SBY: Mengelola Ekonomi Negara Tak Sama dengan Bisnis

Jum'at, 19 Desember 2014 - 13:34 WIB
SBY: Mengelola Ekonomi...
SBY: Mengelola Ekonomi Negara Tak Sama dengan Bisnis
A A A
JAKARTA - Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menegaskan, mengelola ekonomi negara, terlebih dalam kondisi krisis seperti sekarang tidak sama dengan mengelola bisnis.

Hal tersebut dikatakan SBY dalam akun twitter pribadinya @SBYudhoyono, menanggapi situasi ekonomi Indonesia yang sedang lemah, dan nilai tukar rupiah terhadap dolar (USD) yang terus melorot. (Baca: Kultwit SBY soal Pengalaman Jaga Ekonomi).

"Negara bukanlah perusahaan, mengelola ekonomi negara tidak sama dengan mengelola bisnis. Saya yakin pemerintah paham," kicaunya, Kamis (18/12/2014).

Kondisi yang terjadi saat ini, lanjut SBY, sama seperti yang pernah disampaikannya pada 2013. Bahwa nilai tukar rupiah akan merosot, bahkan saat ini justru lebih tajam. (Baca: SBY Berang Dituding Penyebab Rupiah Ambruk).

"Tapi saya selalu sampaikan optimisme, Presiden Jokowi dan pemerintahannya akan bisa mengatasi tantangan ekonomi di tahun sulit ini," imbuh dia.

Ketua Umum Partai Demokrat ini masih optimis, ekonomi Indonesia dalam jangka panjang tetap cerah. Peluang untuk meningkatnya pertumbuhan, investasi dan perdagangan pun juga kuat.

Dia juga mengungkapkan, rakyat tidak perlu panik, pasar pun tidak perlu cemas dengan melemahnya nilai tukar rupiah. Karena menurutnya, masih ada solusi untuk hal tersebut.

"Yang penting dengan 'sense of crisis' yang dimiliki, Presiden dan pemerintah segera menentukan solusi, 'policy respons' dan aksi nyata yang jitu," jelas SBY.

(Baca: SBY Ajari Jokowi SBYnomics Atasi Krisis Ekonomi)
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Membaca Ketahanan Ekonomi...
Membaca Ketahanan Ekonomi RI dalam Dinamika Global Kuartal III 2025
Indonesia Butuh Rp47.587,3...
Indonesia Butuh Rp47.587,3 Triliun untuk Pertumbuhan Ekonomi 8%
Bahaya! Deflasi Hantam...
Bahaya! Deflasi Hantam Ekonomi RI 5 Bulan Beruntun
Prabowo Sering Diejek...
Prabowo Sering Diejek karena Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 8%
Pertumbuhan Ekonomi...
Pertumbuhan Ekonomi Sulawesi Selatan Kuartal I Tahun 2024
Dorong Industri Event...
Dorong Industri Event untuk Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Berita Terkini
Era Coretax Didorong...
Era Coretax Didorong Jadi Momentum Reformasi Pemotongan Pajak Penghasilan
41 menit yang lalu
IHSG Terus Berlari ke...
IHSG Terus Berlari ke Level 6.108 hingga Akhir Sesi, Transaksi Bursa Cetak Rp13,2 Triliun
1 jam yang lalu
Investasi Rp1.010 Triliun...
Investasi Rp1.010 Triliun Mengalir ke RI Sepanjang 6 Bulan Pertama 2026, Cek Peta Penyebarannya
1 jam yang lalu
Solusi Kepadatan Ketapang-Gilimanuk,...
Solusi Kepadatan Ketapang-Gilimanuk, ASDP Siap Perkuat Kapasitas Layanan
1 jam yang lalu
Rupiah Ditutup Menguat...
Rupiah Ditutup Menguat ke Rp17.986 per Dolar AS, Apa Saja Penyebabnya?
1 jam yang lalu
Groundbreaking Blok...
Groundbreaking Blok Masela, Prabowo: Kita Menunggu 3 Dekade
2 jam yang lalu
Infografis
Kapuspen TNI Tegaskan...
Kapuspen TNI Tegaskan Tak Ada Personel Datangi Polda Metro Jaya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved