Elnusa Anggarkan Capex Rp639 M

Sabtu, 20 Desember 2014 - 13:19 WIB
Elnusa Anggarkan Capex...
Elnusa Anggarkan Capex Rp639 M
A A A
JAKARTA - PT Elnusa Tbk (ELSA) menganggarkan dana belanja modal (capital expenditure /capex) sebesar Rp639 miliar pada 2015.

Angka tersebut meningkat 48,6% dibandingkan belanja modal tahun ini sebesar Rp430 miliar. Direktur Utama ELSA Syamsurizal Munaf mengatakan, belanja modal tersebut dialokasikan untuk jasa konstruksi minyak dan gas (migas), penambahan modal anak usaha, dan pembelian bangunan dan lahan.

“Kita akan melakukan pembiayaan pada 2015 sebesar Rp639 miliar, diantaranya Rp290miliar digunakan untuk biaya konstruksi minyak dan gas,” ujarnya saat paparan publik perseroan di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, kemarin. Dia menjelaskan, dana capex tahun depan mayoritas berasal dari pinjaman perbankan, dan sebagian lagi diperoleh dari kas internal. “Capex tahun depan sumbernya sebanyak 30% dana sendiri, 70% dari kredit bank,” pungkasnya.

Sementara itu, capex yang sudah terserap perseroan tahun ini Rp281 miliar per kuartal III/2014, atau sekitar 65,35% dari total dana capex tahun ini. Dana capex tahun ini masih banyak digunakan untuk oil services. Syamsurizal menambahkan, perseroan akan menandatangani kontrak migas (minyak dan gas) senilai USD45 juta akhir tahun ini. Menurutnya, dengan turunnya harga minyak maka perseroan tetap fokus pada jasa konstruksi dan perawatan migas.

Hal itu disebabkan dengan turunnya harga minyak mentah dunia maka produsen minyak akan menjaga kapasitas produksi. Dengan adanya kontrak baru tahun depan diharapkan dapat mendongkrak pendapatan sebesar Rp300 miliar. Sebagai catatan, saat ini perseroan sudah mengantongi proyek total USD470 juta. Sementara pada 2015, perseroan menargetkan kenaikan pendapatan hingga 9% menjadi Rp4,4 triliun dari target akhir tahun sebesar Rp4,1 triliun.

Sementara itu, pelemahan rupiah dinilai tidak berpengaruh banyak terhadap kinerja keuangan perusahaan lantaran utang perusahaan dalam dolar AS relatif kecil. “Penghasilan kami 60% dalam dolar AS dan biaya produksi 80% dalam mata uang rupiah,” katanya.

Total utang perusahaan per September 2014 dalam dolar AS tercatat USD33 juta atau sekitar 0,18 kali total ekuitas Rp2,45 triliun. Perusahaan masih mengantongi kas dalam bentuk tunai Rp1,7 triliun.

Arsy ani s
(ars)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BCA Kolaborasi Jurnalis...
BCA Kolaborasi Jurnalis Ekobis Makassar Kirim Bantuan ke Sulbar
Berita Terkini
Mendorong Standar Baru...
Mendorong Standar Baru Hilirisasi Nikel Berkelanjutan Tengah Tuntutan Global
12 menit yang lalu
DPR Sahkan Revisi UU...
DPR Sahkan Revisi UU PPSK Hari Ini, Berikut Poin-poin Lengkapnya
54 menit yang lalu
Ayo Belajar Cara Investasi...
Ayo Belajar Cara Investasi ETF di IG Live MNC Sekuritas: Investasi Simpel dengan Diversifikasi Otomatis
1 jam yang lalu
Mengenal Lipstick Effect,...
Mengenal Lipstick Effect, Alasan Mal dan Coffee Shop Tetap Ramai di Tengah Krisis Ekonomi
1 jam yang lalu
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp15.000 per Gram, Serok atau Jual?
2 jam yang lalu
PINDEX 2026 Dibuka,...
PINDEX 2026 Dibuka, Pertamina Patra Niaga Tampilkan Inovasi Engineering Energi Hilir
2 jam yang lalu
Infografis
Sebaran Daftar Kuota...
Sebaran Daftar Kuota Haji Reguler per Provinsi 1444 H/ 2023 M
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved