Kultwit SBY soal Pengalaman Jaga Ekonomi

Jum'at, 19 Desember 2014 - 11:31 WIB
Kultwit SBY soal Pengalaman...
Kultwit SBY soal Pengalaman Jaga Ekonomi
A A A
JAKARTA - Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) berbagi pengalamannya menjaga ekonomi Indonesia pada saat krisis ekonomi melalui Kuliah Twitter (Kultwit) di akun pribadi miliknya @SBYudhoyono.

Salah satu yang dikatakan SBY dalam kicauannya melalui twitter, dirinya sepakat bahwa subsidi yang tidak tepat harus dipangkas.

Sebab itu, pada 2013 SBY menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) serta pada 2014 juga menaikkan tarif listrik dan gas.

"Penghematan anggaran juga kami lakukan dalam APBNP 2014 (sebanyak Rp43 triliun), tetapi pembelanjaan pemerintah tetap penting," kicau SBY dalam akun twitter miliknya, Kamis (18/12/2014).

Menurutnya, konsumsi pemerintah (government spending) tetap penting di kala krisis. Hal ini untuk menjaga demand dan sektor riil agar tidak semakin menurun.

Dia mengatakan, kala itu pemerintah memberikan berbagai bantuan langsung agar bisa mencukupi kebutuhan dan menjaga daya beli rakyat, khususnya keluarga miskin saat krisis.

"Ketika terjadi kenaikan harga, maka secara moral, sosial dan ekonomi, pemerintah wajib membantu golongan miskin dan tidak mampu," ucapnya.

SBY mengatakan, kebijakan subsidi memang tidak disukai kalangan neoliberal dan ekonomi kapitalis. Namun hal tersebut tetap diperlukan untuk keadilan sosial.

Hal tersebut untuk menjaga sektor riil agar tetap bergerak dan tidak ada aksi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Sebab barang dan jasa yang dihasilkan perusahaan tetap dibeli rakyat.

"Seperti inilah kebijakan ekonomi yang kami jalankan, untuk menjaga pertumbuhan, lapangan pekerjaan dan penurunan kemiskinan. Meskipun tidak sempurna, tetapi hasilnya nyata dan ada. Pertumbuhan ekonomi kita nomor dua di antara negara anggota G-20," pungkas SBY.

(Baca: SBY Ajari Jokowi SBYnomics Atasi Krisis Ekonomi)
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Membaca Ketahanan Ekonomi...
Membaca Ketahanan Ekonomi RI dalam Dinamika Global Kuartal III 2025
Indonesia Butuh Rp47.587,3...
Indonesia Butuh Rp47.587,3 Triliun untuk Pertumbuhan Ekonomi 8%
Bahaya! Deflasi Hantam...
Bahaya! Deflasi Hantam Ekonomi RI 5 Bulan Beruntun
Prabowo Sering Diejek...
Prabowo Sering Diejek karena Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 8%
Pertumbuhan Ekonomi...
Pertumbuhan Ekonomi Sulawesi Selatan Kuartal I Tahun 2024
Dorong Industri Event...
Dorong Industri Event untuk Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Berita Terkini
BCA Buka Pendaftaran...
BCA Buka Pendaftaran Beasiswa PPBP dan PPTI Tahun Ajaran 2027
23 menit yang lalu
Indeks Keyakinan Konsumen...
Indeks Keyakinan Konsumen Mei 2026 Menurun, Ini Penjelasan BI
47 menit yang lalu
Astra Masuk Daftar Tempat...
Astra Masuk Daftar Tempat Kerja Terbaik di Asia, Borong 3 Penghargaan Sekaligus
1 jam yang lalu
Panel Energi SPIEF 2026...
Panel Energi SPIEF 2026 Bahas Prospek Harga Minyak Tahun Depan, Bakal Tembus USD170 per Barel?
1 jam yang lalu
Tsingshan Dorong Kolaborasi...
Tsingshan Dorong Kolaborasi Hilirisasi Nikel Ramah Lingkungan di Indonesia
1 jam yang lalu
Rupiah Melemah, Perajin...
Rupiah Melemah, Perajin Tahu Tempe Gelisah Imbas Lonjakan Harga Kedelai Impor
2 jam yang lalu
Infografis
Ekonomi Indonesia Tumbuh...
Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,12% di Kuartal II 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved