Persediaan Minyak AS Diproyeksi Turun, Minyak Global Naik

Selasa, 23 Desember 2014 - 10:02 WIB
Persediaan Minyak AS...
Persediaan Minyak AS Diproyeksi Turun, Minyak Global Naik
A A A
MELBOURNE - Harga minyak global naik untuk kali kedua dalam tiga hari perdagangan karena investor mengkaji proyeksi menurunnya persediaan minyak mentah Amerika Serikat (AS) di tengah tanda-tanda bahwa Irak bergabung dengan Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) lainnya untuk mempertahankan pangsa pasar.

West Texas Intermediate (WTI) berjangka naik 1% di New York. Survei Bloomberg menjelang rilis data pemerintah menunjukkan bahwa stok minyak di AS sebagai konsumen minyak terbesar di dunia diperkirakan turun untuk pekan kedua.

Menteri Perminyakan Irak Adel Abdul Mahdi mengatakan, Irak berencana meningkatkan produksi hingga 4 juta barel per hari (bph) pada tahun depan karena OPEC menolak menyerahkan posisi pasar.

Minyak mentah mengalami kerugian tahunan terbesar sejak 2008 karena AS memproduksi minyak pada laju tertinggi, di tengah komitmen Arab Saudi dan Uni Emirat Arab yang mempertahankan produksi.

"Tren penurunan tajam harga minyak telah terhenti saat ini, tapi kami tidak melihat dukungan untuk harga minyak," kata ahli strategi utama di CMC Markets Michael McCarthy seperti dilansir dari Bloomberg, Selasa (23/12/2014).

WTI di New York Mercantile Exchange untuk pengiriman Februari naik sebanyak 57 sen menjadi USD55,83 per barel dan berada di USD55,76 pada pukul 13.10 waktu Sydney, naik dibanding kemarin di USD55,26.

Semua volume berjangka yang diperdagangkan sekitar 49% di bawah rata-rata 100 hari. Harga telah turun 43% sepanjang tahun ini.

Sementara minyak brent di London ICE Futures Europe Exchange untuk pengiriman Februari naik sebanyak 32 sen atau 0,5% ke USD60,43 per barel, naik dibanding hari sebelumnya di USD60,11. Premi minyak mentah patokan Eropa ini terhadap WTI diperdagangkan sebesar USD4,66.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Stok Seret Bikin Harga...
Stok Seret Bikin Harga Minyak Mentah Dunia Terkerek Naik
Amerika Buka Pembatasan,...
Amerika Buka Pembatasan, Harga Minyak Akan Terus Naik
Harga Minyak Mentah...
Harga Minyak Mentah Dunia Melayang Dekati Posisi USD70 Per Barel
Harga Minyak Ambrol...
Harga Minyak Ambrol 9% dalam Sepekan, Minggu Depan Gimana?
OPEC Bakal Jaga Harga...
OPEC Bakal Jaga Harga Minyak Mentah Dunia di Posisi USD70 per Barel
Harga Minyak Mentah...
Harga Minyak Mentah Turun Saat Badai Musim Dingin Bekukan Kilang AS
Berita Terkini
IHSG Kembali ke Level...
IHSG Kembali ke Level 6 Ribuan usai Melesat 4,24%, Kapitalisasi Pasar Jadi Rp10.749 Triliun
22 menit yang lalu
S&P Tahan RI Masih Investment...
S&P Tahan RI Masih Investment Grade, Fuad Bawazier Prediksi Ekonomi Bangkit 6 Bulan Lagi!
8 jam yang lalu
Transaksi Serba Digital,...
Transaksi Serba Digital, Pembelian Token Listrik Semakin Praktis
10 jam yang lalu
BI Injeksi Likuiditas...
BI Injeksi Likuiditas Rp837,11 Triliun, Tekanan di Pasar Uang Mulai Reda
10 jam yang lalu
Mantan Menkeu Ungkap...
Mantan Menkeu Ungkap 3 Gol Besar Sistem Ekspor Satu Pintu yang Dipuji S&P
11 jam yang lalu
MAMI Kelola Aset Rp125...
MAMI Kelola Aset Rp125 Triliun hingga Juni 2026, Catat Lebih 2,6 Juta Investor
11 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved