Perhitungan Harga BBM Subsidi di Indonesia Kadaluarsa

Senin, 22 Desember 2014 - 07:33 WIB
Perhitungan Harga BBM...
Perhitungan Harga BBM Subsidi di Indonesia Kadaluarsa
A A A
JAKARTA - Tim Reformasi Tata Kelola Migas (RTKM) mengungkapkan bahwa pola perhitungan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi yang digunakan di Indonesia saat ini sudah kadaluarsa.

Ketua Tim RTKM Faisal Basri menuturkan, pola penentuan harga patokan BBM subsidi atau jenis tertentu itu tergantung terhadap volume penggunaan BBM bersubsidi. Selain itu, juga tergantung pada selisih antara harga patokan dengan harga jual sebelum pajak.

"Harga patokan didapat dari mengingat sebagian besar kilang kita tidak memiliki atau tidak mampu RON di atas 88. Maka acuan MOPS (Mean of Platts Singapore) 92 Singapura. Yang paling dekat. Untuk solar sulfur 92 juga tidak ada di pasar jadi pakai MOPS solar 0,25," ujar dia di kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Minggu (21/12/2014).

Lebih lanjut dia menyebutkan, harga indeks pasar untuk premium adalah 0.9842. Angka tersebut datangnya dari harga patokan RON 88 dikali 0.8707, angka tersebut merupakan kandungan MOPS 92 di RON 88.

Sementara untuk BBM subsidi, Indonesia mengubah dari RON 92 diturunkan ke RON 88, maka ada biaya perubahan sebesar USD0,5 dan mencampur Mogas 92 dengan Nafta.

"Ogkosnya itu. Dikalikan 0.36 (porsi premium atau ron 88 yang diimpor pada 2007)," terangnya.

Faisal menjelaskan, variabel-variabel tersebut sudah tidak riil dan tidak didasarkan pad pembentukan harga di pasar.

"Semua asumsi dan kadaluarsa. Pertama 0.36 juga ongkos blending bergerak tapi masih USD0.5. Pencampuran untuk hasilkan ron 88 bisa untuk mogas 90-92-95," pungkasnya.
(dol)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Petani Mendapat Sosialisasi...
Petani Mendapat Sosialisasi Keamanan Seiring Gas JTB Mulai Dialirkan
Budaya Baru, Ahok: Karyawan...
Budaya Baru, Ahok: Karyawan Biasa Bisa Jadi Bos Pertamina
Digitalisasi Pertamina,...
Digitalisasi Pertamina, Tingkatkan Efisiensi, Kinerja, dan Daya Saing
Jelang Alih Kelola,...
Jelang Alih Kelola, SKK Migas-Pertamina-Chevron Sambangi Kepala Daerah WK Rokan
Pertamina EP Jatibarang...
Pertamina EP Jatibarang Field Terapkan K3 Produksi Migas Berkelanjutan
Pertamina Jaga Produksi...
Pertamina Jaga Produksi Hulu Migas demi Keberlangsungan Energi
Berita Terkini
IHSG Terus Berlari ke...
IHSG Terus Berlari ke Level 6.108 hingga Akhir Sesi, Transaksi Bursa Cetak Rp13,2 Triliun
16 menit yang lalu
Investasi Rp1.010 Triliun...
Investasi Rp1.010 Triliun Mengalir ke RI Sepanjang 6 Bulan Pertama 2026, Cek Peta Penyebarannya
34 menit yang lalu
Solusi Kepadatan Ketapang-Gilimanuk,...
Solusi Kepadatan Ketapang-Gilimanuk, ASDP Siap Perkuat Kapasitas Layanan
35 menit yang lalu
Rupiah Ditutup Menguat...
Rupiah Ditutup Menguat ke Rp17.986 per Dolar AS, Apa Saja Penyebabnya?
58 menit yang lalu
Groundbreaking Blok...
Groundbreaking Blok Masela, Prabowo: Kita Menunggu 3 Dekade
1 jam yang lalu
Blok Abadi Masela Senilai...
Blok Abadi Masela Senilai Rp390 Triliun Resmi Dibangun, Bakal Serap 13 Ribu Tenaga Kerja Lokal
1 jam yang lalu
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved