Telkom Bangun Kampung Nelayan Digital

Kamis, 18 Desember 2014 - 10:14 WIB
Telkom Bangun Kampung...
Telkom Bangun Kampung Nelayan Digital
A A A
JAKARTA - PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom) Tbk akan membangun sekitar 100 kampung nelayan digital di seluruh Indonesia hingga semester satu tahun 2015. Perusahaan telekomunikasi tersebut menganggarkan Rp100 miliar untuk investasi tersebut.

“Pada tahap awal Telkom meluncurkan 10 kampung nelayan digital. Potensi bisnis maritim untuk dikembangkan dan digarap Telkom sangat besar. Makanya tahun 2015 kita akan fokus pada marine conectivity ,” ujar Direktur Enterprise & Business Service Telkom Muhammad Awaluddin saat membuka acara peluncuran 11 Kampung Nelayan Digital, di Jakarta, kemarin.

Awaluddin mengatakan, investasi sebesar itu terutama untuk pembangunan fiber optic di daerah-daerah tersebut. Selain itu, Telkom juga akan membuka akses informasi di pulau-pulau terpencil dan daerah perbatasan. Menurut dia, Kampung Nelayan Digital merupakan perwujudan dukungan Telkom terhadap program 1.000 Kampung Nelayan yang dicanangkan Presiden Joko Widodo pada masa awal pemerintahannya.

Telkom, lanjut dia, memanfaatkan kompetensinya selaku BUMN dan sekaligus operator telekomunikasi terbesar di Indonesia untuk mengembangkan potensi yang ada pada ekosistem Kampung Nelayan yang diintegrasikan melalui pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK), yang diberi nama Kampung Nelayan Digital.

Sebagai bentuk nyata pada dukungan program pemerintah terkait pengembangan Kampung Nelayan, Telkom memulai bekerja sama dengan UPT Pengelola Kawasan Pelabuhan Perikanan dan Pelabuhan Pendaratan Ikan (PKPP dan PPI) - Muara Angke Provinsi DKI Jakarta.

“Kerja sama ini merupakan pilot project sehingga diharapkan Kampung Nelayan Muara Angke menjadi prototipe Kampung Nelayan Digital yang terintegrasi secara teknologi informasi dan akan menjadi referensi untuk pengembangan Kampung Nelayan Digital lainnya di Indonesia,” ungkapnya.

Awaluddin menjelaskan, 11 lokasi Kampung Nelayanan berbasis TIK atau Kampung Nelayan Digital yang diluncurkan yakni Muara Angke, Jakarta; Muara Baru, Jakarta; Gabeon, Medan; Bungus, Padang; Pangandaran, Ciamis; Pekalongan, Cilacap, Tegal, Brondong, Lamongan; Tanjung Luar, Lombok; dan Paotere Sabutung, Makassar.

Dalam implementasi Kampung Nelayan Digital ini, berbagai layanan telah disediakan oleh Telkom dalam program ini, seperti penarikan jaringan serat optik, penyediaan akses internet broadband , pemasangan akses wifi , pemasangan CCTV, mobile combat penguat sinyal Telkomsel, TV Wall yang menyajikan content data up-to-date terkait informasi cuaca, informasi ketinggian gelombang laut, iklim harian, hingga harga ikan, di samping juga penyediaan data lainnya yang terkait langsung dengan kebutuhan informasi bagi nelayan.

Telkom juga menyediakan aplikasi data terkait seperti data kapal, data izin kapal, data ABK dan jumlah kapal yang berlayar dalam bentuk online . Berbagai informasi semuanya disediakan dalam bentuk teknologi cloud computing sehingga jauh lebih mudah diakses kapan pun melalui mobile gadget dengan akses internet tentunya.

Ke depan, UPT PKPP akan lebih mudah dalam memonitor lokasi kapal, proses perizinan dan masa berlaku izin kapal, monitoring pemakaian bahan bakar minyak termasuk akan diimplementasikannya teknologi fish finder dan teknologi tracing and tracking untuk kapal nelayan yang sedang melaut, vessel management system, termasuk satelit komunikasi dan broadband maritime , termasuk berbagai layanan yang tersedia dan terintegrasi dalam sebuah sistem teknologi informasi terpadu (ICT integrated system ).

Di samping penyediaan infrastruktur, lanjut dia, Telkom juga menawarkan berbagai aplikasi seperti BosToko dan Smart Bisnis untuk menunjang kegiatan usaha bagi para pelaku bisnis di sektor perikanan yang ada di Indonesia. Dengan adanya program Kampung Nelayan Digital tersebut, diharapkan akan mempercepat perwujudan kesejahteraan pelaku usaha di industri perikanan melalui peningkatan kapabilitas di seluruh ekosistem kampung nelayan berbasis teknologi informasi (digital ecosystem).

Menurut Awaluddin, ekosistem digital yang harus disentuh dalam ekosistem Kampung Nelayan ada tiga aspek yaitu, device, network dan application (DNA) termasuk penyediaan digital platform (P). Hal yang penting yang pertama kali dilakukan oleh Telkom adalah mengedukasi komunitas Kampung Nelayan untuk lebih paham teknologi informasi.

Nilai investasi Telkom untuk infrastruktur jaringan (broadband connectivity) dan peralatan pendukung lainnya dalam program 11 Kampung Nelayan Digital ini sebesar Rp10 miliar.

Rakhmat baihaqi
(ars)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BCA Kolaborasi Jurnalis...
BCA Kolaborasi Jurnalis Ekobis Makassar Kirim Bantuan ke Sulbar
Berita Terkini
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
26 menit yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
32 menit yang lalu
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
1 jam yang lalu
Pjs Dirut BEI Sebut...
Pjs Dirut BEI Sebut Fundamental Pasar Saham RI Masih Bagus, Ini Buktinya
1 jam yang lalu
Pupuk Kaltim Dorong...
Pupuk Kaltim Dorong Kemandirian Ekonomi Lewat Beragam Program TJSL
1 jam yang lalu
Penjelasan BEI soal...
Penjelasan BEI soal MSCI Turunkan Kasta Pasar Modal RI ke Frontier Market
2 jam yang lalu
Infografis
Australia Bangun Pembangkit...
Australia Bangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved