Revitalisasi Teluk Benoa Pengaruhi Kunjungan Wisatawan

Senin, 22 Desember 2014 - 12:24 WIB
Revitalisasi Teluk Benoa...
Revitalisasi Teluk Benoa Pengaruhi Kunjungan Wisatawan
A A A
JAKARTA - Pembangunan tempat wisata baru atau revitalisasi di Teluk Benoa, Bali, berjalan dengan baik maka diyakini masa kunjungan para wisatawan di Bali akan semakin panjang.

Ketua Umum Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Didien Junaedy mengatakan, saat ini masa kunjung wisatawan di Bali relatif pendek atau sebentar.

Hal tersebut dikarenakan kondisi Bali yang mulai macet, terutama di kawasan Kuta, dan Legian.

Dengan adanya destinasi wisata di luar Kuta dan Legian, apalagi memiliki akses dan fasilitas khusus, para wisatawan bisa berlama-lama untuk menikmati Bali.

Terlebih, melihat dari maketnya, revitalisasi Teluk Benoa menawarkan fasilitas lebih bagi wisatawan yang tidak dijumpai di Kuta, Legian, ataupun Nusa Dua.

Menurutnya, dilihat dari maketnya, revitalisasi Teluk Benoa sebagai destinasi wisata baru di Bali menawarkan fasilitas lebih yang bisa dinikmati wisatawan.

Ada segmentasi market khusus bagi wisatawan yang ingin fasilitas lebih yang berbeda dari di Kuta, Legian, dan Nusa Dua.

"Kenikmatan untuk stay atau tinggal di situ lebih lama akan lebih menarik bagi para wisawatan," katanya Minggu (21/12/2014).

Ketua Gabungan Pengusaha Wisata Bahari Indonesia (Gahawisri) ini juga mengatakan, dengan bertambahnya masa kunjung wisatawan di Bali, maka akan meningkatkan perekonomian yang lebih besar lagi bagi masyarakat Bali.

Diketahui, fakta kondisi Teluk Benoa saat ini sangat memprihatinkan. Terjadi pendangkalan yang mengkhawatirkan terhadap kehidupan hutan mangrove akibat sedimentasi.

Bahkan, sekarang ini Teluk Benoa dipenuhi sampah, baik sampah sisa pembangunan jalan tol, maupun sampah rumah tangga. Setiap hari tidak kurang sampah yang diangkut mencapai empat truk.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Jadi Momok Wisatawan,...
Jadi Momok Wisatawan, Aturan Karantina Pariwisata Dihapus?
World Tourism Day 2020...
World Tourism Day 2020 Jadi Momentum Pengembangan Pariwisata di Pedesaan
Dongkrak Pariwisata,...
Dongkrak Pariwisata, Jabar Kembangkan 76 Objek Wisata Baru Berbasis Alam
Kehadiran Wahana Terbesar...
Kehadiran Wahana Terbesar Bakal Bangkitkan Pariwisata Bali
Dorong Pariwisata Indonesia...
Dorong Pariwisata Indonesia Makin Mendunia Lewat Konten YouTube
Federasi Pariwisata...
Federasi Pariwisata Sarbumusi Dukung Pemerintah Percepat Pemulihan Pariwisata
Berita Terkini
Bandara Husein Sastranegara...
Bandara Husein Sastranegara Dibuka Lagi, Bagaimana Nasib Kertajati?
1 jam yang lalu
Ekspor Batu Bara Dibuka...
Ekspor Batu Bara Dibuka Lagi, Pasokan 141 Juta Metrik Ton Diamankan demi Cegah Pemadaman Listrik
2 jam yang lalu
Galon Guna Ulang Berizin...
Galon Guna Ulang Berizin Edar BPOM dan Ber-SNI Dipastikan Aman Dipakai
12 jam yang lalu
Transisi Net Zero Ubah...
Transisi Net Zero Ubah Peran CFO Menjadi Penggerak Transformasi Bisnis
12 jam yang lalu
Jalur Hormuz Mulai Stabil,...
Jalur Hormuz Mulai Stabil, Saudi Aramco Kembali Ekspor Minyak setelah Mandek 4 Bulan
14 jam yang lalu
MEKAR Kembangkan Ekosistem...
MEKAR Kembangkan Ekosistem Pembiayaan Produktif
14 jam yang lalu
Infografis
Whoosh, Kereta Cepat...
Whoosh, Kereta Cepat yang Membuat Kunjungan Wisatawan Bertambah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved