Intervensi BI, Kerek Rupiah Menguat ke Rp12.565/USD

Kamis, 18 Desember 2014 - 10:12 WIB
Intervensi BI, Kerek...
Intervensi BI, Kerek Rupiah Menguat ke Rp12.565/USD
A A A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan hari ini dibuka terkerek ke Rp12.565 per USD karena intervensi Bank Indonesia (BI). Penguatan tersebut seiring relinya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp12.565 per USD. Posisi ini menguat 155 poin dibanding posisi penutupan hari sebelumnya Rp12.720 per USD.

Nilai tukar rupiah berdasarkan data Bloomberg hari ini dibuka pada level Rp12.628 per USD. Posisi tersebut terapresiasi 39 poin dibanding penutupan hari sebelumnya di level Rp12.667 per USD.

Data Yahoofinance mencatat mata uang domestik pada level Rp12.630 per USD. Posisi tersebut positif 60 poin dibanding posisi penutupan hari sebelumnya di Rp12.690 per uSD.

Rupiah berdasarkan data Sindonews bersumber dari Limas pada level Rp12.631 per USD. Posisi itu menguat 79 poin dibanding hari sebelumnya di Rp12.710 per USD.

Kepala Riset PT Woor Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada mengatakan, imbas intervensi dari BI melalui pembelian obligasi cukup mampu membangkitkan persepsi positif pelaku pasar terhadap rupiah.

"Meski laju poundsterling, yuan, hingga yen cenderung melemah, namun tidak terlalu berimbas negatif pada laju rupiah seiring spekulasi akan adanya intervensi dari Bank Indonesia," kata dia, Kamis (18/12/2014).

Dia menuturkan, laju rupiah berada di atas target level resisten 12.821. Sementara ini, Reza menambahkan, masih adanya spekulasi akan adanya intervensi tambahan dari BI cukup dapat menenangkan pelemahan rupiah, sehingga diperkirakan masih ada ruang bagi rupiah untuk dapat melanjutkan pergerakan positifnya.

Sementara IHSG pagi ini dibuka melanjutkan kenaikan didukung menguatnya seluruh sektor saham dan bursa Asia. IHSG poin menguat 42,08 poin atau 0,84% ke level 5.077,73.

Sektor saham hari ini dibuka menguat. Sektor dengan penguatan terbesar adalah properti yang naik 1,74%, diikuti industri dasar yang tumbuh 1,57%.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Rupiah Terlemah Sepanjang...
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp15.526
Wacana Lama Hidup Lagi,...
Wacana Lama Hidup Lagi, Ini Dua Sisi Pentingnya Redenominasi Rupiah
Bikin Gaduh Karena Keliru...
Bikin Gaduh Karena Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Google Harus Tanggung Jawab!
Google Keliru Tampilkan...
Google Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Timbulkan Kegaduhan!
Berita Terkini
Jaga Pasokan BBM di...
Jaga Pasokan BBM di Sumut: Pertamina Tindak Mobil Tangki Nakal, Terminal dan SPBU Siaga 24 Jam
1 jam yang lalu
Daftar Saham Paling...
Daftar Saham Paling Cuan hingga Boncos dalam Sepekan saat IHSG Melejit 4,42 Persen
1 jam yang lalu
IHSG Kembali ke Level...
IHSG Kembali ke Level 6 Ribuan usai Melesat 4,24%, Kapitalisasi Pasar Jadi Rp10.749 Triliun
2 jam yang lalu
S&P Tahan RI Masih Investment...
S&P Tahan RI Masih Investment Grade, Fuad Bawazier Prediksi Ekonomi Bangkit 6 Bulan Lagi!
11 jam yang lalu
Transaksi Serba Digital,...
Transaksi Serba Digital, Pembelian Token Listrik Semakin Praktis
12 jam yang lalu
BI Injeksi Likuiditas...
BI Injeksi Likuiditas Rp837,11 Triliun, Tekanan di Pasar Uang Mulai Reda
12 jam yang lalu
Infografis
Curacao, Negara Terkecil...
Curacao, Negara Terkecil yang Lolos ke Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved