Pariwisata Indonesia Butuh Country Branding

Rabu, 31 Desember 2014 - 14:31 WIB
Pariwisata Indonesia Butuh Country Branding
Pariwisata Indonesia Butuh Country Branding
A A A
JAKARTA - Praktisi Pemasaran Erik Meijer mengatakan negara sebesar Indonesia membutuhkan country branding layaknya praktik bisnis yang dilakukan perusahaan dalam memasarkan produk agar bisa menarik wisatawan asing di dalam negeri.

Langkah Menteri Pariwisata Arief Yahya mempertahankan country branding Pesona Indonesia (Wonderful Indonesia) diharapkan dapat mendorong jumlah wisatawan domestik maupun asing.

Menurutnya, langkah Wonderful Indonesia menurutnya sebuah keputusan jitu karena tidak membuang brand value yang sudah ada.

"Ini bukti Pak AY (panggilan Arief Yahya) True Marketeer. Soalnya sering orang mengubah dengan meng-create branding baru. Padahal itu membuang brand value yang sudah ada," kata Erik kepada sejumlah media, Rabu (31/12/2014).

Dia menambahkan, taktik yang patut diapresiasi adalah country branding Wonderfull Indonesia kini ada versi bahasa Indonesianya, yaitu Pesona Indonesia, yang bisa digunakan untuk promosi pariwisata dalam negeri.

“Pak AY pakai cara baru dimana country brand akan lebih sering terlihat bahkan menjadi endorser brand dari masing-masing local brand yang ada. Ini akan meningkatkan brand value dengan sangat cepat. Pak AY juga mendukung pihak ketiga menggunakan branding Wonderful Indonesia sehingga akan ada multiplier effect nanti," tambah Erik.

Diingatkannya, dalam payung country branding ini menjadi penting untuk menjual destinasi. Indonesia mempunyai aset jauh lebih banyak dan jauh lebih menarik daripada negara-negara tetangga yang masih mendapatkan lebih banyak wisatawan.

"Selama ini kita belum berhasil menjualnya. Namun sudah mulai kelihatan peningkatannya," terang Erik.

Hal itu terbukti sejak Garuda Indonesia mulai membuka destinasi yang lebih remote dengan explore, maka banyak tempat baru menjadi lebih accessible.

Contoh yang menarik adalah Labuan Bajo dimana setiap hari 3 flights bisa penuh dengan banyak wisatawan asing, padahal baru diluncurkan December tahun lalu.
Halaman :
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
berita/ rendering in 0.0992 seconds (10.177#12.26)