Buruh di Kudus Hanya Nikmati 5% Dana Cukai Tembakau

Kamis, 01 Januari 2015 - 10:16 WIB
Buruh di Kudus Hanya...
Buruh di Kudus Hanya Nikmati 5% Dana Cukai Tembakau
A A A
JAKARTA - Efektivitas dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT) untuk kepentingan buruh rokok dipertanyakan.

Hal itu dikarenakan, hanya 5 % dari dana cukai itu yang bisa dinikmati buruh. Minimnya serapan dana cukai untuk kalangan buruh ini berdasar hitungan Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI) Kabupaten Kudus, Jawa Tengah.

Pijakan yang dipakai, yakni jumlah buruh rokok yang terekrut dalam pelatihan kerja dan mendapatkan hibah dana cukai.

"Jadi mayoritas dana cukai justru malah banyak terserap untuk kegiatan lainnya yang tidak berhubungan langsung dengan hajat hidup buruh rokok," kata Koordinator KSBSI Kudus, Slamet Machmudi, Rabu (31/12/2014).

Sejak 2009 hingga sekarang, Pemkab Kudus sudah mendapat dana bagi hasil cukai yang dikucurkan pemerintah pusat. Tiap tahun jumlahnya terus bertambah.

Jika awalnya hanya puluhan miliar, pada 2014 jumlahnya sudah mencapai Rp144 miliar. Dana ini dibagikan untuk 13 instansi pemerintah di lingkup Pemkab Kudus.

Seperti Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK), Dinsosnakertrans, Satpol PP hingga Kantor Ketahanan Pangan.

Machmudi mengatakan, peruntukan dana cukai yang berjalan selama ini belum sepenuhnya tepat sasaran. Indikasinya, banyak proyek pemerintah yang dibiayai dana cukai namun kondisinya mangkrak.

Beberapa di antaranya seperti mega proyek Lingkungan Industri Kecil (LIK) Industri Hasil Tembakau yang menelan anggaran hingga Rp22 miliar, sejumlah sarana kesehatan di puskesmas dan lain sebagainya.

KSBSI menyayangkan sikap Pemkab Kudus yang hingga kini belum memiliki database terkait buruh IHT. Keberadaan buruh IHT belum mendapatkan perhatian maksimal.

"Pemanfaatan dana cukai untuk pelatihan keterampilan kerja dan pemberian hibah belum menyentuh pada subtansi persoalan. Buruh sebagai salah satu stakeholder IHT belum terberdayakan dana cukai," tutur dia.

Berpijak dari persoalan ini, pihaknya mendesak Pemkab Kudus lebih memprioritaskan alokasi dana cukai untuk penyiapan dan peningkatan kesejahteraan buruh rokok.

Sebab, dari tahun ke tahun potret industri sektor rokok, terlebih kelas gurem di Kudus kian memprihatinkan.

Hal ini imbas dari berbagai faktor, mulai dari tingginya tarif cukai rokok, naiknya harga bahan baku hingga regulasi pembatasan produksi rokok yang terus digencarkan pemerintah pusat.

Dan berbagai faktor tersebut, khususnya regulasi pemerintah "berhasil" menggencet IHT, terlebih kategori kelas gurem.

"Kondisi riil di lapangan seperti itu. Maka, mekanisme penyelamatan dampak regulasi IHT bagi buruh sifatnya mendesak. Jika upaya ini terlambat dilakukan, maka akan muncul pengangguran baru imbas dari penutupan usaha IHT," tandasnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Didominasi Perempuan,...
Didominasi Perempuan, Pekerja di Industri Hasil Tembakau Mayoritas Jadi Tulang Punggung Keluarga
Cerita Paino, Kesejahteraan...
Cerita Paino, Kesejahteraan Meningkat hingga Kuliahkan Anak Berkat Bertani Tembakau
Festival Industri Tembakau...
Festival Industri Tembakau Garut 2020 Pacu Pemasaran Produk Hasil Tembakau
Warga Jember Tolak Hari...
Warga Jember Tolak Hari Tanpa Tembakau Sedunia
Produk HPTL Meningkat,...
Produk HPTL Meningkat, Pemerintah Harus Tingkatkan Kajian Ilmiah
Berperan pada Program...
Berperan pada Program Asta Cita, Pemerintah Diminta Lindungi IHT
Berita Terkini
Dipakai Bayar Utang...
Dipakai Bayar Utang dan Jaga Rupiah, Cadangan Devisa Mei 2026 Ambles ke USD144,9 Miliar
11 menit yang lalu
Harga Emas Dibuka Naik...
Harga Emas Dibuka Naik Rp5 Ribu ke Rp2.743.000 per Gram, Intip Rinciannya
1 jam yang lalu
Marketplace kian Sesak,...
Marketplace kian Sesak, Momentum Baru bagi Pertumbuhan Bisnis Mandiri
1 jam yang lalu
IHSG Hari Ini Dibuka...
IHSG Hari Ini Dibuka Makin Terkapar di Posisi 5.486, Ada 515 Saham Melemah
2 jam yang lalu
Perbandingan Harga BBM...
Perbandingan Harga BBM Pertamina, Shell, Vivo dan BP di Awal Juni 2026
3 jam yang lalu
Libur Sekolah 2026,...
Libur Sekolah 2026, Tarif Angkutan Penyeberangan Diskon Sekitar 21,9%
3 jam yang lalu
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved