Masih Banyak Masyarakat Enggan Gunakan Jasa Bank
Sabtu, 20 Desember 2014 - 14:29 WIB
Masih Banyak Masyarakat Enggan Gunakan Jasa Bank
A
A
A
JAKARTA - Menteri Koordinator Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan, Puan Maharani mengungkapkan, saat ini masih banyak masyarakat yang enggan menggunakan jasa bank.
"Yang saya lihat di lapangan khususnya pasar, masih ada masyarakat yang tidak tahu bagaiman uang ini disimpan melalui bank. Masih terdapat ketakutan persyaratannya rumit. Ini yang harus dicari solusinya," ujar Puan, dalam acara Pasar Keuangan Rakyat di Jakarta Internasional Expo, Kemayoran, Sabtu (20/12/2014).
Menurutnya, kondisi inilah yang membuat masyarakat sungkan untuk menabung dan lebih memilih menyimpan uang secara konvensional.
"Kalau datang ke bank, mereka takut dipersulit. Kalau ditanya macam-macam takut. Di wilayah pasar banyak yang masih pulang membawa uang Rp2 juta sampai Rp5 juta masih disimpan di kantong plastik," imbuhnya.
Puan menyebutkan jasa rentenir masih lebih dipilih karena prosesnya tidak rumit.
"Ternyata mereka lebih memilih rentenir. Menurut mereka tidak rumit dan mudah didatangi. Karena itu, akses keuangan harus dikembangkan. Jasa keuangan harus melayani, bukan jasa keuangan yang didatangi, tapi mendatangi," tandasnya.
"Yang saya lihat di lapangan khususnya pasar, masih ada masyarakat yang tidak tahu bagaiman uang ini disimpan melalui bank. Masih terdapat ketakutan persyaratannya rumit. Ini yang harus dicari solusinya," ujar Puan, dalam acara Pasar Keuangan Rakyat di Jakarta Internasional Expo, Kemayoran, Sabtu (20/12/2014).
Menurutnya, kondisi inilah yang membuat masyarakat sungkan untuk menabung dan lebih memilih menyimpan uang secara konvensional.
"Kalau datang ke bank, mereka takut dipersulit. Kalau ditanya macam-macam takut. Di wilayah pasar banyak yang masih pulang membawa uang Rp2 juta sampai Rp5 juta masih disimpan di kantong plastik," imbuhnya.
Puan menyebutkan jasa rentenir masih lebih dipilih karena prosesnya tidak rumit.
"Ternyata mereka lebih memilih rentenir. Menurut mereka tidak rumit dan mudah didatangi. Karena itu, akses keuangan harus dikembangkan. Jasa keuangan harus melayani, bukan jasa keuangan yang didatangi, tapi mendatangi," tandasnya.
(dmd)
Lihat Juga :