuan the Fed besok dini hari," kata dia, Rabu (17/12/2014).
Sementara IHSG sore ini berakhir di zona hijau seiring dengan menguatnya mayoritas bursa Asia. IHSG menguat 9,62 poin atau 0,19% ke level 5.035,65.
Nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp6,98 triliun dengan 8,10 miliar saham diperdagangkan dan transaksi jual asing Rp15,17 miliar. Tercatat 178 saham naik, 140 saham melemah, dan 91 saham stagnan.
(Baca: Rupiah Siang Ini Parkir di Rp12.742/USD)
Nilai tukar rupiah berdasarkan data Bloomberg hari ini ditutup pada level Rp12.667 per USD. Posisi tersebut terapresiasi 58 poin dibanding penutupan hari sebelumnya di level Rp12.725 per USD.
Masih berdasarkan data Bloomberg, rupiah pagi tadi dibuka pada level Rp12.700 per USD. Adapun posisi rupiah terkuat di level Rp12.646 per USD dan terlemah di level Rp12.783 per USD.
Data Yahoofinance mencatat mata uang domestik pada level Rp12.690 per USD, dengan kisaran Rp12.605-Rp12.866 per USD. Posisi tersebut positif 40 poin dibanding posisi penutupan hari sebelumnya di Rp12.730 per uSD.
Rupiah berdasarkan data Sindonews bersumber dari Limas pada level Rp12.710 per USD. Posisi itu menguat 15 poin dibanding hari sebelumnya di Rp12.725 per USD.
Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp12.720 per USD. Posisi ini menguat 180 poin dibanding posisi penutupan hari sebelumnya Rp12.900 per USD.
Head of Research & Analysis BNI Nurul Eti Nurbaeti mengatakan, tekanan USD terhadap rupiah berkurang karena sentimen dari memburuknya data perumahan dan manufaktur di Amerika Serikat (AS).
"Sentimen itu berdampak pada berkurangnya tekanan USD terhadap rupiah di tengah fokus perhatian pelaku pasar terhadap hasil dari pertemuan the Fed besok dini hari," kata dia, Rabu (17/12/2014).
Sementara IHSG sore ini berakhir di zona hijau seiring dengan menguatnya mayoritas bursa Asia. IHSG menguat 9,62 poin atau 0,19% ke level 5.035,65.
Nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp6,98 triliun dengan 8,10 miliar saham diperdagangkan dan transaksi jual asing Rp15,17 miliar. Tercatat 178 saham naik, 140 saham melemah, dan 91 saham stagnan.
(Baca: Rupiah Siang Ini Parkir di Rp12.742/USD)
(rna)