DPR Geram Manuver Menteri BUMN

Kamis, 25 Desember 2014 - 06:11 WIB
DPR Geram Manuver Menteri...
DPR Geram Manuver Menteri BUMN
A A A
JAKARTA - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI geram atas manuver yang dilakukan Menteri Badan Usaha Milik Negara (Meneg BUMN) yang menabrak sejumlah aturan.

Ketua Komisi VI DPR, Hafisz Tohir mengungkapkan, manuver Rini mulai dari menyuruh DPR untuk tidak mengundang rapat, rencana menjual Gedung BUMN, sampai merekrut orang asing sebagai direksi BUMN.

Karena itu, kata Hafisz, penggunaan hak interpelasi menjadi keharusan. "Sudah keras betul saya, sampai tidak seperti saya aslinya. Interpelasi menjadi keharusan!" tegasnya saat dihubungi wartawan, Selasa (24/12/2014).

Hafizs menilai, Rini contoh profil menteri yang tidak menunjukkan nasionalisme, bekerja tidak profesional dan tanpa kehati-hatian tinggi.

Padahal, dia adalah pembantu presiden yang harus merepresentasikan kinerja terbaiknya. "Ini dapat membahayakan kelangsungan ekonomi nasional," ujar adik Hatta Rajasa itu.

Menurut Hafisz, baru sekali ini sepanjang reformasi kurs rupiah anjlok paling rendah dan dolar AS (USD) menguat tajam. Sehingga, menimbulkan inflasi yang tinggi dan daya beli masyarakat rendah. Hai ini tentunya menjadikan barang-barang hasil produksi tidak bersaing.

"Ada yang 'main' di belakang Rini. Kalau ada yang bermain di belakang Rini saya yakin semua menteri ada tink-tanknya. Jadi silakan dikembangkan sendiri siapa tink-tank Rini," ujar Hafisz.

Sebab itu, lanjut dia, atas segala manuver Menteri BUMN hak interpelasi menjadi wajib digulirkan. Karena, interpelasi itu hak anggota dewan. Jumlah tanda tangan anggota yang mau interpelasi sudah lebih dari 250 orang sebelum reses.

"Makanya saya katakan bahwa Interpelasi suatu keniscayaan karena faktanya didukung sebagian besar anggota," ujarnya.

Penggagas hak interpelasi dari fraksi Partai Golkar, Mukhamad Misbakhun mengatakan, terakhir jumlah dukungan penggunaan hak interpelasi dari anggota adalah sekitar 230 anggota dari lima fraksi yakni Partai Golkar, Partai Gerindra, PAN, PKS, dan PPP.

"Ya, reses masih disebar. Insya Allah masa sidang kedua (diserahkan)," kata Misbakhun.

Menurut Misbakhun, pihaknya akan menunggu sampai jumlah dukungannya minimal 300 anggota. Karena, kalau sudah 300 dukungan maka akan mudah ketika diserahkan ke pimpinan, sehingga tidak mungkin usulan ini akan divoting kembali.

"Karena 50% plus satu. Jadi tidak perlu divoting langsung disahkan. Kita ingin lebih kuat lagi," tandasnya.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kementerian BUMN Perkenalkan...
Kementerian BUMN Perkenalkan Komunitas Srikandi BUMN
Kementerian BUMN Perluas...
Kementerian BUMN Perluas Vaksinasi untuk Lansia
Garuda Indonesia Raih...
Garuda Indonesia Raih Lima Penghargaan Terbaik Pada Ajang BUMN Branding and Marketing Award 2020
Berikan Kesempatan DisabiĀ­litas...
Berikan Kesempatan DisabiĀ­litas Berkiprah di Lapangan Kerja
Kementerian BUMN Minta...
Kementerian BUMN Minta Relaksasi IPO BUMN, Begini Tanggapan OJK
Kejar Target Sisa Proyek...
Kejar Target Sisa Proyek Strategis BUMN, Erick Thohir: Ada Satu Proyek Berpotensi Ngga Kelar
Berita Terkini
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
13 menit yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
30 menit yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
1 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
2 jam yang lalu
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
2 jam yang lalu
Pjs Dirut BEI Sebut...
Pjs Dirut BEI Sebut Fundamental Pasar Saham RI Masih Bagus, Ini Buktinya
2 jam yang lalu
Infografis
19 Menteri Bergelar...
19 Menteri Bergelar S3, Prabowo Tagih Kepintarannya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved